Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Sepak Bola

Donyell Malen Mengamuk, Roma Bantai Lecce 4-0

×

Donyell Malen Mengamuk, Roma Bantai Lecce 4-0

Sebarkan artikel ini
Donyell Malen Mengamuk — Pemain AS Roma Donyell Malen merayakan gol ke gawang Lecce dalam pertandingan Serie A.
Donyell Malen mencetak dua gol dalam kemenangan 4-0 AS Roma atas Lecce.
Banner Iklan Harianesia 468x60

AS Roma tampil perkasa dalam lawatan ke markas Lecce pada pekan kedua Serie A, Senin (31/8/2026). I Lupi membungkam tuan rumah dengan skor telak 4-0 di Stadion Via del Mare, sekaligus mengirim sinyal peringatan ke seluruh kompetisi. Kemenangan ini membuat Roma menyapu bersih dua pertandingan awal musim dan memuncaki klasemen sementara dengan enam poin.

Donyell Malen menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol cepat di babak pertama. Penyerang asal Belanda itu menunjukkan insting tajamnya saat memanfaatkan kesalahan lini belakang Lecce. Dua gol lainnya disumbangkan oleh Matias Soule dan Rodrigo Mora, yang masuk sebagai pemain pengganti dan langsung mencatatkan namanya di papan skor.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Tambahan tiga poin membawa Roma mengoleksi enam poin, unggul selisih gol atas Inter Milan, AC Milan, Juventus, dan Lazio yang juga sama-sama meraih enam poin. Klasemen sementara Serie A semakin ketat di papan atas, namun Roma untuk sementara duduk di singgasana puncak berkat produktivitas gol yang impresif.

Dominasi sejak menit awal

Roma langsung tancap gas sejak peluit pertama dibunyikan. Pertandingan baru berjalan empat menit, kesalahan Kialonda Gaspar yang gagal menyapu bola dengan sempurna dimanfaatkan Malen. Dengan tenang, ia menaklukkan kiper Wladimiro Falcone dan membawa Roma unggul 1-0.

Dominasi Roma terus berlanjut. Pada menit ke-23, kombinasi Matias Soule dan Wesley Franca berujung pada sontekan jarak dekat Malen untuk menggandakan keunggulan. Hanya berselang dua menit, Soule mencatatkan namanya di papan skor. Tembakan pertamanya memang ditepis Falcone, tetapi bola muntah kembali ke arahnya dan langsung disambar untuk menjadikan skor 3-0.

Keunggulan tiga gol membuat Roma makin nyaman mengendalikan permainan hingga turun minum. Lecce kesulitan keluar dari tekanan dan nyaris tidak menciptakan peluang berarti di babak pertama.

Baca Juga :  Cristian Chivu Perpanjang Kontrak di Inter hingga 2028, 2 Trofi Bergengsi Dibawa Pulang!

Gol keempat dan pesta sempurna

Roma tidak mengendurkan serangan di babak kedua. Meski sudah unggul jauh, tim asuhan Claudio Ranieri tetap bermain agresif dan menekan pertahanan Lecce. Gol keempat tercipta pada menit ke-65 melalui Rodrigo Mora yang baru lima menit sebelumnya masuk menggantikan rekan setimnya.

Memanfaatkan umpan dari Gianluca Mancini, Mora melepaskan tembakan ke sudut kanan gawang yang tidak mampu dijangkau Falcone. Skor 4-0 sekaligus mengunci kemenangan Roma. Tidak ada gol tambahan hingga peluit panjang berbunyi, dan Roma pulang dari Via del Mare dengan kemenangan meyakinkan.

Kemenangan ini menjadi awal musim yang sempurna bagi Roma. Setelah sebelumnya menang di pekan pertama, hasil ini menunjukkan konsistensi dan kedalaman skuad yang dimiliki. Ranieri tampaknya berhasil meramu strategi yang efektif dengan memanfaatkan kecepatan sayap dan ketajaman lini depan.

Performa individu kunci

Donyell Malen layak mendapat sorotan khusus. Dua golnya pada menit ke-4 dan ke-23 menjadi pembeda di babak pertama. Ia juga aktif dalam pergerakan tanpa bola dan menjadi ancaman konstan bagi pertahanan Lecce. Matias Soule tidak hanya mencetak gol, tetapi juga umpan yang membuka peluang bagi rekan setimnya. Sementara itu, Rodrigo Mora menunjukkan efektivitas luar biasa sebagai pemain pengganti dengan mencetak gol hanya dalam lima menit setelah masuk.

Beberapa statistik penting dari pertandingan ini:

  • Roma menguasai bola sebesar 58% berbanding 42% milik Lecce.
  • Roma melepaskan 12 tembakan ke gawang, dengan 7 di antaranya tepat sasaran.
  • Lecce hanya mampu menciptakan 3 tembakan ke gawang, dan tidak ada yang mengancam secara serius.
  • Donyell Malen mencatatkan 2 gol dari 4 tembakan, dengan tingkat akurasi 100% tembakan tepat sasaran.
Baca Juga :  Ivory Coast Raih Kemenangan 1-0 Atas Ecuador di FIFA World Cup 2026

Dampak atas klasemen dan persaingan

Hasil ini membawa Roma ke puncak klasemen sementara Serie A dengan enam poin dari dua pertandingan. Mereka unggul selisih gol atas Inter Milan, AC Milan, Juventus, dan Lazio yang juga memiliki poin sempurna. Persaingan papan atas musim ini tampak semakin ketat sejak awal, dan Roma menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan sebagai calon kuat juara.

Bagi Lecce, kekalahan telak ini menjadi pukulan berat. Setelah sebelumnya meraih kemenangan di pekan pertama, mereka harus menerima kenyataan pahit di hadapan pendukung sendiri. Tim asuhan pelatih kepala baru harus segera bangkit pada pertandingan berikutnya jika tidak ingin terperosok ke papan bawah klasemen.

Kemenangan ini juga menjadi modal berharga bagi Roma menjelang jadwal padat pekan depan. Mereka akan menghadapi lawan-lawan tangguh, termasuk derby melawan Lazio yang selalu berlangsung sengit. Namun, dengan performa seperti saat melawan Lecce, optimisme tinggi menyelimuti skuad I Lupi.

Analisis taktik dan strategi

Ranieri menerapkan formasi 4-3-3 dengan penekanan pada serangan balik cepat dan pressing tinggi. Sayap-sayap Roma yang cepat, terutama melalui Malen dan Soule, menjadi momok menakutkan bagi pertahanan Lecce yang kerap lengah. Lini tengah yang digalang oleh Lorenzo Pellegrini dan Bryan Cristante berhasil mengontrol tempo permainan dan memutus distribusi bola lawan.

Pertahanan Roma juga tampil solid. Pasangan bek tengah Gianluca Mancini dan Chris Smalling mampu meredam setiap serangan Lecce dengan baik. Kiper Mile Svilar bahkan nyaris tidak bekerja keras karena barisan depan yang begitu dominan. Clean sheet ini menjadi catatan positif bagi Roma yang musim lalu kerap kebobolan di laga-laga penting.

Baca Juga :  Pelatih Persib Bongkar Kekuatan Persebaya di Final Piala Presiden

Kedalaman skuad menjadi nilai tambah lain. Masuknya Rodrigo Mora yang langsung mencetak gol menunjukkan bahwa Ranieri memiliki banyak opsi di bangku cadangan. Hal ini akan sangat vital sepanjang musim yang panjang dan padat.

Reaksi dan komentar

Pelatih Lecce mengakui keunggulan Roma dan menyebut timnya melakukan terlalu banyak kesalahan individu. “Kami harus belajar dari pertandingan ini. Kesalahan di level seperti ini akan dihukum oleh tim besar seperti Roma,” ujarnya dalam konferensi pers setelah pertandingan. Sementara itu, Ranieri memuji performa timnya dan menekankan pentingnya konsistensi sepanjang musim.

Pemain terbaik pertandingan, Donyell Malen, mengungkapkan rasa puasnya. “Kami bekerja keras sepanjang pekan dan hasilnya terlihat di lapangan. Ini baru awal, kami harus terus seperti ini,” kata Malen kepada awak media.

Pertanyaan Umum

Bagaimana posisi AS Roma di klasemen Serie A setelah kemenangan ini?

AS Roma memuncaki klasemen sementara Serie A dengan enam poin dari dua pertandingan, unggul selisih gol atas Inter Milan, AC Milan, Juventus, dan Lazio yang juga memiliki enam poin.

Siapa pencetak gol dalam kemenangan Roma 4-0 atas Lecce?

Donyell Malen mencetak dua gol pada menit ke-4 dan ke-23. Matias Soule mencetak gol pada menit ke-25, dan Rodrigo Mora melengkapi kemenangan pada menit ke-65.

Kapan dan di mana pertandingan ini berlangsung?

Pertandingan pekan kedua Serie A antara Lecce dan AS Roma berlangsung pada Senin, 31 Agustus 2026, di Stadion Via del Mare, Lecce.

Sumber: Republika

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600