Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Pengungkapan Korupsi di Jabar Terus Berjalan, Polda Jabar Ajak Media Jadi Garda Pencegahan

×

Pengungkapan Korupsi di Jabar Terus Berjalan, Polda Jabar Ajak Media Jadi Garda Pencegahan

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

BANDUNG_HARIANESIA.COM_ Polda Jawa Barat mencatat pengungkapan 12 perkara tindak pidana korupsi sepanjang 2025 hingga 2026. Di tengah upaya tersebut, media massa diminta mengambil peran lebih besar dalam mengawal penegakan hukum sekaligus mendorong pencegahan korupsi.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K. M.H saat menjadi narasumber dalam diskusi senja bertema “Peran media dan Jurnalis dalam pemberantasan korupsi saat ini untuk kemajuan bangsa dan negara” di Hotel UTC Unpad, Dago, Bandung, Senin (3/8/2026).

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Kabid Humas Polda Jabar mengungkapkan, sepanjang 2025 penyidik Tipidkor Polda Jabar menangani 12 perkara korupsi. Rinciannya, tiga kasus masih tahap penyidikan, tiga telah memasuki tahap I, dan enam perkara sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

Baca Juga :  Kapolsek Cibungbulang Jalin Silaturahmi dan Tingkatkan Soliditas Lewat Sambang Tokoh Masyarakat

Sementara pada 2026, Polda Jabar kembali mengungkap delapan kasus korupsi. Tiga perkara masih dalam penyidikan, dua memasuki tahap I, tiga telah dilimpahkan ke kejaksaan, sedangkan satu perkara dihentikan karena tersangkanya meninggal dunia.

“Pengungkapan kasus korupsi bukan perkara mudah. Prosesnya panjang, pembuktiannya rumit, dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” ujarnya.

Menurutnya, perangkat hukum untuk memberantas korupsi di Indonesia sudah lengkap, mulai dari regulasi hingga lembaga penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, dan KPK. Tantangan yang masih dihadapi justru terletak pada aspek moral, etika, dan budaya antikorupsi.

Baca Juga :  Kapolsek Dramaga Laksanakan Ops Premanisme/Pungli, Berikan Arahan Serta Pembinaan Dalam Rangka Cipta Kondisi Wilayah Hukum Dramaga Aman Kondusif

Ia juga menyoroti peran media sebagai pilar keempat demokrasi. Menurutnya, media tidak hanya berfungsi mengawasi jalannya penegakan hukum, tetapi juga membangun opini publik yang sehat melalui pemberitaan yang berimbang, kritis, dan berbasis fakta.

Selain itu, Kombes Hendra mendorong media lebih masif mengangkat isu pemiskinan koruptor, perampasan aset hasil kejahatan, serta pendidikan antikorupsi sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Baca Juga :  Polda Jabar Tuntaskan Operasi Antik Lodaya 2025, 372 Tersangka Ditangkap, 68 Ribu Jiwa Terselamatkan

“Media memiliki kontribusi besar sebagai kontrol sosial. Dukungan terhadap penegakan hukum harus dibangun melalui informasi yang akurat, bukan sekadar mengikuti arus opini di media sosial,” pungkasnya.

Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

Lepi

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600