SRAGEN – Upaya memutus mata rantai penularan tuberkulosis (TB) terus digencarkan Polres Sragen bersama jajaran puskesmas hingga tingkat desa.
Kali ini, Polsek Sukodono bersinergi dengan tenaga kesehatan melaksanakan kegiatan tracing terhadap kontak erat pasien TB di Desa Juwok, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Petugas Pengelola Program TB Puskesmas Sukodono Ayu Wulandari, A.Md.Kep., Bhabinkamtibmas Desa Juwok Aipda Agtri Utomo, serta Bidan Desa Titik, A.Md.Keb.
Tim melakukan penelusuran terhadap anggota keluarga dan orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB klinis maupun TB paru sebagai langkah deteksi dini guna mencegah penyebaran penyakit.
Dalam pelaksanaannya, petugas mendatangi dua lokasi pasien positif TB. Dari pasien TB klinis, tim mengidentifikasi tiga kontak erat yang masuk kategori suspek TB klinis.
Sementara dari pasien TB paru, dua kontak erat lainnya juga dilakukan pemeriksaan awal karena berisiko terpapar penyakit tersebut.
Selain pendataan, petugas juga melakukan pengambilan sampel dahak terhadap kontak erat sebagai bagian dari proses pemeriksaan laboratorium.
Edukasi kesehatan turut diberikan kepada keluarga pasien agar segera memeriksakan diri ke puskesmas apabila mengalami batuk yang berlangsung selama tujuh hari berturut-turut atau lebih.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, melalui Kapolsek Sukodono AKP Mujiyanto, mengatakan keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tracing merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat.
“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mendukung upaya pencegahan penyakit menular melalui pendampingan kegiatan tracing bersama tenaga kesehatan. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus, mencegah penularan yang lebih luas, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan sejak dini,” ujar AKP Mujiyanto mewakili Kapolres Sragen.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Bhabinkamtibmas, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa menjadi kekuatan penting dalam mendukung program eliminasi TB di Kabupaten Sragen. Kehadiran polisi di tengah masyarakat juga diharapkan mampu memberikan rasa aman, meningkatkan partisipasi warga, serta menghilangkan stigma terhadap penderita TB sehingga proses pengobatan dan pengawasan dapat berjalan optimal.
Melalui langkah preventif yang dilakukan secara berkelanjutan, Polres Sragen menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program kesehatan nasional, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin demi mewujudkan Kabupaten Sragen yang lebih sehat dan bebas tuberkulosis.
Mariyo






















