Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Polisi Sita 45 Botol Miras Ilegal di Tiga Kecamatan Pati, Tiga Penjual Ditindak

×

Polisi Sita 45 Botol Miras Ilegal di Tiga Kecamatan Pati, Tiga Penjual Ditindak

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

PATI – Satuan Samapta Polresta Pati menyita 45 botol minuman keras (miras) tanpa izin dari tiga lokasi berbeda di Kabupaten Pati dalam Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) Operasi Pekat II Candi 2026, Senin (13/7/2026). Tiga penjual miras ilegal turut didata dan diberikan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Operasi yang dipimpin Kaur Bin Ops Sat Samapta IPDA Priyono, S.H. bersama Ps. Kasubnit 1 Dalmas AIPTU Suroso dan lima personel Unit Dalmas itu menyasar warung-warung yang diduga menjadi lokasi penjualan minuman keras tanpa izin di Kecamatan Gunungwungkal, Tayu, dan Cluwak.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Di lokasi pertama, petugas mendatangi warung milik J (60) di Desa Gunungwungkal, Kecamatan Gunungwungkal. Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan 13 botol miras yang terdiri atas lima botol Anggur Merah, lima botol Newport, dua botol Anggur Kolesom, dan satu botol Topi Miring.

Baca Juga :  Sinergitas TNI Polri Dan Stakeholder Terkait Giat Cooling Sistem Sambang Serta Penanggulangan Demi MenciptakanSituasi Kamtibmas Yang Aman Terbenas Dari Penyakit DBD Dilakukan Fogging Diwilayah Binaan

Selanjutnya, petugas bergerak ke Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu. Di warung milik K (46), polisi kembali menemukan 12 botol minuman beralkohol tanpa izin, terdiri atas lima botol Anggur Merah, lima botol Kawa Kawa, dan dua botol Anggur Kolesom.

Operasi kemudian berlanjut ke Desa Mojo, Kecamatan Cluwak. Dari warung milik M (57), petugas menyita 20 botol minuman keras berkadar alkohol 40 persen, terdiri atas 10 botol Arak Bali dan 10 botol Arak Putih. Total barang bukti yang diamankan dari ketiga lokasi mencapai 45 botol miras.

Kapolresta Pati melalui Kasat Samapta Polresta Pati Kompol Ali Mahmudi, S.H. mengatakan operasi tersebut merupakan langkah nyata kepolisian dalam menekan peredaran minuman keras ilegal yang berpotensi memicu tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga :  Pastikan Ketersediaan dan Kualitas, Satgas Pangan Polres Jakbar Bersama Pemkot Jakbar Sidak Dua Gudang Beras di Cengkareng

“Operasi Pekat II Candi 2026 kami optimalkan untuk menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat, salah satunya peredaran minuman keras tanpa izin. Kami tidak akan memberi ruang bagi praktik-praktik yang dapat mengganggu situasi kamtibmas di Kabupaten Pati,” kata Kompol Ali Mahmudi.

Menurutnya, penindakan dilakukan tidak hanya dengan menyita barang bukti, tetapi juga mendata para penjual, membuat Laporan Polisi, memberikan pembinaan, serta meminta mereka menandatangani surat pernyataan bermaterai agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Langkah ini kami kedepankan sebagai bentuk penegakan hukum yang disertai pembinaan. Harapannya para pelaku tidak lagi menjual miras tanpa izin dan masyarakat ikut berperan menjaga lingkungan tetap aman serta kondusif,” ujarnya.

Baca Juga :  Harumkan Nama Polresta Surakarta, Briptu Abi Nidya Ira Wati Juara 1 Kapolri Cup VII 2026

Kompol Ali menegaskan jajarannya akan terus meningkatkan patroli dan KRYD selama Operasi Pekat II Candi 2026 berlangsung. Sasaran operasi meliputi warung, pertokoan, kawasan hiburan, hingga lokasi lain yang disinyalir menjadi tempat peredaran minuman keras ilegal.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran miras ilegal maupun gangguan kamtibmas lainnya. “Apabila masyarakat mengetahui adanya penjualan miras tanpa izin atau tindak pidana lainnya, segera laporkan melalui layanan Call Center Polri 110 atau kantor polisi terdekat. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara cepat,” pungkasnya.

(Humas Resta Pati)

Mariyo

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600