Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Dari Iman ke Kepedulian: Isra Mi’raj 2026 dan Kekuatan Solidaritas Anak Bangsa

×

Dari Iman ke Kepedulian: Isra Mi’raj 2026 dan Kekuatan Solidaritas Anak Bangsa

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Bogor, 16 Januari 2026 – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah / 2026 M dimaknai bukan hanya sebagai peristiwa keagamaan, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya membangun dan merawat solidaritas sosial di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Romo Kefas, sapaan bagi Ev. Kefas Hervin Devananda, S.Th., M.Pd.K, mantan calon legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan 8, dalam refleksi kebangsaannya menyambut Isra Mi’raj tahun ini.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Menurut Romo Kefas, nilai spiritual dalam Isra Mi’raj seharusnya tidak berhenti pada ritual dan simbol keagamaan, melainkan diterjemahkan dalam sikap nyata berupa kepedulian, empati, dan keberpihakan terhadap sesama.

Baca Juga :  Eric Vr: Kedaulatan Jurnalisme di Tengah Pusaran Disrupsi Teknologi 2026

“Iman yang kuat seharusnya melahirkan solidaritas yang kuat. Isra Mi’raj mengingatkan kita bahwa hubungan dengan Tuhan harus berdampak pada cara kita memperlakukan sesama manusia,” ujar Romo Kefas, Jumat (16/1/2026).

Ia menilai bahwa tantangan bangsa saat ini bukan hanya soal perbedaan, tetapi melemahnya rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. Dalam situasi tersebut, solidaritas menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh isu, kepentingan, maupun polarisasi.

Baca Juga :  Hiram Akan memperingati Hari Penanaman pohon Sedunia

Romo Kefas menegaskan bahwa solidaritas kebangsaan tidak mengenal sekat agama, suku, pilihan politik, maupun latar belakang sosial. Menurutnya, kekuatan Indonesia justru terletak pada kemampuannya untuk saling menopang di tengah perbedaan.

“Kita boleh berbeda keyakinan dan pandangan, tetapi ketika sesama anak bangsa saling menguatkan, di situlah Indonesia menjadi besar,” tegasnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk menjadikan solidaritas sebagai sikap hidup, baik di dunia nyata maupun ruang digital, dengan menolak ujaran kebencian, hoaks, dan sikap saling menjatuhkan.

Baca Juga :  Irwan Wijaya. SE, Ucapkan Happy Graduation Ke -10 Universitas Buddhi Dharma

Menutup pesannya, Romo Kefas berharap peringatan Isra Mi’raj 2026 dapat menjadi momentum kebangkitan solidaritas sosial, di mana nilai iman diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk persatuan dan kesejahteraan bersama.

“Bangsa ini tidak akan kuat hanya dengan simbol, tetapi dengan solidaritas. Dan solidaritas lahir dari hati yang mau peduli,” pungkasnya.

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600