Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Berita

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Demo, Gus Ipul: Itu Dinamika Biasa

×

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Demo, Gus Ipul: Itu Dinamika Biasa

Sebarkan artikel ini
Aksi demonstrasi saat sidang tata tertib Muktamar ke-35 NU di Jombang
Gus Ipul menyebut aksi demo sebagai dinamika biasa dalam muktamar.
Banner Iklan Harianesia 468x60

jatim.jpnn.com, JOMBANG – Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul merespons aksi demonstrasi saat sidang tata tertib pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

Gus Ipul menganggap demonstrasi sekelompok orang tersebut bagian dari dinamika forum. Menurutnya, aksi itu harus secara penuh tidak boleh sepotong-sepotong.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

?”Ya, itu biasalah dinamikanya. Ya, kita lihat ini sebagai bagian dari pernak-perniknya muktamar,” kata Gus Ipul di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Minggu (30/8).

Baca Juga :  10.000 Orang Demo, Kantor BGN Disegel: Apa yang Terjadi dengan Program MBG?

Sekretaris Jenderal (Sekjend) PBNU itu menyebut area berlangsungnya muktamar sudah dilengkapi CCTV. Dia hanya perlu membuka rekaman untuk melakukan pendalaman.

Aksi itu diduga karena masa iddah dalam Peraturan Perkumpulan (Perkum) NU adalah 1 tahun, calon Rais Aam dan Ketua Umum PBNU setelah tidak aktif dari jabatan politiknya.

“Ya (masalah iddah Perkum NU), nanti itu muktamirin lah ya, kami panitia hanya memfasilitasi bagaimana semua lancar untuk pembahasan materinya di dalamnya,” ujarnya.

Baca Juga :  10.000 Orang Demo, Kantor BGN Disegel: Apa yang Terjadi dengan Program MBG?

Gus Ipul menyebut seluruh peraturan pemilihan Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU harus dibahas dalam muktamar. Nantinya, para muktamirin yang akan musyawarah.

“Belum tahu saya, kalau mengubahnya semua tergantung muktamirin. Keputusan-keputusan di sini adalah keputusan yang mengikat,” jelasnya.

“Kalau nanti misalnya mau diubah ya tentu atas persetujuan peserta muktamar, kita tunggu saja. Sekarang suasananya udah reda sedang musyawarah mencari jalan yang terbaik,” pungkasnya.

Baca Juga :  10.000 Orang Demo, Kantor BGN Disegel: Apa yang Terjadi dengan Program MBG?

Diberitakan sebelumnya, massa aksi menganggap Perkum NU membuat pencalonan Ketua Umum PBNU, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf terhambat.

“Kami menolak segala sesuatu penggunaan Perkum untuk menghalangi pencalonan KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf secara sepihak dan diskriminatif,” ucap orator lainnya.

“Perkum harus menjadi instrumen penataan organisasi bukan sebagai senjata politik untuk menyingkirkan calon tertentu dalam Muktamar PBNU. Kami meminta panitia bersikap adil,” imbuhnya. (mcr23/jpnn)

Sumber: JPNN.com

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600