Ekonomi

Harga Bahan Bakar Minyak di Indonesia Naik 32%, Berpotensi Tingkatkan Angka Kemiskinan: 5 Fakta Terkini

Harga Bahan Bakar Minyak di Indonesia Naik 32%, Berpotensi Tingkatkan Angka Kemiskinan: 5 Fakta Terkini
Harga Bahan Bakar Minyak di Indonesia Naik 32%, Berpotensi Tingkatkan Angka Kemiskinan: 5 Fakta Terkini

Harianesia – 12 Juni 2026 | Kamu pasti sudah tahu bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia baru saja mengalami kenaikan. Pemerintah telah resmi menaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) sebesar Rp3.950 menjadi Rp16.250 per liter dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter.

Dampak Kenaikan Harga BBM

Kenaikan harga BBM ini tentu akan memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Anggota wakil rakyat di DPRD NTB meminta Pemprov NTB untuk menyiapkan skenario terhadap dampak kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi NTB, Sambirang Ahmadi, menyebutkan beberapa potensi dampak yang bisa diakibatkan oleh kenaikan harga BBM non-subsidi tersebut. Diantaranya potensi terjadinya peningkatan inflasi, terutama dari sektor pangan dan transportasi.

“Daya beli masyarakat pasti akan mengalami tekanan. Kemiskinan berpotensi bertambah karena sekitar 50-70 persen pengeluaran rumah tangga miskin untuk pangan yang terdampak inflasi,” sebut Sambirang saat dikonfirmasi.

Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM

Pemerintah Provinsi perlu menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi dampak kenaikan harga BBM. Jika tidak, maka persoalan-persoalan lain akan muncul dan jauh lebih parah.

“Maka dari itu Pemda perlu antisipasi: pertama kendalikan inflasi pangan, lewat operasi pasar, distribusi antarwilayah. Kedua lindungi sektor rentan seperti nelayan, UMKM, angkutan barang. Ketiga perkuat sistem logistik daerah dan peran BUMD. Keempat jaga keseimbangan fiskal, tidak hanya mengejar PAD, tapi menjaga daya beli,” serunya.

Skema BBM Khusus Nelayan

Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan skema harga khusus BBM non-subsidi bagi nelayan untuk menjaga keberlangsungan usaha penangkapan ikan.

Menurut Rokhmin, harga BBM non-subsidi yang mencapai sekitar Rp30 ribu per liter membuat kegiatan penangkapan ikan menjadi tidak ekonomis bagi sebagian nelayan.

Kesimpulan

Kenaikan harga BBM di Indonesia memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi dampak kenaikan harga BBM. Selain itu, skema BBM khusus nelayan juga perlu disiapkan untuk menjaga keberlangsungan usaha penangkapan ikan.

FAQ

Pertanyaan 1: Apa yang menyebabkan kenaikan harga BBM di Indonesia?
Jawaban: Kenaikan harga BBM di Indonesia disebabkan oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) sebesar Rp3.950 menjadi Rp16.250 per liter dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter.

Pertanyaan 2: Apa dampak kenaikan harga BBM terhadap perekonomian masyarakat?
Jawaban: Kenaikan harga BBM akan memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat, termasuk peningkatan inflasi dan kemiskinan.

Pertanyaan 3: Apa yang perlu dilakukan pemerintah untuk menghadapi dampak kenaikan harga BBM?
Jawaban: Pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah antisipatif, seperti kendalikan inflasi pangan, lindungi sektor rentan, perkuat sistem logistik daerah, dan jaga keseimbangan fiskal.

Pertanyaan 4: Apa skema BBM khusus nelayan yang perlu disiapkan?
Jawaban: Skema BBM khusus nelayan perlu disiapkan untuk menjaga keberlangsungan usaha penangkapan ikan, karena harga BBM non-subsidi yang mencapai sekitar Rp30 ribu per liter membuat kegiatan penangkapan ikan menjadi tidak ekonomis bagi sebagian nelayan.

Pertanyaan 5: Apa yang perlu dilakukan masyarakat untuk menghadapi kenaikan harga BBM?
Jawaban: Masyarakat perlu menyesuaikan diri dengan kenaikan harga BBM dengan menghemat penggunaan BBM dan mencari alternatif lain untuk mengurangi biaya.

Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Exit mobile version