Edukasi

Di PKKMB Unud 2026, Ketut Kariyasa Adnyana : Petani Pilar Ketahanan Bangsa ala Bung Karno

“Bela Negara Era Modern Lewat Kedaulatan Pangan”

DENPASAR_HARIANESIA.COM_ Ketut Kariyasa Adnyana, Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Bali dan Kader PDI Perjuangan menekankan pentingnya peran generasi muda pertanian dalam menjaga kedaulatan bangsa. Hal itu disampaikannya saat berbagi gagasan bersama mahasiswa baru Fakultas Pertanian Universitas Udayana dalam kegiatan PKKMB 2026, Selasa (5/8/2026).

Dengan mengangkat tema “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara”, Ketut Adiyaksa mengajak mahasiswa memaknai bela negara tidak hanya melalui pertahanan fisik.

Bela negara lewat kedaulatan pangan
“Bagi saya, bela negara di era modern dapat diwujudkan melalui komitmen menjaga kedaulatan pangan, merawat tanah, melestarikan pertanian, serta mengabdikan ilmu pengetahuan untuk kepentingan rakyat,” ujar Ketut.

Ia juga mengingatkan pesan Bung Karno terkait pentingnya pangan bagi bangsa.
“Pangan merupakan soal hidup matinya suatu bangsa. Jika kebutuhan pangan rakyat tidak dipenuhi, maka malapetaka akan datang,” kutip Ketut.

Menurutnya, pandangan Bung Karno menempatkan pangan sebagai urusan hidup-mati bangsa. Petani disebut sebagai pilar dan penjaga utama ketahanan bangsa yang harus terus didukung melalui pendidikan dan penyuluhan.
“Mengatasi masalah pangan tidak bisa setengah-setengah. Harus dengan gerakan besar-besaran, radikal dan revolusioner,” tegasnya.

Sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi agama, sosial, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan penanggulangan bencana, ia menilai penguatan karakter dan ketahanan pangan adalah dua hal yang saling terkait dalam membangun jati diri bangsa.

Mahasiswa pertanian disebut tunas baru bangsa
Menurut Ketut Adiyaksa, mahasiswa pertanian adalah tunas-tunas baru yang akan menentukan masa depan bangsa.

“Ketika ilmu berpadu dengan karakter, integritas, dan kecintaan kepada tanah air, maka lahirlah generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan,” katanya.

Ia berharap semangat “Tunas Baru, Mengakar Kuat, Mewujudkan Pertanian yang Berdaya” tidak berhenti sebagai tema kegiatan, melainkan menjadi tekad nyata.

“Semoga semangat ini menjadi tekad untuk menjaga jati diri bangsa dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang pangan,” tutup Ketut.

(DW)

Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Exit mobile version