BOGOR_HARIANESIA.COM– Sabtu 19 September 2026, Dua hari pelaksanaan Training of Trainers (TOT) menjadi momentum awal bagi para Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA Kota Bogor untuk memperkuat peran dalam membangun ekosistem olahraga yang inklusif serta memberikan ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.
Dalam semangat “Salam Olahraga, Jaya! Jaya! Jaya!”, para peserta menegaskan bahwa TOT bukan sekadar kegiatan pelatihan dan penerimaan sertifikat. Ilmu, pengetahuan, serta keterampilan yang diperoleh selama kegiatan akan diterapkan secara langsung di tengah masyarakat.
“Dua hari TOT bukan akhir. Dua hari adalah awal perjuangan,” demikian semangat yang disampaikan para Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA Kota Bogor.
Mereka menyatakan siap mengaplikasikan, mengaktualisasikan, dan menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan di lingkungan masing-masing.
Gerakan tersebut akan dilakukan mulai dari tingkat kampung hingga kelurahan dengan menjangkau para penyandang disabilitas di berbagai wilayah Kota Bogor.
“Dari Semplak sampai Tanah Sareal, dari Bogor Barat sampai Bogor Timur, kami akan menjemput, mengajak dan melatih saudara-saudara disabilitas untuk bergerak, berdaya dan berprestasi,” tegas mereka.
Agus Hermansyah Apresiasi Kemenpora
Ketua National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kota Bogor, Agus Hermansyah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) atas terselenggaranya kegiatan TOT tersebut.
Menurut Agus, pelaksanaan TOT menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas para penggerak olahraga disabilitas agar mampu menjalankan pembinaan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
“Terima kasih kepada Kemenpora yang telah menyelenggarakan kegiatan TOT ini. Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap pengembangan olahraga disabilitas,” ujar Agus Hermansyah.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh peserta selama TOT tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi dapat diterapkan di lapangan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat penyandang disabilitas di Kota Bogor.
Agus juga menilai kolaborasi antara pemerintah, NPCI, para penggerak olahraga disabilitas, komunitas, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas akses dan kesempatan berolahraga bagi penyandang disabilitas.
Menuju Olahraga yang Semakin Inklusif
Para penggerak menempatkan target peningkatan partisipasi olahraga disabilitas hingga 15 persen pada 2029 sebagai bagian dari upaya membangun Kota Bogor yang semakin inklusif.
Bagi mereka, penyandang disabilitas tidak membutuhkan rasa kasihan, melainkan kesempatan yang setara untuk mengembangkan potensi.
“Kami tidak butuh dikasihani. Kami butuh diberi kesempatan,” menjadi pesan yang ditegaskan dalam komitmen tersebut.
Dukungan sarana dan alat olahraga dari Kemenpora juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas pembinaan sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari kalangan penyandang disabilitas.
Apresiasi turut disampaikan kepada jajaran Kemenpora, termasuk Heru Komarudin selaku Tenaga Ahli Menteri, serta Witarsa, Ferdi, Guntur Aji, dan seluruh jajaran yang telah memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut.
Para Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA Kota Bogor menegaskan bahwa perjalanan membangun olahraga inklusif baru saja dimulai.
“BERDAYA! DISABILITAS BISA! BOGOR JUARA!”
Salam Olahraga — Jaya! Jaya! Jaya!
Red/Tim




















