Edukasi

Hari Pahlawan 2026: Sugianto DPRD Banten Fraksi PDI Perjuangan Ajak Teladani Pahlawan dengan Merawat Kemajemukan dan Kekuatan Geopolitik Banten

Pahlawanku Teladanku, Melangkah Bersama, Melanjutkan Perjuangan di Tanah Jawara yang Majemuk

TANGERANG’Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi PDI Perjuangan, Sugianto, S.I.P, menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan 10 November 2026 dengan tema “Pahlawanku Teladanku, Melangkah Bersama, Melanjutkan Perjuangan” adalah momentum ideologis bagi kader Banteng untuk membumikan ajaran Bung Karno di Tanah Jawara yang majemuk.

“Bagi PDI Perjuangan, Hari Pahlawan bukan sekadar seremonial. Ini adalah pengingat akan amanat Ketua Umum Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri agar kader terus “berdiri di atas kaki sendiri, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan Trisakti Bung Karno”. Banten ini bukan daerah biasa. Secara geopolitik, Banten adalah gerbang barat Nusantara, penjaga Selat Sunda, jantung industri nasional, dan penyangga Ibukota. Maka perjuangan kader Banteng hari ini adalah menjaga Banten tetap stabil, berdaulat, dan tidak tercerabut dari akar budayanya,” ujar Sugianto, Minggu (9/11/2026) di Tangerang.

Sugianto menegaskan, PDI Perjuangan lahir dari rahim rakyat dan kemajemukan Banten adalah kekuatan gotong royong yang harus dirawat. Di Banten hidup harmonis masyarakat adat Baduy di Lebak, masyarakat pesisir nelayan, petani Banten Kidul, Jawara dan ulama sebagai penjaga moral, serta masyarakat keturunan yang telah berabad-abad menjadi bagian dari Banten: Tionghoa Benteng di Tangerang, keturunan Arab di Serang dan Cilegon, serta keturunan India dan Melayu yang memperkaya warna perdagangan dan kebudayaan. Semua adalah bagian dari wong cilik yang menjadi roh perjuangan partai.

“Jangan lupakan, Banten dibangun oleh keberagaman. Seni Debus, Pencak Silat TTKKDH, Rampak Bedug, Wayang Golek Cepak, Tari Cokek dan Lenong Banten, hingga tradisi Seren Taun Baduy dan Maulid Cilegon, semua itu adalah ekspresi perjuangan rakyat. Inilah kepribadian dalam kebudayaan yang diajarkan Bung Karno. PDI Perjuangan akan selalu berada di garda terdepan merawat Bhinneka Tunggal Ika yang hidup di Banten,” tegas kader yang dikenal militan di Dapil Tangerang tersebut.

Sebagai perpanjangan tangan partai di parlemen, Sugianto mengimplementasikan tema Hari Pahlawan ini melalui kerja ideologis kedewanan:

1. “Fungsi Legislasi – Merawat Kultur & Ideologi Pancasila: Atas instruksi partai, mendorong Perda Pemajuan Kebudayaan Banten yang melindungi cagar budaya Kesultanan Banten, situs Baduy, seni Debus dan Silat, serta memberikan ruang hidup dan pengakuan bagi komunitas masyarakat keturunan. Sesuai ajaran partai, tidak ada warga kelas dua di Banten, semua sama di hadapan Pancasila 1 Juni 1945.

2. “Fungsi Anggaran – Berpihak pada Geopolitik Wong Cilik: Mengawal APBD agar tidak hanya fokus di kawasan industri Cilegon-Tangerang, tapi juga membangun konektivitas di wilayah selatan (Lebak-Pandeglang) agar kesenjangan geopolitik tidak melebar. Ini adalah wujud *berdikari secara ekonomi”. Anggaran untuk pelestarian budaya, desa wisata adat, dan pemberdayaan UMKM keturunan dan pribumi harus seimbang, karena PDI Perjuangan berjuang untuk ekonomi kerakyatan, bukan ekonomi segelintir orang.

3. “Fungsi Pengawasan – Menjaga Persatuan & Kedaulatan Partai:” Mengawasi agar kebijakan pemerintah provinsi tidak menimbulkan konflik SARA dan tetap dalam koridor Pancasila. Mengawal investasi asing yang masuk lewat Selat Sunda agar tidak menggusur ruang hidup masyarakat adat dan tidak mengkhianati kedaulatan ekonomi rakyat Banten. Kader Banteng harus menjadi benteng persatuan.

“Teladani semangat para pahlawan, berjuang tanpa pamrih, demi bangsa dan negara. Mari lanjutkan perjuangan dengan karya nyata, membangun Indonesia yang lebih maju, adil dan sejahtera,” pesan Sugianto.

“Kalau dulu para pahlawan, dari Sultan Ageng Tirtayasa hingga para Jawara dan ulama Banten, berjuang melawan kolonialisme, maka hari ini kita kader PDI Perjuangan melanjutkan perjuangan itu dengan merawat kemajemukan, menjaga budaya, dan memastikan APBD Banten benar-benar untuk wong cilik di Tanah Jawara. Satyam Eva Jayate_ kebenaran akan menang kalau kita melangkah bersama, bergotong royong, Merdeka!” tutupnya.

(DW)

Exit mobile version