Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Puluhan Karya Pelajar Ramaikan Lomba Video Kreatif HUT Bhayangkara Ke-80, Generasi Muda Kampanyekan Kudus Kondusif

×

Puluhan Karya Pelajar Ramaikan Lomba Video Kreatif HUT Bhayangkara Ke-80, Generasi Muda Kampanyekan Kudus Kondusif

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Kudus – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Kudus tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Polres Kudus berkolaborasi dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya menggelar Lomba Video Kreatif bertema “Kudus Kondusif”, yang menjadi ruang bagi pelajar untuk menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban melalui karya visual.

Kompetisi yang dibuka sejak awal bulan Juni 2026 tersebut berhasil menarik antusiasme pelajar dari berbagai sekolah di Kota Kretek.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Sebanyak 23 karya video masuk ke meja dewan juri dan menampilkan beragam isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari bahaya judi online, penyebaran hoaks, hingga pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Setelah melalui proses seleksi dan penilaian, panitia menetapkan empat karya terbaik sebagai pemenang.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo di Mapolres Kudus dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Para pemenang memperebutkan total hadiah senilai Rp10 juta.

Baca Juga :  Audiensi dan Sosialisasi Serikat Buruh Bersama Polda Gorontalo Perkuat Sinergi Penanganan Masalah Ketenagakerjaan

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengapresiasi kolaborasi bersama IJTI Muria Raya yang dinilai mampu menghadirkan edukasi kepada masyarakat melalui pendekatan kreatif.

Menurut Kapolres, seluruh video yang dihasilkan para peserta mengangkat pesan-pesan positif, khususnya mengenai kamtibmas serta pentingnya bijak bermedia sosial di tengah derasnya arus informasi digital. Apalagi momentum dengan peserta pelajar sekaligus jadi sarana mengajak generasi muda dalam mencegah kenakalan remaja.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dengan ide-ide yang lebih kreatif. Dunia digital harus diisi dengan konten positif agar masyarakat terhindar dari hoaks maupun informasi yang dapat merugikan orang lain,” ungkap AKBP Heru Dwi Purnomo, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga :  Angkringan Ojol Presisi: Dari Meja Angkringan, Polres Sragen Hadirkan Edukasi Lalu Lintas Humanis di Operasi Lilin 2025 SRAGEN, JATENG – Suasana berbeda tampak di Pos Terpadu Operasi Lilin 2025 Polres Sragen, Rabu (24/12/2025). Di tengah padatnya arus lalu lintas dan kesibukan pengamanan Natal dan Tahun Baru, jajaran Polres Sragen menghadirkan sebuah terobosan humanis bertajuk “Angkringan Ojol Presisi”. Melalui program ini, Polres Sragen menyapa langsung para pengemudi ojek online (ojol) dengan pendekatan yang sederhana namun sarat makna, duduk bersama di meja angkringan, menikmati hidangan gratis, sembari berdialog santai tentang keselamatan berlalu lintas. Kegiatan yang digelar dalam dua sesi, yakni pukul 16.00–17.30 WIB dan 18.00–20.00 WIB tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indiasari bersama Wakapolres serta pejabat utama Polres Sragen, khususnya jajaran Satuan lalu lintas. Kasat Lantas Polres Sragen, Iptu Kukuh Tiro Satria Leksono, menegaskan bahwa Angkringan Ojol Presisi merupakan wujud nyata transformasi pelayanan Polri yang mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. “Kami ingin mengubah stigma penilangan menjadi pengayoman. Edukasi lalu lintas tidak harus selalu formal, tapi bisa disampaikan secara humanis, hangat, dan lebih diterima masyarakat. Dari meja angkringan inilah, pesan keselamatan kami sampaikan,” ujar Iptu Kukuh. Menurutnya, pengemudi ojol memiliki peran strategis sebagai pengguna jalan yang intensitas mobilitasnya tinggi. Oleh karena itu, dialog dua arah menjadi sarana efektif untuk menyerap aspirasi, keluhan, serta masukan langsung dari para driver terkait kondisi lalu lintas di wilayah Kabupaten Sragen. Selain edukasi keselamatan berkendara, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan sinergitas antara Polri dan komunitas ojol. Para driver tampak antusias mengikuti kegiatan, menyampaikan pengalaman di lapangan, sekaligus mendapatkan imbauan penting terkait tertib berlalu lintas selama masa Operasi Lilin 2025. Lebih dari sekadar berbagi makanan, Angkringan Ojol Presisi menjadi simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat, hadir, mendengar, dan melayani dengan hati. Melalui inovasi ini, Polres Sragen berharap dapat menciptakan situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang kondusif, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Operasi Lilin 2025 pun tak hanya menjadi momentum pengamanan, tetapi juga ruang membangun kepercayaan publik melalui sentuhan kemanusiaan.

Ketua IJTI Korda Muria Raya, Iwhan Miftahuddin, mengatakan lomba tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara insan pers dan kepolisian untuk membangun kesadaran masyarakat melalui media digital.

Menurutnya, kreativitas pelajar mampu menjadi sarana kampanye yang efektif dalam menciptakan situasi daerah yang aman dan kondusif.

“Selama masa pendaftaran ada 23 peserta yang mengirimkan karya terbaiknya dari berbagai sekolah di Kudus,” ucapnya.

Iwhan mengapresiasi semangat para siswa dan berharap video-video ini mampu mengajak masyarakat menjaga kondusivitas daerah.

“Ketika situasi aman, tentu akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Juara pertama lomba, Rico Gustaf Aulia, mengaku tidak menyangka mampu meraih prestasi tersebut. Dengan mengajak teman-temannya, dia membuat video bertema bahaya judi online yang kini marak menyasar kalangan muda.

Baca Juga :  Mudik 2026 Menggeliat, Ribuan Kendaraan Padati Jalur Kudus, Polisi Siagakan Tim Urai Kemacetan

“Meski banyak kendala, kami tetap semangat karena ingin menyampaikan pesan agar anak muda menjauhi judi online,” tuturnya.

Peraih juara kedua, M. Falah Akbar, mengangkat tema hoaks berdasarkan pengalaman pribadinya menjadi korban penipuan digital hingga kehilangan akun gim.

Ia berharap masyarakat, khususnya pelajar, lebih berhati-hati sebelum mempercayai informasi yang beredar di media sosial.

Mariyo

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Banner Iklan Harianesia 120x600