JAKARTA BARAT_HARIANESIA.COM— Kegiatan kunjungan dalam rangka penetapan nadzir sekaligus pengecekan dan peninjauan lokasi Makam Pulo Tiga Suku di wilayah Meruya Utara, Jakarta Barat, terlaksana dengan baik lancar dan kondusif.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri H. Supomo, S.H, selaku Pembina dan Pengawas Nadzir BWI Provinsi DKI Jakarta, bersama jajaran Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi DKI Jakarta dan BWI Jakarta Barat KH. Mawardi selaku Ketua BWI Jakarta Barat, KH. Fajar dan Fahmi serta sejumlah tokoh masyarakat dan unsur masyarakat di lingkungan Makam Pulo Tiga Suku.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penetapan nadzir serta untuk melihat secara langsung kondisi dan lokasi makam, selain itu, kegiatan menjadi momentum untuk membangun koordinasi dan komunikasi antara BWI pengelola wakaf, serta tokoh dan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut” H. Supomo, S.H. bersama jajaran BWI DKI Jakarta melakukan peninjauan lokasi secara langsung, selain jajaran BWI, turut hadir Ketua Syuriah dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Kembangan beserta jajaran dan para tokoh masyarakat Meruya Utara yang keberadaannya di lingkungan Makam Pulo Tiga Suku.
Adapun seluruh rangkaian kunjungan berlangsung tertib dengan suasana penuh kekeluargaan yang dimana kehadiran pejabat BWI dan berbagai unsur pejabat wilayah dan tokoh masyarakat diharapkan mampu dapat memperkuat sinergi dalam mengelola wakaf serta menjaga marwah keberadaan makam sesuai ketentuan yang berlaku.
“H. Supomo, S.H, selaku Pembina dan Pengawas Nadzir menyampaikan pentingnya koordinasi antara BWI, nadzir dan masyarakat dalam setiap proses pengelolaan aset wakaf.
Dikatakannya” Kunci pengelolaan wakaf terletak pada eksistensi pengelola wakaf, terutama nadzir dan tim kerja yang solid untuk memaksimalkan peran wakaf dimana wakaf apabila dikelola secara profesional, maka ia akan menjadi lembaga Islam potensial yang berfungsi mendanai dan mengembangkan perekonomian umat.
Karena maju mundurnya wakaf sangat ditentukan oleh baik buruknya manajemen pengelolaan wakaf itu sendiri, dengan demikian nadzir hendaknya didorong kinerja semaksimal mungkin untuk mencapai level dan performa yang terbaik sehingga dapat lebih berdampak pada nilai sosial” Ucapnya.
Melalui kunjungan dan peninjauan tersebut, diharapkan proses penetapan nadzir dapat berjalan dengan baik, adapun kegiatan kemudian ditutup dengan koordinasi bersama seluruh unsur yang hadir secara keseluruhan dengan harapan penetapan nadzir dalam pengelolaan dan pemanfaatan aset wakaf untuk kepentingan masyarakat”Tutupnya.




















