Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Ekonomi

IHSG Anjlok 2,59% ke 5.936, Saham Konglomerat Berguguran

×

IHSG Anjlok 2,59% ke 5.936, Saham Konglomerat Berguguran

Sebarkan artikel ini
IHSG Anjlok 2 — Ilustrasi grafik penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan angka 2,59% dan level 5.936
IHSG ditutup merosot 2,59% ke level 5.936 pada perdagangan Senin (12/10).
Banner Iklan Harianesia 468x60

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 2,59% ke level 5.936 pada perdagangan awal pekan, Senin (12/10). Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 114 saham menguat, 602 saham terkoreksi, dan 77 saham tidak bergerak.

Tekanan jual merata hampir di seluruh pasar. Sejumlah saham milik konglomerat besar RI, mulai dari Grup Barito genggaman Prajogo Pangestu, Grup Bakrie, Grup Sinarmas, hingga Grup Djarum, ikut babak belur.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Grup Barito menjadi salah satu yang paling dalam koreksinya. PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok 14,95% ke Rp 4.040, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terperosok 14,94% ke Rp 655, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 11,48% ke Rp 2.390.

Dari Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 8,33% ke Rp 165, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) turun 8,33% ke Rp 66, dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tergelincir 9,29% ke Rp 332.

Sementara itu, Grup Djarum juga tidak luput dari tekanan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terperosok 1,65% ke Rp 5.950 dan PT Global Digital Niaga Putra Tbk (BELI) turun 3,40% ke Rp 284.

Pemicu Koreksi: Rumor Investigasi OJK

Merujuk informasi yang disampaikan Stockbit Sekuritas, anjloknya IHSG kali ini terjadi di tengah rumor bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengumumkan hasil investigasi.

Temuan itu berkaitan dengan dugaan manipulasi harga saham yang melibatkan sejumlah emiten di sektor energi terbarukan dan pertambangan batu bara. Investigasi tersebut dikabarkan berpotensi berujung pada denda hingga ratusan miliar rupiah.

Rumor sanksi OJK menyentuh langsung emiten energi terbarukan dan batu bara, dua sektor yang justru mencatat koreksi terdalam pada sesi ini.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham hari ini sebesar Rp 13,66 triliun dengan volume 62,14 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,87 juta kali. Adapun kapitalisasi pasar IHSG hingga sore ini tercatat Rp 1,87 triliun.

Baca Juga :  BEI tunda RUPSLB sampai POJK demutualisasi terbit

Dari sebelas sektor yang ada di BEI, seluruhnya tersungkur di zona merah. Sektor yang mencatat penurunan terbesar yakni energi yang terperosok 6%. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turun 8,33% ke Rp 165 menjadi salah satu yang berada di zona merah.

Saham Top Gainers dan Top Losers

Di tengah mayoritas saham yang terkoreksi, sejumlah emiten masih mampu mencetak penguatan pada perdagangan hari ini.

Saham top gainers:

  • PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 3,80% ke Rp 1.640
  • PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) naik 2,22% ke Rp 460
  • PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) naik 2,52%

Saham top losers:

  • PT Petrosea Tbk (PTRO) turun 14,95% ke Rp 4.040
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 14,94% ke Rp 655
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 11,48% ke Rp 2.390
Baca Juga :  Harga Teoretis Saham FORU Ditetapkan Rp131 Usai Ex-Rights

Bursa Asia Bergerak Bervariasi

Di kawasan regional, bursa saham Asia bergerak bervariasi. Indeks Nikkei stagnan dan Shanghai Composite turun 0,43%.

Sedangkan Hang Seng tumbuh 0,25% dan Straits Times naik 0,30%.

Pertanyaan Umum

Berapa penurunan IHSG pada 12 Oktober 2026?

IHSG ditutup merosot 2,59% ke level 5.936. Sebanyak 114 saham menguat, 602 saham terkoreksi, dan 77 saham tidak bergerak.

Saham apa saja yang paling dalam koreksinya?

PT Petrosea Tbk (PTRO) turun 14,95% ke Rp 4.040, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 14,94% ke Rp 655, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 11,48% ke Rp 2.390.

Apa penyebab anjloknya IHSG hari ini?

Koreksi terjadi di tengah rumor bahwa OJK akan mengumumkan hasil investigasi terkait dugaan manipulasi harga saham yang melibatkan sejumlah emiten di sektor energi terbarukan dan pertambangan batu bara, dengan potensi denda hingga ratusan miliar rupiah.

Sumber: Katadata

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600