Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Hari ke 1 OKC 2026, 23.486 Kendaraan Masuk Jateng Melalui GT Kalikangkung

×

Hari ke 1 OKC 2026, 23.486 Kendaraan Masuk Jateng Melalui GT Kalikangkung

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Semarang| Memasuki hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, arus kendaraan yang masuk ke wilayah Jawa Tengah melalui Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Semarang mulai menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data lalu lintas PT Jasa Marga Semarang Batang (JSB) dan Trans Marga Jateng (TMJ) selama periode 1×24 jam pada 13–14 Maret 2026 pukul 06.00 WIB hingga 06.00 WIB, tercatat puluhan ribu kendaraan melintas di gerbang tol utama tersebut.

Data menunjukkan, kendaraan yang keluar dari GT Kalikangkung menuju wilayah Semarang atau arus dari arah Jakarta tercatat sebanyak 23.486 kendaraan, sementara kendaraan yang masuk menuju arah Jakarta melalui GT Kalikangkung tercatat 16.361 kendaraan.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Selain itu, di Gerbang Tol Banyumanik tercatat 29.521 kendaraan melintas menuju arah Surabaya, sedangkan kendaraan yang masuk menuju wilayah Semarang dari arah Surabaya tercatat 19.359 kendaraan.

Baca Juga :  Polres Bogor Gelar Kegiatan Jumat Curhat, Masih Mendominasi, Tampung Aspirasi Curhattan Warga Dalam Mencari Solusi

Peningkatan volume kendaraan tersebut menunjukkan mulai meningkatnya pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan menuju wilayah Jawa Tengah menjelang momentum mudik Lebaran 2026.

Dalam keterangan Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi 2026 menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan arus lalu lintas di sejumlah pintu masuk utama Jawa Tengah, termasuk GT Kalikangkung yang menjadi gerbang utama arus kendaraan dari arah barat menuju wilayah Jateng.

“Pada hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, arus kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah melalui GT Kalikangkung sudah mulai mengalami peningkatan. Oleh karena itu kami terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan seluruh satgas operasi untuk memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar,” ujar Kombes Pol. Artanto. Sabtu (14/3)

Baca Juga :  Angkringan Ojol Presisi: Dari Meja Angkringan, Polres Sragen Hadirkan Edukasi Lalu Lintas Humanis di Operasi Lilin 2025 SRAGEN, JATENG – Suasana berbeda tampak di Pos Terpadu Operasi Lilin 2025 Polres Sragen, Rabu (24/12/2025). Di tengah padatnya arus lalu lintas dan kesibukan pengamanan Natal dan Tahun Baru, jajaran Polres Sragen menghadirkan sebuah terobosan humanis bertajuk “Angkringan Ojol Presisi”. Melalui program ini, Polres Sragen menyapa langsung para pengemudi ojek online (ojol) dengan pendekatan yang sederhana namun sarat makna, duduk bersama di meja angkringan, menikmati hidangan gratis, sembari berdialog santai tentang keselamatan berlalu lintas. Kegiatan yang digelar dalam dua sesi, yakni pukul 16.00–17.30 WIB dan 18.00–20.00 WIB tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indiasari bersama Wakapolres serta pejabat utama Polres Sragen, khususnya jajaran Satuan lalu lintas. Kasat Lantas Polres Sragen, Iptu Kukuh Tiro Satria Leksono, menegaskan bahwa Angkringan Ojol Presisi merupakan wujud nyata transformasi pelayanan Polri yang mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. “Kami ingin mengubah stigma penilangan menjadi pengayoman. Edukasi lalu lintas tidak harus selalu formal, tapi bisa disampaikan secara humanis, hangat, dan lebih diterima masyarakat. Dari meja angkringan inilah, pesan keselamatan kami sampaikan,” ujar Iptu Kukuh. Menurutnya, pengemudi ojol memiliki peran strategis sebagai pengguna jalan yang intensitas mobilitasnya tinggi. Oleh karena itu, dialog dua arah menjadi sarana efektif untuk menyerap aspirasi, keluhan, serta masukan langsung dari para driver terkait kondisi lalu lintas di wilayah Kabupaten Sragen. Selain edukasi keselamatan berkendara, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan sinergitas antara Polri dan komunitas ojol. Para driver tampak antusias mengikuti kegiatan, menyampaikan pengalaman di lapangan, sekaligus mendapatkan imbauan penting terkait tertib berlalu lintas selama masa Operasi Lilin 2025. Lebih dari sekadar berbagi makanan, Angkringan Ojol Presisi menjadi simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat, hadir, mendengar, dan melayani dengan hati. Melalui inovasi ini, Polres Sragen berharap dapat menciptakan situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang kondusif, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Operasi Lilin 2025 pun tak hanya menjadi momentum pengamanan, tetapi juga ruang membangun kepercayaan publik melalui sentuhan kemanusiaan.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Kami mengimbau kepada para pemudik untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Manfaatkan rest area atau pos pelayanan Operasi Ketupat jika merasa lelah, serta ikuti rekayasa lalu lintas yang diterapkan petugas demi kelancaran perjalanan bersama,” tambahnya.

Baca Juga :  Komjen Dedi Prasetyo Resmi Dilantik Jadi Wakapolri

Polda Jawa Tengah melalui Operasi Ketupat Candi 2026 terus mengoptimalkan pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta pelayanan kepada masyarakat guna memastikan arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Jawa Tengah berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Mariyo

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Banner Iklan Harianesia 120x600