Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Ekonomi

Faktor Rupiah Tertekan hingga 18.000 per Dolar AS

×

Faktor Rupiah Tertekan hingga 18.000 per Dolar AS

Sebarkan artikel ini
Faktor Rupiah Tertekan hingga 18.000 per Dolar AS — Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menjelaskan faktor yang menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Gubernur BI Destry Damayanti mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat rupiah tertekan hingga melewati 18.000 per dolar AS.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan hingga menembus level lebih dari 18.000 per dolar AS.

Menurut Destry, kondisi global masih diwarnai volatilitas tinggi, termasuk akibat inflasi AS yang masih berada di atas target dan prospek suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama atau higher for longer.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Tantangan bagi rupiah lainnya yakni perkembangan kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

“Sehingga itu menjadi salah satu tantangan buat rupiah kita,” kata Destry dalam konferensi pers usai rapat terbatas ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10).

Pergerakan rupiah di atas 18.000 per dolar AS menjadi perhatian karena bank sentral diminta menjaga stabilitas mata uang di tengah tekanan global.

Destry mengklaim bank sentral dapat mengantisipasi sejumlah kondisi yang menekan nilai tukar rupiah tersebut. Ia pun mengaku diminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengupayakan stabilitas mata uang garuda.

Baca Juga :  Rupiah Melemah ke Rp 17.903, Dibayangi Konflik Timur Tengah

“Tapi so far, dua hari ini rupiah, bisa kami jaga stabilitasnya, sehingga terjadi memang sedikit perlambatan. Dan itu juga sesuai dengan beberapa negara di (emerging markets),” katanya.

Lebih jauh ia menuturkan, langkah BI untuk menjaga stabilitas rupiah yaitu dengan memanfaatkan berbagai instrumen kebijakan, mulai dari intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi spot dan non-deliverable forward (NDF), hingga insentif biaya lindung nilai atau hedging.

Destry menyebut insentif hedging yang dikucurkan sejak akhir Juni 2026 telah mendatangkan aliran dana melalui instrumen swap dan domestic non-deliverable forward (DNDF) senilai sekitar US$ 8 miliar hingga US$ 9 miliar.

“Intinya, Bank Indonesia akan selalu tetap berjaga di pasar,” kata Destry.

Baca Juga :  Bank BJB Raih Dua Penghargaan OJK untuk Literasi Keuangan

Posisi Rupiah di Pasar Spot

Merujuk data spot Bloomberg, rupiah ditutup di angka 18.046 per dolar AS pada Senin (19/10) sore.

Angka tersebut melemah sekitar 20 poin atau 0,11% dari pembukaan Senin (19/10) pagi yang mana rupiah berada di level 18.026 per dolar AS.

  • Rupiah ditutup di 18.046 per dolar AS pada Senin (19/10) sore.
  • Posisi itu melemah sekitar 20 poin atau 0,11% dari pembukaan pagi di 18.026.
  • Insentif hedging sejak akhir Juni 2026 mendatangkan aliran dana swap dan DNDF sekitar US$ 8–9 miliar.

Instrumen yang Dipakai BI

Dalam menjaga stabilitas rupiah, BI tidak hanya mengandalkan satu instrumen. Intervensi dilakukan di pasar valuta asing melalui transaksi spot dan non-deliverable forward.

Selain itu, bank sentral juga memberikan insentif biaya lindung nilai atau hedging. Destry menyebut kebijakan tersebut telah menarik aliran dana melalui instrumen swap dan DNDF.

Baca Juga :  Harga Emas Dunia Naik Tipis, Pasar Cermati Suku Bunga The Fed

Dengan kombinasi langkah itu, BI menegaskan akan terus berada di pasar untuk menjaga pergerakan rupiah.

Pertanyaan Umum

Berapa level rupiah terhadap dolar AS pada penutupan Senin (19/10)?

Berdasarkan data spot Bloomberg, rupiah ditutup di angka 18.046 per dolar AS pada Senin (19/10) sore.

Apa saja faktor yang menekan rupiah menurut Gubernur BI?

Destry Damayanti menyebut volatilitas global, inflasi AS yang masih di atas target, prospek suku bunga tinggi higher for longer, serta perkembangan kebijakan suku bunga The Fed.

Bagaimana cara BI menjaga stabilitas rupiah?

BI melakukan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi spot dan non-deliverable forward, serta memberikan insentif biaya lindung nilai atau hedging.

Sumber: Katadata

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600