Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Di Rumah Aspirasi Utut Adianto, PDIP Kebumen ubah papan catur jadi ruang gotong royong, Toyib Khaerudin buka panggung untuk pemain kampung melawan nalar kekuasaan

×

Di Rumah Aspirasi Utut Adianto, PDIP Kebumen ubah papan catur jadi ruang gotong royong, Toyib Khaerudin buka panggung untuk pemain kampung melawan nalar kekuasaan

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

KEBUMEN -Jika politik sering diukur dari panggung besar dan pidato berapi-api, PDI Perjuangan Kebumen memilih jalan berbeda: papan catur 64 petak.

Pada Minggu, 13 Desember 2026, pukul 09.30 WIB, Rumah Aspirasi Grandmaster Drs. H. Utut Adianto – Ketua Komisi I DPR RI, Ketua Fraksi PDI Perjuangan – di Desa Tanjungsari, Petanahan, akan berubah menjadi arena pertarungan nalar rakyat. DPC PDI Perjuangan Kebumen menggelar Open Turnamen Catur Non Master.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Bukan turnamen master. Sengaja.

“Kami bosan dengan politik yang hanya memberi panggung untuk yang sudah juara,” kata Bendahara DPC PDIP Kebumen, Toyib Khaerudin, Senin (3/11).

“Kalau master sudah punya panggungnya sendiri. Sekarang giliran rakyat biasa. Pemain warung kopi, anak muda desa, bapak-bapak yang tiap sore main di balai desa. Mereka yang kami beri ruang.”

Baca Juga :  Kepedulian Warga Mandalawangi, Rumah Fatimah yang Nyaris Roboh Kini Layak Huni, Persoalan Air Bersih Masih Menjadi Sorotan

Turnamen ini memperebutkan total hadiah Rp5 juta, makan siang gratis, dan dibatasi hanya untuk 100 peserta. Pendaftaran dibuka via 0813 9300 8990.

Catur Adalah Gotong Royong

Bagi Toyib, catur bukan sekadar permainan.

“Catur mengajarkan kita berpikir dua-tiga langkah ke depan. Sabar. Menghormati lawan. Kalkulatif tapi berani mengambil keputusan. Itu persis nilai gotong royong,” tegasnya.

“Strategi di atas papan catur itu mirip strategi membangun desa. Tidak bisa grusa-grusu.”

Baca Juga :  Jaksa Agung RI : Netralitas Kejaksaan Harga Mati dalam Proses Pilkada 2024

Ia menegaskan, Rumah Aspirasi Utut Adianto tidak boleh mati sebagai simbol. Rumah itu harus hidup.

“Pak Utut itu Grandmaster kebanggaan Indonesia. Tapi rumah aspirasinya kami buka untuk rakyat. Dari Tanjungsari kami ingin tunjukkan: PDI Perjuangan itu bekerja untuk kesejahteraan rakyat, bukan hanya bicara di Senayan.”

Catur dipilih karena alasan paling mendasar: murah, merakyat, mencerdaskan. Tidak butuh stadion. Cukup papan, dua kursi, dan semangat kebersamaan.

“Lewat turnamen kecil seperti ini, kita rawat kebersamaan. Kita rawat nalar,” ujarnya.

Kegiatan ini, kata Toyib, mendapat dukungan penuh dari Ketua DPC Saiful Hadi dan Sekretaris Fitria Handini sebagai bagian dari konsolidasi kerakyatan DPC menjelang akhir tahun.

Baca Juga :  Pelatihan Pemanfaatan Rumah Pendidikan bagi Guru Jenjang SMP Kabupaten Subang

“Ini bukan sekadar lomba. Ini adalah cara kami merawat nalar dan kebersamaan rakyat.”

Papan sudah digelar. Bidak rakyat siap bergerak.

> “Monggo, daftar sekarang. Kuota 100 peserta. Kita buat Tanjungsari jadi titik temu pecinta catur Kebumen,” pungkas Toyib.(DW)

Keterangan Kegiatan:
Waktu: Minggu, 13 Desember 2026, Pukul 09.30 WIB
Lokasi: Rumah Aspirasi Utut Adianto, Tanjungsari, Petanahan, Kebumen
Total Hadiah: Rp5 Juta + Makan Siang Gratis
Kontak: 0813 9300 8990
Peserta: Terbatas 100 orang (Kategori Non Master)

Narahubung: TOYIB KHAERUDIN – Bendahara DPC PDI Perjuangan Kebumen.

Dwi

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600