Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Bisnis

BEI Gandeng Alpaca, Investor RI Bisa Akses 50 Bursa Global

×

BEI Gandeng Alpaca, Investor RI Bisa Akses 50 Bursa Global

Sebarkan artikel ini
Kemitraan BEI dengan Alpaca buka akses investor Indonesia ke 50 bursa global
BEI mengumumkan kerja sama dengan Alpaca pada 1 September 2026 untuk memfasilitasi transaksi efek di bursa luar negeri melalui sekuritas domestik.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalin kemitraan strategis dengan Alpaca, perusahaan teknologi finansial (fintech asal Amerika Serikat, untuk membuka akses pasar modal lintas negara. Langkah ini, yang diumumkan pada Selasa, 1 September 2026, menjadi titik awal bagi investor Indonesia untuk bertransaksi efek di bursa luar negeri melalui perusahaan sekuritas domestik.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa kerja sama ini berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru bagi anggota bursa. Selama ini, investor Indonesia yang ingin berinvestasi di saham global harus menggunakan platform di luar anggota bursa, sehingga peluang bisnis tersebut belum tergarap maksimal oleh sekuritas lokal.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

“Ini tentu akan menjadi potensi bisnis, potensi pendapatan baru bagi anggota bursa kita,” kata Jeffrey dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BEI dan AlpacaDB Inc di Gedung BEI, Jakarta.

Peran Alpaca dalam Menghubungkan Pasar

Alpaca merupakan perusahaan fintech yang telah terhubung dengan lebih dari 50 bursa di berbagai negara dan mengantongi izin operasi di sejumlah yurisdiksi. Melalui kolaborasi ini, anggota bursa Indonesia dapat membangun koneksi langsung dengan Alpaca untuk kemudian mengakses berbagai bursa luar negeri. “Sehingga investor itu bisa terekspos ke banyak bursa di luar negeri,” ujar Jeffrey.

Ia menambahkan bahwa selama ini anggota bursa BEI belum dapat memberikan layanan transaksi aset atau instrumen investasi di luar negeri kepada investor. Namun, landasan hukum baru membuka peluang tersebut.

Latar Belakang Regulasi dan Kesiapan OJK

Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) telah memberikan dasar hukum bagi anggota bursa untuk menyediakan layanan investasi ke luar negeri. Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun aturan pelaksanaan yang menjadi landasan bagi layanan tersebut. “Dengan UU P2SK itu sebenarnya sudah memungkinkan. Saat ini OJK juga sedang menyusun pengaturannya,” kata Jeffrey.

Baca Juga :  Otoritas Jasa Keuangan: 8 Juta Orang Pakai Pinjaman Daring, Apa yang Mendorong FOMO Gen Z?

BEI, menurut Jeffrey, mulai mempersiapkan anggota bursa agar memiliki akses ke pasar luar negeri. Kerja sama dengan Alpaca menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan infrastruktur dan ekosistem yang diperlukan.

Mekanisme dan Tahapan Kerja Sama

Penjajakan ini juga merespons kebutuhan anggota bursa untuk memperluas pilihan investasi bagi investor Indonesia. Sebelumnya, akses ke pasar luar negeri hanya tersedia melalui mekanisme dalam kerangka pasar berjangka. Kini, seiring beralihnya kewenangan pengaturan dan pengawasan produk derivatif keuangan, termasuk produk aset luar negeri (PALN), kepada OJK, BEI bersama anggota bursa melihat peluang untuk mengeksplorasi penyediaan layanan PALN melalui jalur pasar modal.

Dalam tahap awal, BEI dan Alpaca akan bertukar pengetahuan dan pengalaman mengenai mekanisme akses ke pasar luar negeri. BEI juga akan mempelajari berbagai ketentuan dan model yang dapat diterapkan di Indonesia, dengan tetap menyesuaikannya pada kebutuhan pasar dan regulasi yang berlaku.

Jeffrey menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini masih bersifat eksploratif dan pertukaran pengetahuan. Ia juga menekankan bahwa kerja sama tersebut tidak berarti Alpaca ditunjuk sebagai satu-satunya pihak yang akan memfasilitasi layanan PALN bagi anggota bursa. “Ini masih penjajakan awal,” ujarnya.

Baca Juga :  Braves’ ‘Long Time’ Backstop Cuts Ties With Team After Being Replaced By Newcomer

Langkah BEI ini menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar modal Indonesia yang selama ini kesulitan mengakses pasar global secara langsung. Dengan adanya regulasi yang mendukung dan infrastruktur yang mulai dibangun, investor Indonesia diharapkan dapat memiliki lebih banyak pilihan diversifikasi portofolio ke instrumen luar negeri. Namun, masih diperlukan waktu hingga aturan OJK selesai dan anggota bursa benar-benar siap menjalankan layanan tersebut.

Kerja sama dengan Alpaca juga membuka peluang bagi anggota bursa Indonesia untuk belajar dari praktik terbaik di pasar global. Alpaca, yang dikenal dengan platform trading berbasis API-nya, dapat memberikan wawasan tentang efisiensi eksekusi transaksi dan manajemen risiko lintas batas. Hal ini penting mengingat perbedaan zona waktu, regulasi, dan mekanisme kliring antara bursa domestik dan luar negeri.

Dari sisi investor, layanan PALN melalui anggota bursa domestik diharapkan memberikan kemudahan administrasi, transparansi biaya, dan perlindungan hukum yang lebih jelas dibandingkan skema investasi luar negeri informal yang selama ini banyak digunakan. Investor tidak perlu lagi membuka rekening di luar negeri atau menggunakan platform asing yang mungkin tidak terawasi oleh OJK.

Meskipun demikian, masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Selain penyelesaian regulasi, anggota bursa perlu menyiapkan sistem teknologi yang kompatibel dengan Alpaca dan bursa luar negeri. Selain itu, edukasi kepada investor tentang produk aset luar negeri juga menjadi kunci agar layanan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan risiko dapat dipahami dengan baik.

Baca Juga :  Emiten BSSR Tebar Dividen Rp 1,27 Triliun, RUPST Setujui Perubahan Direksi dan Komisaris

Ke depan, BEI berencana untuk terus menjajaki kemitraan serupa dengan penyedia koneksi bursa lainnya, tidak hanya terbatas pada Alpaca. Hal ini sejalan dengan visi untuk menjadikan pasar modal Indonesia semakin terintegrasi dengan ekosistem keuangan global.

Pertanyaan Umum

Apa itu Alpaca dan bagaimana perannya dalam kerja sama ini?

Alpaca adalah perusahaan teknologi finansial asal Amerika Serikat yang menyediakan koneksi ke lebih dari 50 bursa di seluruh dunia. Dalam kerja sama dengan BEI, Alpaca akan menjadi jembatan bagi anggota bursa Indonesia untuk mengakses pasar luar negeri, sehingga investor dapat bertransaksi efek global melalui sekuritas domestik.

Kapan layanan investasi ke luar negeri melalui anggota bursa akan tersedia?

Belum ada tanggal pasti karena OJK masih menyusun aturan pelaksanaan yang mendasari layanan tersebut. BEI saat ini masih dalam tahap penjajakan dan persiapan infrastruktur bersama Alpaca. Setelah regulasi selesai, anggota bursa perlu menyesuaikan sistem dan prosedurnya sebelum layanan dapat diluncurkan.

Apakah investor Indonesia bisa langsung membeli saham AS atau Eropa melalui skema ini?

Potensinya demikian, namun masih menunggu kepastian regulasi dan kesiapan anggota bursa. Skema ini dirancang untuk memberikan akses ke berbagai instrumen di luar negeri, termasuk saham, ETF, dan produk lainnya, melalui mekanisme yang sesuai dengan peraturan OJK dan UU P2SK.

Sumber: Katadata

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600