Harianesia JAKARTA. Harga emas dunia dan emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) berpotensi bergerak fluktuatif pada pekan depan, dengan rentang pergerakan yang cukup lebar sehingga investor perlu mencermati sejumlah sentimen sebelum bertransaksi.
Ketegangan geopolitik, prospek kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS), serta pergerakan nilai tukar rupiah menjadi faktor utama yang akan memengaruhi harga logam mulia dalam beberapa hari ke depan.
Mengacu pada data Bloomberg, harga emas spot ditutup di level US$ 4.165 per ons troi pada Jumat (16/10/2026), turun 0,14% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, berdasarkan situs Logam Mulia, harga emas Antam ukuran 1 gram pada Minggu (18/10/2026) tercatat Rp 2.572.000, tidak berubah dibandingkan harga pada Sabtu (17/10/2026).
- Emas spot ditutup di US$ 4.165 per ons troi pada Jumat (16/10/2026), turun 0,14%.
- Harga emas Antam 1 gram pada Minggu (18/10/2026) tercatat Rp 2.572.000, stagnan dibanding sehari sebelumnya.
- Proyeksi pekan depan: emas dunia US$ 4.076–US$ 4.297 per ons troi, emas Antam Rp 2.490.000–Rp 2.640.000 per gram.
Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan harga emas.
Konflik Rusia-Ukraina serta ketegangan di sekitar Selat Hormuz berpotensi mengganggu pasokan energi dan mendorong kenaikan harga minyak mentah.
Ketidakpastian geopolitik juga dapat meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Namun, pergerakan harga logam mulia tetap akan dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan moneter AS dan dinamika pasar keuangan global.
Prospek Suku Bunga The Fed
Dari sisi moneter, Ibrahim memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan Oktober 2026. Menurut dia, keputusan tersebut dapat menjadi salah satu sentimen yang mendukung harga emas dunia maupun emas batangan di dalam negeri.
“Bahwa mempertahankan suku bunga ini akan bermanfaat juga ya bagi harga emas dunia maupun logam mulia,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).
Ibrahim juga memperkirakan konflik Rusia-Ukraina berpotensi berlangsung dalam jangka panjang. Kondisi tersebut dinilai dapat menjaga ketidakpastian geopolitik dan memengaruhi pergerakan harga komoditas global.
“Walaupun Trump selesai sebagai presiden, kemungkinan besar masih akan terus panjang peperangan di Eropa Timur,” tuturnya.
Pengaruh Rupiah terhadap Harga Emas Antam
Selain sentimen global, pergerakan rupiah terhadap dolar AS turut memengaruhi harga emas Antam. Pelemahan rupiah berpotensi mendorong kenaikan harga emas dalam rupiah, meskipun harga emas dunia tidak mengalami kenaikan.
Sebaliknya, penguatan rupiah dapat meredam kenaikan harga emas domestik. Artinya, arah nilai tukar menjadi variabel yang sama pentingnya dengan pergerakan harga emas di pasar internasional bagi pembeli emas Antam di dalam negeri.
Harga emas Antam yang dipatok dalam rupiah membuat pergerakannya tidak selalu sejalan dengan emas dunia, karena nilai tukar ikut menentukan hasil akhirnya.
Rentang Proyeksi Pekan Depan
Untuk perdagangan pekan depan, Ibrahim memperkirakan harga emas dunia bergerak dalam rentang US$ 4.076–US$ 4.297 per ons troi. Adapun harga emas Antam diproyeksikan berada di kisaran Rp 2.490.000–Rp 2.640.000 per gram.
Rentang proyeksi tersebut menunjukkan potensi pergerakan harga yang cukup lebar. Investor perlu mencermati perkembangan geopolitik, keputusan The Fed, serta nilai tukar rupiah sebelum mengambil keputusan transaksi.
Pertanyaan Umum
Berapa harga emas Antam 1 gram pada Minggu, 18 Oktober 2026?
Harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat Rp 2.572.000, tidak berubah dibandingkan harga pada Sabtu (17/10/2026).
Berapa harga emas spot terakhir?
Harga emas spot ditutup di level US$ 4.165 per ons troi pada Jumat (16/10/2026), turun 0,14% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Apa saja faktor yang memengaruhi harga emas pekan depan?
Ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah, prospek kebijakan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober 2026, serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Sumber: Kontan




















