Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Polres Demak Dorong Pelajar Kritis Hadapi Ancaman Hoaks dan Deepfake

×

Polres Demak Dorong Pelajar Kritis Hadapi Ancaman Hoaks dan Deepfake

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

DEMAK – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat informasi digital semakin mudah diproduksi dan disebarkan. Di sisi lain, teknologi tersebut juga membuka peluang munculnya informasi palsu, manipulasi digital, hingga deepfake.

Kondisi itu mendorong Polres Demak untuk memperkuat literasi digital di kalangan pelajar. Generasi muda dinilai perlu memiliki kemampuan untuk mengenali informasi yang benar sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, kemampuan menggunakan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis.

“AI memiliki banyak manfaat, terutama untuk mendukung pembelajaran dan kreativitas. Namun, pelajar juga harus memahami risiko penyalahgunaannya. Jangan sampai teknologi justru digunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak benar atau merugikan orang lain,” kata Samel, Jum’at (4/9/2026) di Mapolres Demak.

Baca Juga :  Penyaluran BLTS di Jatiroto Tertib dan Kondusif, 1.090 KPM Terima Bantuan

Menurut Samel, salah satu tantangan yang kini semakin berkembang adalah munculnya konten hasil manipulasi AI yang sulit dibedakan dari konten asli.

Foto, video, maupun suara seseorang dapat direkayasa menggunakan teknologi digital. Konten tersebut kemudian dapat digunakan untuk menyebarkan informasi palsu, melakukan penipuan, atau membentuk persepsi tertentu terhadap seseorang.

“Sekarang sebuah foto, video, bahkan suara bisa dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat dan terdengar seperti asli. Karena itu, jangan menjadikan apa yang kita lihat di media sosial sebagai kebenaran tanpa melakukan pengecekan,” ujarnya.

Baca Juga :  Datang Urus SIM, Pulang dengan Edukasi: Satlantas Polresta Pati Perkuat Pelayanan Transparan

Polres Demak mengingatkan pelajar agar membiasakan diri melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima melalui media sosial.

Salah satunya dengan melihat sumber informasi, membandingkan dengan sumber lain, serta tidak terburu-buru membagikan konten yang belum diketahui kebenarannya.

Selain menjadi pengguna yang kritis, pelajar juga didorong memanfaatkan AI untuk kegiatan yang produktif, seperti membantu memahami materi pelajaran, mencari referensi, mengembangkan kreativitas, dan mendukung proses belajar.

Baca Juga :  Polda Kalteng Terima Laporan Dugaan Penggelapan 50 Kendaraan Roda Empat

Samel menegaskan, kehadiran AI tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan kemampuan untuk berpikir secara mandiri.

“Teknologi adalah alat. Yang paling penting adalah bagaimana kita menggunakannya secara bijak, bertanggung jawab dan tetap menjunjung etika. Kami ingin pelajar menjadi generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga cerdas dalam menggunakannya,” pungkasnya.

Mariyo

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600