Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Aktivis Kumpulan Pemantau Korupsi Banten Berubah Menjadi Kumpulan Pemantau Korupsi Bersatu (KPKB), Kini Berskala Nasional

×

Aktivis Kumpulan Pemantau Korupsi Banten Berubah Menjadi Kumpulan Pemantau Korupsi Bersatu (KPKB), Kini Berskala Nasional

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Banten_HARIANESIA.COM— Aktivis Kumpulan Pemantau Korupsi Banten resmi memperluas kiprahnya menjadi Kumpulan Pemantau Korupsi Bersatu (KPKB) dengan cakupan perjuangan berskala nasional.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk memperkuat peran masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara serta mendorong transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

KPKB menegaskan bahwa perluasan skala organisasi bukan sekadar perubahan nama, melainkan langkah untuk memperkuat jaringan aktivis dalam mengawal berbagai persoalan yang berkaitan dengan dugaan penyimpangan anggaran dan tindak pidana korupsi di berbagai daerah.

Baca Juga :  Kemenko Polkam Gelar Rapat Koordinasi Rekomendasi Penguatan Skor Global Cybersecurity Index (GCI) Indonesia

Ketua Umum Aktivis KPKB, Dede Mulyana, menyatakan bahwa KPKB siap menjalankan fungsi kontrol sosial dengan mengedepankan data, fakta, serta mekanisme hukum yang berlaku.

“KPKB berkomitmen untuk terus melawan korupsi. Kami akan mengawal setiap dugaan penyimpangan berdasarkan fakta dan bukti, serta mendorong aparat penegak hukum agar bekerja secara profesional dan transparan.”

Menurutnya, perjuangan melawan korupsi membutuhkan keberanian, konsistensi, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, KPKB membuka ruang sinergi dengan aktivis, mahasiswa, masyarakat, dan berbagai elemen sosial lainnya yang memiliki kepedulian terhadap pemberantasan korupsi.

Baca Juga :  Galian Pipa PDAM di Pasar Minggu Diduga Abaikan Transparansi, Mandor Mengaku Tak Tahu Pagu Proyek

KPKB juga menegaskan bahwa kritik dan pengawasan terhadap pemerintah merupakan bagian dari kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Setiap dugaan pelanggaran hukum, kata Dede, harus disampaikan melalui jalur yang dapat dipertanggungjawabkan agar tidak menimbulkan fitnah maupun kesimpangsiuran informasi.

“Kami tidak akan berhenti mengawal uang rakyat. Siapa pun yang diduga melakukan penyimpangan harus diproses sesuai hukum apabila terdapat bukti yang cukup. KPKB siap berdiri bersama masyarakat untuk melawan korupsi,” tegasnya.

Baca Juga :  Kuliah Terbuka oleh Connie Rahakundini Bakri di St. Petersburg pada 10 Desember 2024

Dengan berubahnya organisasi menjadi Kumpulan Pemantau Korupsi Bersatu (KPKB) berskala nasional, para aktivis berharap gerakan pengawasan masyarakat terhadap korupsi dapat semakin kuat dan memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, serta berpihak kepada kepentingan rakyat.

Dede

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600