Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Panen 56 Kilogram Ikan Lele di Lahan SAE, Lapas Kelas IIB Pati Perkuat Pembinaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

×

Panen 56 Kilogram Ikan Lele di Lahan SAE, Lapas Kelas IIB Pati Perkuat Pembinaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

PATI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati kembali menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan melalui program kemandirian. Komitmen tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan panen ikan lele di Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Rabu (22/7/2026).

Panen kali ini menghasilkan sebanyak 56 kilogram ikan lele yang selanjutnya diserahkan kepada dapur Bama Lapas Kelas IIB Pati untuk mendukung kebutuhan konsumsi warga binaan. Hasil tersebut merupakan buah dari proses budidaya yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, mulai dari persiapan kolam, penebaran benih, perawatan, pemberian pakan, hingga masa panen, dengan pendampingan langsung dari petugas.
Program budidaya ikan lele di Lahan SAE menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang perikanan. Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta etos kerja yang diharapkan menjadi bekal berharga saat kembali ke tengah masyarakat.
Selain meningkatkan kompetensi warga binaan, program ini juga menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Pati dalam mendukung program ketahanan pangan serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, mengatakan bahwa keberhasilan panen ikan lele merupakan bukti nyata pelaksanaan program pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan warga binaan.
“Melalui berbagai program kemandirian yang dilaksanakan di Lahan SAE, kami berharap warga binaan tidak hanya mampu menghasilkan produk yang bermanfaat, tetapi juga memiliki karakter yang lebih baik serta keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri setelah menyelesaikan masa pidananya. Inilah wujud pembinaan yang produktif dan berkelanjutan,” ujar Suprihadi.
Ke depan, Lapas Kelas IIB Pati akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan berbasis keterampilan dan pemberdayaan sebagai bagian dari komitmen menciptakan warga binaan yang lebih produktif, mandiri, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Mariyo

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Baca Juga :  Lagi, Kejagung Tetapkan 9 Tersangka Baru Kasus Minyak Mentah Pertamina
Banner Iklan Harianesia 120x600