Gembala Socratez Yoman surati Kapolri. Kasus film “Pesta Babi” berpotensi picu demo masif jika proses hukum dilanjutkan
ITA WAKHU PUROM_HARIANESIA.COM_ Gembala Dr. Ambirek G. Socratez Yoman melempar peringatan keras ke Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Lewat Surat Terbuka bertanggal 4 Juni 2026, Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua itu menilai pemanggilan hingga penahanan pembuat Dokumenter Film “Pesta Babi” berpotensi memicu gelombang protes nasional hingga internasional.
Film berdurasi 95 menit itu merupakan kerja sama Watchdoc, Ekspedisi Indonesia Baru, Yayasan Bentala Pusaka, Jubi.id, Greenpeace Indonesia, dan LBH Papua Merauke. “Pesta Babi: Kolonialisme di zaman kita” menyorot kerusakan hutan dan perampasan tanah adat Papua.
Surat itu dikirim merespons laporan kepolisian terhadap pembuat film. Socratez menyebut dokumenter tersebut sebagai kritik konstruktif atas kebijakan yang dampaknya jangka panjang bagi masyarakat asli Papua.
“Panggilan, pemeriksaan, mungkin juga penahanan akan menjadi momentum dari berbagai pihak yang akan membuat ketidakstabilan Indonesia,” tulis Socratez yang diterima redaksi Rabu (4/6/2026).
Lebih jauh, ia memetakan 7 kelompok masyarakat yang berpotensi memanfaatkan kasus itu. Mulai kelompok oposisi, masyarakat miskin, kelompok yang disingkirkan kebijakan penguasa, hingga kelompok yang dirugikan penguasa.
“Kelompok nomor 3 sampai 7 bisa saja memanfaatkan momentum ini untuk ‘menekan’ pemerintah dengan demo besar-besaran secara masif,” tegasnya.
Sebagai landasan moral, pendeta senior itu mengutip Amsal 14:34: “Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa”.
Surat ditandatangani Socratez dengan 4 kapasitas: Presiden Gereja Baptis West Papua, Dewan Gereja Papua Barat, Konferensi Gereja Pasifik, dan Aliansi Baptis Dunia.
Hingga berita ini diturunkan, Divhumas Polri belum memberikan tanggapan terkait surat terbuka tersebut.
(DW)




















