Ekonomi

Harga Minyak Turun ke US$ 102 Barel di Tengah Negosiasi AS-Iran

Harga Minyak Turun ke US$ 102 Barel di Tengah Negosiasi AS-Iran — Ilustrasi harga minyak mentah dunia turun ke US$ 102 per barel di tengah negosiasi AS-Iran
Harga minyak mentah turun ke kisaran US$ 102 per barel saat investor mencermati upaya diplomatik AS-Iran.

Harga minyak mentah turun ke kisaran US$ 102 per barel pada Kamis (29/10), memangkas kenaikan dari sehari sebelumnya. Koreksi ini terjadi seiring para investor mencermati upaya diplomatik baru untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dalam konflik di Timur Tengah.

Seperti dikutip Tradingeconomics, Kamis (29/10), sejumlah laporan menyebutkan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance telah menghubungi pejabat keamanan nasional Iran, Mohsen Rezaei.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa negosiasi sedang berlangsung melalui pihak penengah. Meski demikian, ia mengakui masih ada ketidakpastian mengenai hasilnya.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga menegaskan kembali bahwa Teheran tetap terbuka terhadap solusi diplomatik.

Kenaikan Bulanan Masih Tinggi

Meski sempat terkoreksi pada perdagangan hari ini, harga minyak mentah WTI telah mencatat kenaikan lebih dari 14% sepanjang bulan ini.

Lonjakan tersebut didorong oleh meningkatnya bentrokan yang melibatkan Arab Saudi dan pasukan Houthi yang didukung Iran. Ancaman yang terus berlanjut terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz turut menambah tekanan pada pasar.

Namun, arus pasokan energi dari kawasan tersebut kini telah pulih ke tingkat yang mendekati kondisi sebelum perang.

  • Harga minyak mentah berada di kisaran US$ 102 per barel pada Kamis (29/10).
  • WTI masih mencatat kenaikan lebih dari 14% sepanjang bulan ini.
  • Pasokan energi dari kawasan Timur Tengah telah pulih mendekati kondisi sebelum perang.

Negosiasi di Tengah Ketegangan

Laporan mengenai kontak antara JD Vance dan Mohsen Rezaei menjadi salah satu faktor yang membuat investor menahan posisi. Pasar minyak sangat sensitif terhadap setiap sinyal diplomatik di kawasan penghasil energi terbesar dunia itu.

Pernyataan Trump soal keterlibatan pihak penengah menunjukkan jalur komunikasi masih terbuka. Namun, pengakuannya tentang ketidakpastian hasil membuat pasar belum sepenuhnya melepas premi risiko.

Di sisi lain, sikap Araghchi yang menyatakan Teheran terbuka pada solusi diplomatik memberi harapan bahwa ketegangan dapat diredakan melalui jalur nonmiliter.

Selat Hormuz dan Pasokan Global

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan produsen minyak Teluk dengan pasar global. Ancaman terhadap pelayaran di selat ini selalu menjadi pemicu utama volatilitas harga minyak dunia.

Bentrokan yang melibatkan Arab Saudi dan pasukan Houthi memperkuat kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan. Kondisi ini menjelaskan mengapa harga WTI masih bertahan di level tinggi meski ada koreksi harian.

Kabar bahwa arus pasokan energi telah pulih mendekati kondisi sebelum perang menjadi penyeimbang di tengah tekanan geopolitik yang belum mereda.

Pertanyaan Umum

Berapa harga minyak mentah pada Kamis (29/10)?

Harga minyak mentah turun ke kisaran US$ 102 per barel pada Kamis (29/10), memangkas kenaikan dari hari sebelumnya.

Apa penyebab koreksi harga minyak hari ini?

Koreksi terjadi seiring investor menilai upaya diplomatik baru untuk mencegah eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk kontak antara JD Vance dan Mohsen Rezaei serta negosiasi melalui pihak penengah.

Berapa kenaikan harga minyak WTI bulan ini?

Harga minyak mentah WTI telah mencatat kenaikan lebih dari 14% sepanjang bulan ini, didorong bentrokan yang melibatkan Arab Saudi dan pasukan Houthi serta ancaman terhadap pelayaran di Selat Hormuz.

Sumber: Kontan

Exit mobile version