Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Berita

PPA dan BNPB Salurkan 2 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

×

PPA dan BNPB Salurkan 2 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Sebarkan artikel ini
Petugas bersama relawan menyalurkan bantuan logistik dari truk untuk korban gempa NTT
PPA dan BNPB menyalurkan bantuan logistik seberat 2 ton untuk korban gempa NTT.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Jakarta, 1 September 2026 – PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA menyalurkan bantuan logistik seberat 2 ton bagi para korban gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal Agustus lalu. Bantuan tersebut dikirim dalam dua tahap pada pertengahan dan akhir Agustus 2026, bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (Ikatek Unhas).

Gempa bumi yang melanda wilayah NTT pada awal Agustus 2026 mengakibatkan kerusakan signifikan pada hunian warga dan fasilitas umum. Pemerintah daerah bersama BNPB langsung mengaktifkan posko tanggap darurat di beberapa titik, termasuk di Lanud Halim Perdanakusuma yang menjadi pusat penerimaan bantuan logistik dari berbagai kementerian dan BUMN. Dalam situasi darurat seperti ini, percepatan penyaluran kebutuhan dasar menjadi prioritas utama untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih luas.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Direktur Utama PT PPA, M. Teguh Wirahadikusumah, menegaskan bahwa respons cepat terhadap bencana merupakan wujud komitmen perusahaan. “Kami bergerak cepat merespons bencana gempa di NTT karena kebutuhan dasar masyarakat terdampak tidak bisa menunggu,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (31 Agustus 2026).

Penyaluran Bantuan dalam Dua Tahap

Tahap pertama dilaksanakan pada 19 Agustus 2026 melalui Posko Penerimaan Bantuan Logistik BNPB di Lanud Halim Perdanakusuma. Bantuan yang dikirim pada tahap awal memiliki bobot total 1 ton dan terdiri dari 196 koli pangan dasar.

  • Mi instan
  • Beras
  • Kornet
  • Sarden
Baca Juga :  Prabowo Tinjau Langsung Penanganan Gempa di NTT Hari Ini

Sementara itu, tahap kedua berlangsung pada 22 Agustus 2026. Pada tahap ini PPA berkolaborasi langsung dengan Ikatek Unhas untuk memastikan distribusi yang lebih tepat sasaran. Bantuan yang disalurkan kembali sebanyak 1 ton dengan jenis barang yang lebih beragam.

  • Beras
  • Mi instan
  • Minyak goreng
  • Telur
  • Susu UHT
  • Susu bubuk
  • Air minum dalam kemasan

Pada tahap kedua, PPA juga menambahkan dukungan operasional berupa pasokan kelistrikan dan ransum bagi para relawan yang bertugas di lapangan. Hal ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas logistik dan evakuasi di wilayah terdampak.

Kolaborasi dengan BNPB dan Ikatek Unhas memungkinkan bantuan dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran.

— M. Teguh Wirahadikusumah, Direktur Utama PT PPA

Bagian dari Program TJSL Kemerdekaan RI

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PPA sepanjang Agustus 2026. Program ini digelar sebagai wujud kontribusi nyata perusahaan dalam memperingati Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Program TJSL tersebut tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Jabodetabek, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Timur. Secara umum, program ini menyasar empat pilar utama:

  • Kesehatan masyarakat
  • Pendidikan
  • Bantuan bencana alam (tanggap darurat)
  • Pelestarian sosial budaya

Seluruh rangkaian kegiatan TJSL ini mengintegrasikan partisipasi aktif karyawan PPA sebagai relawan serta sinergi dengan berbagai mitra strategis. Pendekatan partisipatif ini bertujuan memastikan program dapat menjangkau penerima manfaat secara langsung dan tepat sasaran, bukan sekadar seremonial.

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan aset, PPA memiliki mandat untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi nasional. Respons tanggap darurat terhadap bencana alam seperti gempa NTT menjadi salah satu bentuk implementasi mandat tersebut, sejalan dengan arahan Kementerian BUMN tentang TJSL yang terukur dan berdampak.

Kami percaya bahwa kontribusi sosial yang bermakna lahir dari kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh elemen perusahaan. Ke depan, PPA akan terus memperkuat program TJSL yang berdampak nyata bagi masyarakat, merespons kebutuhan mendesak, dan mendukung pelestarian nilai-nilai budaya bangsa.

— M. Teguh Wirahadikusumah

Kolaborasi antara PPA, BNPB, dan Ikatek Unhas dalam penanganan bencana di NTT menjadi contoh sinergi lintas sektor yang efektif. BNPB sendiri telah mengaktifkan mekanisme logistik darurat sejak hari pertama gempa, dan keterlibatan BUMN seperti PPA mempercepat distribusi bantuan ke titik-titik yang sulit dijangkau.

Ikatek Unhas, sebagai mitra PPA pada tahap kedua, memiliki jejaring alumni yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di NTT. Hal ini memudahkan koordinasi lapangan dan pemantauan distribusi agar bantuan benar-benar sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan, bukan hanya di pusat evakuasi utama.

Secara keseluruhan, total bantuan logistik yang telah disalurkan PPA mencapai 2 ton. Meskipun angka ini relatif kecil dibandingkan total kebutuhan di NTT, kontribusi tersebut merupakan bagian dari upaya kolektif yang melibatkan puluhan BUMN dan lembaga kemanusiaan lainnya. PPA berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan akan menyalurkan bantuan tambahan jika diperlukan.

Pertanyaan Umum

Mengapa penyaluran bantuan dilakukan dalam dua tahap?

Penyaluran bertahap memungkinkan PPA menyesuaikan jenis dan volume bantuan berdasarkan kebutuhan aktual di laparan. Tahap pertama fokus pada pangan dasar darurat, sedangkan tahap kedua menambahkan barang yang lebih beragam serta dukungan operasional bagi relawan.

Apa perbedaan bantuan tahap pertama dan kedua?

Tahap pertama (19 Agustus 2026) dikirim langsung melalui Posko BNPB di Lanud Halim Perdanakusuma dan berisi mi instan, beras, kornet, dan sarden. Tahap kedua (22 Agustus 2026) berkolaborasi dengan Ikatek Unhas dan menambahkan minyak goreng, telur, susu UHT, susu bubuk, dan air minum, serta dukungan logistik untuk relawan.

Apakah PPA akan menyalurkan bantuan lebih lanjut?

PPA menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di NTT dan siap menyalurkan bantuan tambahan jika diperlukan. Keputusan tersebut akan didasarkan pada koordinasi dengan BNPB dan pemda setempat.

Sumber: Republika

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600