Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Penumpukan Sampah 1 Bulan di RW 14 Duri Kepa, Warga Keluhkan Truk Rusak dan Pembatasan di Bantar Gebang

×

Penumpukan Sampah 1 Bulan di RW 14 Duri Kepa, Warga Keluhkan Truk Rusak dan Pembatasan di Bantar Gebang

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Jakarta_HARIANESIA.COM, 18 Agustus 2026, Tumpukan sampah rumah tangga di RW 14 Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, sudah menumpuk lebih dari satu bulan dan belum juga diangkut petugas kebersihan.

Salah satu warga RW 14 yang enggan nama di tulis menjelaskan keterlambatan ini terjadi karena dua kendala utama. Pertama, armada truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup sedang mengalami kerusakan. Kedua, tempat pembuangan akhir di TPST Bantar Gebang, Bekasi, saat ini memberlakukan pembatasan jumlah truk yang masuk.

Banner Iklan Harianesia 300x600

“Udah sebulan sampah di sini numpuk. Katanya truknya rusak, terus di Bantar Gebang juga dibatasi. Bau dan lalatnya udah kemana-mana,” ujar warga.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Kota Bambu Selatan Cek Tanaman Pangan Warga, Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

Kondisi ini sejalan dengan kebijakan terbaru pengelola TPST Bantar Gebang. Sejak April 2026, jumlah armada yang diizinkan masuk dipangkas dari biasanya 1.200-1.300 truk per hari menjadi sekitar 600-900 truk per hari untuk mengendalikan volume yang sudah melebihi kapasitas. Ketinggian tumpukan sampah di lokasi bahkan dilaporkan mencapai 40 meter, setara bangunan 16-17 lantai.

Baca Juga :  Garam yang Hilang dari Periuk Negara: Mengapa Partai Kristen Harus Berani 'Melepaskan Pakaian' Sektarian untuk Kembali Berbisa

Selain pembatasan kuota, mulai Agustus 2026 Bantar Gebang juga hanya menerima jenis sampah residu. Pemprov DKI melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 meminta warga memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Sampah residu adalah sisa yang tidak bisa didaur ulang maupun dikompos.

Namun di lapangan, sejumlah wilayah seperti Duri Kepa masih merasakan dampak keterlambatan.

Baca Juga :  Ketum Aktivis KPKB Apresiasi Program MBG, Program Nyata untuk Anak-Anak Bangsa

Warga RW 14 duri Kepa berharap ada solusi cepat, baik berupa penambahan armada pengganti maupun titik pembuangan sementara, agar tumpukan sampah tidak menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan lebih lanjut.

(Herman)

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600