Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

DPD GPM Riau Apresiasi Program Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Oleh Kapolda Riau, Dorong Negara Hadir Hingga Pelosok Riau

×

DPD GPM Riau Apresiasi Program Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Oleh Kapolda Riau, Dorong Negara Hadir Hingga Pelosok Riau

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

PEKANBARU_HARIANESIA.COM— Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Marhaenis (DPD GPM) Provinsi Riau, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap program Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 yang digagas oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.

Ketua DPD GPM Riau Lisbert Simatupang, menyatakan bahwa program yang menyasar 17 wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Provinsi Riau tersebut merupakan langkah positif dalam memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di wilayah pesisir, kepulauan, dan kawasan yang memiliki keterbatasan akses.
GPM Riau memberikan apresiasi terhadap gagasan dan langkah Kapolda Riau melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi. Bagi kami, kehadiran negara tidak boleh hanya dirasakan oleh masyarakat yang berada di pusat-pusat kota, tetapi juga harus sampai kepada masyarakat di wilayah terluar, pesisir, kepulauan, dan daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Ia menilai, kehadiran langsung aparat negara di tengah masyarakat memiliki arti penting, bukan hanya dalam konteks menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam membangun komunikasi, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta memahami persoalan yang mereka hadapi secara langsung.

“Ini bukan sekadar ekspedisi atau kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana negara hadir, mendengar rakyat, memahami persoalan rakyat, dan kemudian mendorong solusi yang memberikan manfaat nyata bagi Masyarakat, Ujar Lisbert

Baca Juga :  Yayasan Pemulihan Natura Indonesia Gelar Diskusi Internasional, Perkuat Layanan Rehabilitasi Berbasis Bukti

Lisbert Simatupang juga menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan yang selama ini menjadi perhatian Gerakan Pemuda Marhaenis, yakni pentingnya keberpihakan kepada rakyat kecil serta memastikan pembangunan dan pelayanan negara dapat dirasakan secara merata.

Menurutnya, masyarakat di wilayah 3T memiliki hak yang sama untuk memperoleh rasa aman, pelayanan publik, kesempatan untuk berkembang, serta perhatian dari pemerintah dan seluruh institusi negara.

Semangat Merah Putih harus diterjemahkan dalam bentuk kehadiran dan keberpihakan nyata kepada rakyat. Jangan sampai masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar merasa jauh dari negara. Justru di wilayah-wilayah seperti inilah negara harus menunjukkan kehadirannya.

Ia juga mengapresiasi pendekatan kolaboratif yang dilakukan dalam Ekspedisi Merah Putih Presisi dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, pemerintah daerah, mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, nelayan, serta berbagai elemen masyarakat.

Menurut Lisbert, persoalan masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, masyarakat adat, akademisi, dan seluruh komponen masyarakat.

Baca Juga :  Ribka Tjiptaning Menggelar Open House Natal 2024, Dengan Menyajikan Jajanan Kaki Lima

“Kolaborasi seperti ini yang harus terus diperkuat. GPM Riau siap menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun Riau, terutama dalam memperkuat persatuan, kepedulian sosial, semangat kebangsaan, dan keberpihakan kepada masyarakat,”.

Selain persoalan sosial dan kebangsaan, Lisbert juga memberikan perhatian terhadap aspek lingkungan yang menjadi salah satu bagian dari Ekspedisi Merah Putih Presisi, khususnya kegiatan penanaman pohon dan mangrove di kawasan pesisir.
Ia menilai, pelestarian mangrove bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir serta perlindungan wilayah Riau dari ancaman abrasi.

Menjaga mangrove berarti menjaga kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, kami melihat perhatian terhadap lingkungan dalam program ini sebagai sesuatu yang sangat penting.

Pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan dan masa depan generasi berikutnya.
Lebih lanjut, Lisbert berharap Ekspedisi Merah Putih Presisi dapat menjadi program yang berkelanjutan dan tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan berakhir pada momentum HUT Kemerdekaan RI.

“Kami berharap ini bukan kegiatan satu kali. Kalau dari ekspedisi ini ditemukan persoalan masyarakat, aspirasi, kebutuhan infrastruktur, persoalan lingkungan, pendidikan, ekonomi nelayan, maupun persoalan sosial lainnya, maka temuan tersebut dapat menjadi bahan untuk ditindaklanjuti bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait,” ujarnya.

Baca Juga :  Mantan Kepala BNN Komjen Pol (p) Dr.Anang Iskandar : Penyidik Penuntut Umum dan Hakim, Harus Tau Tujuan Penegakan Hukum Narkotika

GPM Riau, melihat bahwa membangun rasa cinta tanah air tidak cukup hanya melalui slogan. Nasionalisme harus diwujudkan melalui kerja nyata, kepedulian terhadap masyarakat, menjaga lingkungan, memperkuat persatuan, serta memastikan tidak ada masyarakat yang merasa ditinggalkan oleh negara.

“Merah Putih bukan hanya simbol. Merah Putih adalah semangat untuk memastikan seluruh rakyat, termasuk mereka yang berada di wilayah terluar Riau, mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutup Lisbert Simatupang.

Dwi

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Banner Iklan Harianesia 120x600