TIMIKA_l Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Mimika memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mimika atas pelaksanaan kompetisi olahraga multi-event antar-pelajar. Kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam menjaring bibit atlet berprestasi sekaligus menyelamatkan generasi muda dari pergaulan negatif.
Ketua DPC GMNI Mimika, Christo Toffy, menyatakan bahwa sinkronisasi kompetisi pelajar dengan ajang tingkat daerah dan nasional merupakan terobosan yang cerdas. Menurutnya, langkah ini memastikan kegiatan olahraga tidak lagi sekadar menjadi formalitas penyerapan anggaran.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja Kepala Dinas Dispora Mimika beserta seluruh jajarannya. Dengan menjadikan multi-event pelajar ini sebagai agenda tahunan yang terintegrasi, Mimika kini fokus mencetak atlet lokal yang siap tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Ini adalah dampak positif yang harus didukung penuh oleh seluruh masyarakat Mimika,” ujar Christo.
Selain mendongkrak prestasi olahraga, GMNI Mimika menekankan pentingnya ruang aktivitas positif seperti ini untuk membentengi anak sekolah. Ia menilai, melalui kompetisi yang digelar secara rutin, energi anak muda dapat tersalurkan secara sehat sehingga menjauhkan mereka dari lingkaran kenakalan remaja, narkoba, dan pergaulan negatif lainnya.
Kritik untuk OPD Lain: Stop Sosialisasi di Gedung Mewah, Turun ke Masyarakat
Keberhasilan Dispora Mimika ini juga dijadikan GMNI sebagai tolok ukur bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Christo berharap dinas-dinas lain mulai menunjukkan eksistensinya melalui program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Dinas lain sudah mesti eksis dan meniru langkah ini. Jangan lagi membuat kegiatan yang hanya sebatas sosialisasi di gedung-gedung mewah ber-AC. Sudah saatnya melakukan kajian yang matang dan menghasilkan program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas,” tegas Christo.
Lebih lanjut, GMNI Mimika mengingatkan pemerintah daerah agar tidak antikritik dan bersedia membuka diri terhadap masukan. Ia menyebut kampus dan organisasi mahasiswa siap menjadi mitra strategis dalam memberikan ide, gagasan, serta kajian akademis yang solutif demi kemajuan daerah.
“Jika dinas-dinas kekurangan ide atau gagasan, rangkullah organisasi mahasiswa dan kalangan kampus. Kami memiliki kajian dan gagasan ilmiah yang sudah pasti dapat diimplementasikan dan bermanfaat langsung bagi masyarakat Mimika,” pungkasnya.(DW)
