Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Ekonomi

InJourney Airport Proyeksikan 159 Juta Penumpang pada 2026

×

InJourney Airport Proyeksikan 159 Juta Penumpang pada 2026

Sebarkan artikel ini
Proyeksi 159 juta penumpang di bandara InJourney pada 2026
InJourney Airports memproyeksikan 159 juta penumpang pada akhir 2026.
Banner Iklan Harianesia 468x60

PT Angkasa Pura Indonesia, yang kini beroperasi di bawah bendera InJourney Airports, memproyeksikan jumlah penumpang pesawat di bandara-bandara kelolaannya dapat mencapai 159 juta orang pada akhir tahun 2026. Angka ini naik 1 juta penumpang dibandingkan realisasi tahun lalu, meskipun tekanan pada sektor domestik masih berlanjut.

“Kami perkirakan antara 150 hingga 159 juta orang. Memang saat ini penumpang domestik mengalami penurunan, tetapi untuk internasional justru mulai meningkat,” kata Direktur Utama InJourney Airports, M. Rizal, saat ditemui di Kompleks DPR RI, Kamis (3/9/2026).

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Pada paruh pertama tahun ini, total penumpang yang tercatat di seluruh bandara yang dikelola perusahaan mencapai 74 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 juta orang merupakan penumpang internasional, sementara 54 juta orang lainnya adalah penumpang domestik, yang mencatat penurunan 2% dibandingkan semester I 2025.

Penurunan lalu lintas domestik dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk melemahnya daya beli masyarakat dan efisiensi rute yang dilakukan maskapai penerbangan. Di sisi lain, pemulihan penerbangan internasional didorong oleh pelonggaran kebijakan visa di berbagai negara tujuan serta peningkatan frekuensi penerbangan ke destinasi utama seperti Arab Saudi, Malaysia, Singapura, dan Australia.

Tak hanya jumlah penumpang, angkutan kargo pun ikut terkontraksi. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, volume kargo yang diangkut tercatat sebanyak 697 ribu ton, terdiri dari 494 ribu ton kargo domestik dan 203 ribu ton kargo internasional. Angka ini menurun 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sejalan dengan perlambatan aktivitas ekspor-impor nasional dan ketidakpastian rantai pasok global.

Baca Juga :  IHSG Koreksi Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut ke Rp11.431 T

Meski penumpang dan kargo menurun, pergerakan pesawat justru mencatat peningkatan. Jumlah pergerakan pesawat pada semester I 2026 tercatat sebanyak 577 ribu pergerakan, naik dari 571 ribu pergerakan pada periode yang sama tahun lalu. Ini mengindikasikan bahwa maskapai cenderung meningkatkan frekuensi penerbangan dengan kapasitas tempat duduk yang lebih rendah, atau lebih banyak menggunakan pesawat berbadan kecil untuk rute tertentu.

“Syukur alhamdulillah pesawat ada peningkatan, tapi sejujurnya domestik kita masih cukup dalam, dan internasional mulai bergerak.”

— M. Rizal, Direktur Utama InJourney Airports

Kinerja Keuangan Semester I 2026

PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports membukukan pendapatan sebesar Rp10,23 triliun pada semester I 2026, meningkat 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini dicapai di tengah tantangan geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang mempengaruhi biaya operasional penerbangan dan rute.

“Berkat transformasi yang dijalankan di bawah Danantara, InJourney Airports tetap dapat menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan global, khususnya ditopang peningkatan bisnis nonaeronautika,” kata Rizal dalam keterangan yang dikutip dari Antara.

Danantara merupakan holding BUMN yang mengintegrasikan sektor pariwisata, penerbangan, dan infrastruktur pendukung. Transformasi ini mendorong InJourney Airports untuk memperkuat portofolio bisnis non-aeronautika, seperti pengelolaan properti komersial, ritel bandara, perparkiran, dan layanan logistik. Alhasil, kontribusi pendapatan non-aeronautika naik signifikan dari 30% sebelum transformasi menjadi sekitar 38% dari total pendapatan usaha pada semester I 2026.

Direktur Keuangan InJourney Airports, Pahlevi, menambahkan bahwa peningkatan pendapatan non-aeronautika ini menjadi bantalan penting ketika pendapatan aeronautika tertekan oleh penurunan jumlah penumpang domestik. “Saat ini kontribusi pendapatan non-aeronautika InJourney Airports mencapai sekitar 38% dari total pendapatan usaha, meningkat dari 30% sebelum transformasi dijalankan saat masih di Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II,” katanya.

Secara keseluruhan, perusahaan masih optimistis dapat mencapai target proyeksi penumpang tahun ini, dengan catatan penguatan sektor internasional terus berlanjut dan ada perbaikan kondisi ekonomi domestik pada paruh kedua 2026. Beberapa strategi yang tengah dijalankan termasuk optimalisasi kerja sama dengan maskapai asing, pengembangan rute baru ke kawasan Timur Tengah dan Asia Timur, serta peningkatan layanan bandara untuk menarik minat wisatawan mancanegara.

Dari sisi kargo, perusahaan juga berupaya mendiversifikasi layanan logistik dan memperkuat kemitraan dengan perusahaan ekspedisi besar untuk memanfaatkan potensi e-commerce lintas batas. Meskipun volume kargo sempat turun, peningkatan pergerakan pesawat diharapkan mampu memberikan kapasitas angkut tambahan yang dapat dimanfaatkan secara fleksibel.

Pertanyaan Umum

Mengapa jumlah penumpang domestik menurun sementara internasional meningkat?

Penurunan penumpang domestik disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat, efisiensi rute maskapai, serta pergeseran preferensi perjalanan. Sementara itu, penerbangan internasional terdorong oleh pelonggaran kebijakan visa, peningkatan frekuensi penerbangan ke destinasi utama, serta pemulihan pariwisata luar negeri.

Apa peran Danantara dalam transformasi InJourney Airports?

Danantara sebagai holding BUMN mendorong integrasi dan restrukturisasi bisnis InJourney Airports, khususnya dalam memperkuat lini non-aeronautika seperti ritel, properti, dan logistik. Transformasi ini meningkatkan kontribusi pendapatan non-aeronautika dari 30% menjadi 38% dalam dua tahun terakhir, membantu perusahaan tetap bertumbuh saat pendapatan aeronautika tertekan.

Bagaimana prospek penerbangan internasional di sisa tahun 2026?

Prospek penerbangan internasional dinilai positif, didukung oleh peningkatan frekuensi penerbangan ke Timur Tengah, Asia Timur, dan Australia. InJourney Airports menargetkan penambahan rute baru dan kerja sama dengan maskapai asing, sehingga diperkirakan jumlah penumpang internasional dapat terus meningkat pada paruh kedua 2026.

Sumber: Katadata

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600