Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

HUT ke-53 HKTI, Dr. Dian Assafri: Konsolidasi Satu Komando Jadi Energi Baru Wujudkan Swasembada Pangan

×

HUT ke-53 HKTI, Dr. Dian Assafri: Konsolidasi Satu Komando Jadi Energi Baru Wujudkan Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAKARTA_HARIANESIA.COM– Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memperingati Hari Jadi ke-53 pada Minggu (26/4/2026). Mengusung semangat “Energi Baru Swasembada Pangan”, HUT kali ini jadi momentum penting setelah HKTI resmi satu komando pasca Munas X Juni 2025.

Ketua Bidang Advokasi Kebijakan Daerah DPN HKTI, Dr. Dian Assafri Nasa’i, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat sekaligus pandangan strategisnya. Dalam foto resmi HUT ke-53, Dian Assafri tampil mengenakan seragam HKTI sambil mempromosikan produk hilirisasi petani binaan: _coconut sugar_, simbol kemandirian pangan berbasis inovasi.

Banner Iklan Harianesia 300x600

“Selamat Hari Jadi ke-53 untuk HKTI. Di usia ini, HKTI sudah mengakhiri dualisme satu dekade melalui Munas X 2025. Sekarang kita satu komando di bawah Ketua Umum Sudaryono yang juga Wamentan. Ini modal besar untuk kerja nyata,” ujar Dian Assafri, Senin (27/4/2026).

Baca Juga :  PWI Indramayu Tegaskan Dukungan Gerakan Merah Putih di Bulan Kemerdekaan

*Energi Baru: Dari Organisasi Solid ke Kebijakan Pro Petani*
Pakar hukum tata negara Universitas Pancasila itu menegaskan tagline “Energi Baru Swasembada Pangan” harus diterjemahkan jadi advokasi kebijakan yang berpihak. Menurutnya, swasembada tak cukup hanya target produksi, tapi kepastian harga, pupuk tepat waktu, irigasi berfungsi, dan perlindungan lahan pertanian.

“Energi baru itu artinya HKTI hadir mengawal Perda Pertanian, Perda Lahan Pangan Berkelanjutan, dan anggaran penyuluh di daerah. Jangan sampai kebijakan pusat bagus, tapi mandek di implementasi daerah. Bidang advokasi HKTI siap jadi jembatan,” tegasnya.

Baca Juga :  Tanggapan Senator Paul Finsen Mayor: Semua Kembali ke Masyarakat Papua

*Dian juga mengungkapkan, “Ada HKTI di 33 Negara sebagai program unggulan.” Program ini di siapkan untuk memperkuat advokasi kebijakan luar negeri, transfer teknologi pertanian, dan membuka akses pasar ekspor bagi produk petani Indonesia.* Ia mencontohkan produk _coconut sugar_ yang ia pegang sebagai bukti petani mampu hilirisasi dan siap bersaing global lewat jejaring HKTI 33 Negara.

“Tugas kita memastikan ekosistemnya: dari riset, pembiayaan, sampai pasar ekspor. Di situ HKTI harus jadi motor melalui program HKTI 33 Negara,” tambah Dian.

*Harapan untuk Ekonomi Indonesia*
Dian Assafri menilai sektor pertanian adalah bantalan ekonomi nasional di tengah gejolak global. Jika swasembada tercapai, efeknya ke stabilitas inflasi pangan, penguatan rupiah, dan serapan tenaga kerja desa.

Baca Juga :  Spiritualitas Karaton Surakarta: Utusandalem Sowan Sunan Giri Gresik

“Harapan saya di HUT ke-53 ini, HKTI jadi rumah besar petani yang solid. Konsolidasi organisasi harus diikuti konsolidasi program, termasuk penguatan HKTI 33 Negara. Ujungnya: petani sejahtera, impor pangan turun, ekonomi desa tumbuh. Itu pondasi Indonesia berdaulat,” tutupnya.

HKTI didirikan 27 April 1973 di Jakarta. Setelah satu dekade mengalami dualisme, Munas X pada Juni 2025 berhasil menyatukan kepengurusan. Di bawah Ketua Umum Sudaryono, HKTI kini fokus mendukung penuh target swasembada pangan nasional.

Dwi

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600