BANDUNG Pendidikan dan ekonomi kreatif menjadi kunci menekan pengangguran usia muda di Jawa Barat. Sejumlah program pemerintah di sektor pendidikan dinilai sudah berdampak, mulai dari kesejahteraan guru hingga revitalisasi sekolah. Namun penyederhanaan birokrasi dan pemerataan kualitas masih menjadi pekerjaan rumah.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi publik “Refleksi 2 Tahun Astacita: Menakar Realisasi Ekonomi Kreatif, Solusi Pengangguran Usia Muda di Jawa Barat” yang digelar Langkah Foundation di Haja Space, Jalan Cijawura 1, Kota Bandung, Kamis (22/10/2026).
Diskusi menghadirkan pegiat ekonomi kreatif dan pendidikan Muflih Dzakwan, http://S.Pd., Ketua Cabang PMII Kota Bandung Wahyu Pratama, dan Muhammad Abudzarr Fairuz dari Langkah Foundation.
*Program Guru dan Revitalisasi Mulai Terasa*
Muflih Dzakwan menilai peningkatan dukungan sertifikasi guru menjadi hal positif. Ia mencontohkan guru honorer yang mengabdi puluhan tahun akhirnya terpanggil PPG.
“Ketika pergantian kepemimpinan, Pak Prabowo punya semangat untuk menyejahterakan guru. Guru tersebut alhamdulillah terpanggil PPG,” ujarnya.
Selain itu, akses program revitalisasi bangunan sekolah kini lebih mudah. Sekolah yang dikelolanya mengajukan pada 2025 dan mendapat kesempatan pada 2026.
“Dulu sekolah-sekolah harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan program revitalisasi. Sekarang aksesnya dirasakan lebih mudah,” katanya.
*Keterampilan Praktis Jadi Kunci*
Pendidikan tidak cukup hanya akademik. Generasi muda perlu keterampilan praktis, kreativitas, literasi digital, dan adaptasi dunia kerja. Ekosistem ekonomi kreatif perlu diperkuat lewat pelatihan,
pendampingan, dan akses jejaring usaha.
*PMII: Evaluasi Fiskal dan Proyek Strategis*
Ketua PMII Kota Bandung Wahyu Pratama mengapresiasi diskusi sebagai ruang kritis anak muda.
“Tugas teman-teman mahasiswa, anak muda, memang mengingatkan. Harapannya, dari diskusi ini bisa lahir perbaikan dan ide-ide konstruktif,” ujarnya.
Ia menilai swasembada pangan patut diapresiasi, namun pengelolaan anggaran perlu dievaluasi agar tidak menghambat pelayanan publik di daerah. Proyek strategis nasional di Jabar juga harus memperhatikan lingkungan dan sosial masyarakat.
PR Besar: Birokrasi dan Pemetaan Sekolah Pelosok
Muflih menekankan pentingnya penyederhanaan birokrasi dan koordinasi antarlembaga, termasuk koordinasi data program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sektor pendidikan.
“Harapan terbesar saya adalah pemerintah bisa melakukan pemetaan terkait sekolah. Tidak semua sekolah itu bisnis. Banyak sekolah di pelosok yang memang niatnya untuk meningkatkan kualitas SDM,” tuturnya.
Lepi




















