Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Cegah Bullying dan Kekerasan Seksual Sejak Dini, Polsek Gemolong Turun ke Sekolah, 70 Siswa SDN 2 Genengduwur Dibekali Edukasi Perlindungan Diri

×

Cegah Bullying dan Kekerasan Seksual Sejak Dini, Polsek Gemolong Turun ke Sekolah, 70 Siswa SDN 2 Genengduwur Dibekali Edukasi Perlindungan Diri

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

SRAGEN – Membangun lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan menjadi perhatian Polsek Gemolong, Polres Sragen. Melalui edukasi langsung kepada anak-anak, jajaran kepolisian membekali sekitar 70 siswa SD Negeri 2 Genengduwur dengan pemahaman tentang bahaya bullying dan kekerasan seksual, Jumat (25/9/2026).

 

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Kegiatan dipimpin Kanit Binmas Polsek Gemolong Aiptu Juni Eko Saputro bersama Bhabinkamtibmas Desa Genengduwur Briptu Septian Setya Budi. Sosialisasi diikuti siswa-siswi kelas I hingga VI, didampingi Kepala SDN 2 Genengduwur Rafika Said, M.Pd., serta para guru.

Dalam penyampaian materi, Aiptu Juni Eko Saputro mengingatkan bahwa perundungan bukan sekadar candaan atau kenakalan anak-anak. Perilaku mengejek, menghina, merendahkan, menganiaya, memukul, hingga menendang dapat menimbulkan tekanan psikologis dan penderitaan bagi korban.

Baca Juga :  Viral Tawuran di Tuntang, Polres Semarang Amankan Empat Remaja Pembawa Sajam

Ia menjelaskan, tindakan perundungan yang dianggap sepele oleh pelaku bisa meninggalkan dampak serius bagi korban. Karena itu, para siswa diajak untuk menghormati teman, tidak menjadikan kondisi fisik sebagai bahan ejekan, serta berani melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan.

“Bullying bukanlah candaan. Perilaku mengejek, menghina, dan menyakiti teman dapat membuat korban merasa tertekan. Anak-anak harus saling menghormati dan tidak melakukan kekerasan terhadap sesama,” demikian pesan edukasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :  ‎Polsek Cipatat Ambil Bagian dalam Program Penanaman Jagung 750 Hektar Polda Jabar, Garap Lahan 2 Hektar

Selain membahas perundungan, petugas juga memberikan pemahaman mengenai pendidikan seksual yang sesuai dengan usia anak. Materi mencakup pengenalan anatomi tubuh, kesehatan reproduksi, perubahan fisik saat pubertas, serta pentingnya membangun hubungan yang sehat dan aman.

Para siswa juga diajak mengenali perubahan emosi selama masa pertumbuhan, termasuk bagaimana mengelola perasaan dan memahami perubahan diri. Edukasi ini diharapkan dapat membantu anak-anak lebih mengenali tubuhnya, memahami batasan pribadi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekerasan seksual.

Baca Juga :  Wakapolres Sragen Pimpin Patroli Skala Besar, Selain Cegah Aksi Balap Liar, Fokus Amankan Obyek Vital KPU dan Bawaslu

Kapolsek Gemolong AKP Suprayitno menegaskan melalui kegiatan tersebut bahwa edukasi sejak dini menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran anak-anak agar mampu menjaga diri dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan aman dan tertib. Melalui edukasi ini, Polsek Gemolong berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang saling menghargai, berani bersikap ketika menghadapi perundungan, serta memahami pentingnya melindungi diri dari segala bentuk kekerasan.

Mariyo

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600