Harianesia – 16 Juni 2026 | Kamu perlu tahu bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) menargetkan pengoperasian mesin pemantau produksi rokok secara real time untuk beroperasi efektif pada 2027. Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Djaka Budhi Utama mengatakan, pihaknya bakal melakukan piloting terlebih dahulu atas pengoperasian teknologi baru tersebut dalam waktu dekat.
Bagaimana Prosesnya?
Proses ini akan dimulai dengan mengoperasikan 100 mesin terlebih dahulu untuk bisa memantau secara real time produksi rokok di pabrikan. Pengoperasiannya secara penuh akan dilakukan bertahap.
Adapun teknologi baru yang digunakan untuk meningkatkan pengawasan produksi rokok ini memungkinkan otoritas untuk memantau secara langsung (real-time) dan otomatis atas produksi rokok di pabrikan.
Apa Yang Terjadi Selanjutnya?
Selain itu, terdapat beberapa kasus yang sedang berlangsung terkait dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, seperti kasus dugaan suap impor yang menyeret sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Spesialis Analisis Kontra Intelijen, R. Gautama Wiranegara, mengingatkan bahwa rantai pembuktian perkara masih menyisakan pertanyaan penting yang belum terjawab.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama juga bicara terkait nasib rekrutmen pegawai lulusan SMA yang katanya akan dibuka Mei 2026. Pendaftaran belum juga dibuka lantaran masih menunggu proses rekrutmen secara nasional calon pegawai negeri sipil (CPNS).
Kesimpulan
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berusaha meningkatkan pengawasan dan pelayanan dengan teknologi baru dan rekrutmen pegawai baru. Namun, masih terdapat beberapa kasus yang sedang berlangsung yang perlu diselesaikan.
FAQ
Pertanyaan 1: Apa yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk meningkatkan pengawasan produksi rokok?
Jawaban: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan mengoperasikan mesin pemantau produksi rokok secara real time.
Pertanyaan 2: Kapan pengoperasian mesin pemantau produksi rokok secara real time akan dimulai?
Jawaban: Pengoperasian mesin pemantau produksi rokok secara real time akan dimulai pada 2027.
Pertanyaan 3: Apa yang terjadi dalam kasus dugaan suap impor yang menyeret sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai?
Jawaban: Kasus dugaan suap impor yang menyeret sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai masih dalam proses penyidikan.
Pertanyaan 4: Berapa banyak pegawai lulusan SMA yang akan direkrut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai?
Jawaban: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan merekrut 300 pegawai lulusan SMA.
Pertanyaan 5: Kapan pendaftaran rekrutmen pegawai lulusan SMA akan dibuka?
Jawaban: Pendaftaran rekrutmen pegawai lulusan SMA belum dibuka karena masih menunggu proses rekrutmen secara nasional calon pegawai negeri sipil (CPNS).























