Jakarta – Aktivis KPKB menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki semangat kepedulian sosial yang jika dianalogikan mirip dengan kisah kepemimpinan Nabi dalam membantu umatnya keluar dari kesulitan hidup. Dalam sejarah Islam, kepemimpinan Nabi Musa dikenal sebagai simbol perjuangan membebaskan kaumnya dari penindasan dan penderitaan.
Menurut Mr Zefri Aktivis KPKB, semangat program MBG yang bertujuan membantu masyarakat, khususnya anak-anak dan kalangan kurang mampu, patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan bahwa berbeda dengan mukjizat dan pertolongan Allah dalam kisah para nabi, pelaksanaan program MBG menggunakan anggaran yang bersumber dari pajak rakyat.
“Program ini jangan hanya dijadikan simbol kepedulian, tetapi harus benar-benar tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Karena dana yang digunakan adalah uang rakyat,” tegasnya.
Aktivis KPKB juga menyoroti pentingnya pengawasan dalam distribusi dan pelaksanaan MBG agar tidak terjadi penyimpangan, mark-up anggaran, maupun praktik korupsi. Ia meminta aparat penegak hukum dan lembaga pengawas internal pemerintah untuk memastikan program berjalan sesuai aturan perundang-undangan.
Lebih lanjut, pihaknya berharap MBG bukan sekadar program populis, melainkan menjadi solusi konkret dalam meningkatkan gizi anak bangsa serta mengurangi angka stunting dan kemiskinan.
“Kalau memang niatnya baik untuk kesejahteraan rakyat, maka pengelolaannya pun harus bersih. Karena ini bukan dana pribadi, tapi dana dari pajak masyarakat Indonesia,” pungkas Zefri Aktivis KPKB.
Penulis :Dede Mulyana
