BOYOLALI_HARIANESIA.COM– Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan pentingnya penguatan mitigasi bencana sebagai langkah menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya kekeringan yang tengah terjadi di wilayah Kabupaten Boyolali.
Hal tersebut disampaikan Kapolres saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Tahap II Penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Boyolali Tahun 2026, yang digelar di Aula Pusdalops BPBD Kabupaten Boyolali, Kecamatan Mojosongo, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, kecamatan, akademisi, PMI, Basarnas, potensi SAR, relawan kebencanaan, serta instansi terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Kapolres Boyolali menyampaikan bahwa kajian risiko bencana merupakan langkah penting untuk mempersiapkan seluruh pihak dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Boyolali.
“Mitigasi bencana harus kita siapkan. TNI-Polri siap siaga untuk membackup, utamanya membantu masyarakat,” tegas Kapolres.
Kapolres juga menyoroti kondisi kemarau berkepanjangan yang berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih. Menurutnya, diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara optimal.
“Harapannya, mitigasi yang kita siapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama dalam menghadapi kondisi kekeringan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Boyolali Ari Wahyu Prabowo menyampaikan bahwa Kajian Risiko Bencana sangat penting sebagai dasar penyusunan rencana kontingensi dan kebijakan penanggulangan bencana di Kabupaten Boyolali.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan kondisi kebutuhan distribusi air bersih akibat kemarau berkepanjangan. Kolaborasi lintas instansi dinilai menjadi kunci karena penanganan kebutuhan air bersih tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
FGD Tahap II kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber Dr. Zela Septikasari, M.Sc., M.Pd., serta diskusi dan dialog bersama seluruh peserta untuk merumuskan langkah mitigasi dan penanggulangan risiko bencana di Kabupaten Boyolali.
Kapolres Boyolali menegaskan bahwa Polri bersama TNI dan pemerintah daerah akan terus bersinergi dalam menghadapi setiap potensi bencana serta memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat.
Mariyo




















