BANDUNG_HARIANESIA.COM_ 22 Mei 2026,PT Pegadaian kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan menorehkan kinerja positif pada periode 30 April 2026. Secara nasional, Pegadaian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 4,38 triliun, tumbuh 87,2% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 sebesar Rp 2,34 triliun.
Akselerasi performa gemilang ini tercermin dari realisasi total aset yang kini mencapai Rp 183,8 triliun, atau meningkat 56% dari tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 117,8 triliun. Pertumbuhan aset ini ditopang kuat oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp 153,6 triliun, naik 58,8% dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp 96,7 triliun.
Pencapaian impresif ini berjalan beriringan dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat dan pruden. Hal ini dibuktikan dengan penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) secara signifikan dari 0,82% pada periode 30 April 2025 menjadi 0,51% pada periode yang sama di tahun 2026.
Secara nasional, Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari dedikasi seluruh Insan Pegadaian dan kepercayaan nasabah yang terus terjaga. Memasuki usia ke-125 tahun, Pegadaian berkomitmen terus bertransformasi mengawinkan aspek digital dengan kebutuhan rill masyarakat.
“Hadirnya komoditas anyar seperti layanan Bulion dan kemudahan digital lewat aplikasi Tring! diharapkan mampu menjadi lokomotif baru yang mempermudah lintas generasi dalam berinvestasi aman bersama Pegadaian,” jelas Damar.
Sejalan dengan tren positif di tingkat pusat, PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat turut memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem bisnis perusahaan. Transformasi digital melalui aplikasi Tring! serta antusiasme masyarakat Jawa Barat terhadap investasi emas menjadi katalis utama pertumbuhan di wilayah ini.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, Eko Supriyanto menyampaikan apresiasinya atas capaian kolektif seluruh Insan Pegadaian di wilayah Jawa Barat yang telah bekerja keras memberikan layanan terbaik bagi nasabah.
“Kinerja positif ini adalah cerminan dari kepercayaan masyarakat Jawa Barat yang semakin tinggi terhadap produk-produk Pegadaian. Kami terus berupaya mendekatkan diri dengan nasabah, tidak hanya melalui jaringan outlet yang tersebar luas, tetapi juga melalui digitalisasi layanan. Kami yakin, dengan semangat untuk terus ‘MengEMASkan Indonesia’, masyarakat di Jawa Barat akan semakin terbantu dalam merencanakan masa depan keuangan mereka secara aman dan menguntungkan,” ujar Eko.
Ia menambahkan bahwa di wilayah Jawa Barat, edukasi mengenai emas sebagai safe haven dan kemudahan akses melalui layanan Bulion menjadi fokus utama dalam melayani berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga investor ritel.
Sebagai pelopor perusahaan yang mengantongi izin operasional kegiatan usaha bulion (Bank Emas) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pegadaian kini menghadirkan portofolio produk Bulion Services terlengkap, meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas.
Dengan infrastruktur keamanan standar internasional dan pengalaman panjang dalam mengelola agunan emas, Pegadaian optimis dapat terus memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap roda perekonomian nasional, khususnya di Jawa Barat, demi mewujudkan misi jangka panjang untuk MengEMASkan Indonesia.
Lepi
