Edukasi

Kepedulian Warga Mandalawangi, Rumah Fatimah yang Nyaris Roboh Kini Layak Huni, Persoalan Air Bersih Masih Menjadi Sorotan

CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT — Kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat kembali terlihat di wilayah Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Melalui swadaya masyarakat, rumah Fatimah (65), seorang janda lanjut usia yang tergolong kurang mampu, berhasil dibangun kembali menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan aman.

Pada Minggu (25/10/2026), dilakukan serah terima kunci rumah Fatimah. Sebelumnya, kondisi rumah tersebut sangat memprihatinkan dan dikhawatirkan roboh sehingga dapat membahayakan keselamatan penghuninya.

Ketua RT 02/RW 03, Roni, menjelaskan bahwa warga sebelumnya telah berupaya mengajukan bantuan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kepada pemerintah desa maupun pemerintah daerah. Namun, pengajuan tersebut terkendala status tanah yang ditempati Fatimah, yakni tanah milik desa, bukan tanah pribadi.

Melihat kondisi rumah yang semakin mengkhawatirkan, Ketua RW 03, Syafrizal, berinisiatif mengajak masyarakat untuk bergotong royong membantu pembangunan rumah Fatimah.

Ajakan tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Masyarakat bahu-membahu memberikan bantuan, mulai dari sumbangan bahan bangunan hingga tenaga untuk proses pembangunan. Pemerintah desa juga turut membantu dengan memberikan dua sak semen dan dua kubik hebel.

Berkat kebersamaan dan kepedulian tersebut, rumah Fatimah akhirnya berhasil dibangun menjadi tempat tinggal yang lebih layak.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias membantu. Ada yang menyumbangkan bahan bangunan, ada juga yang turun langsung membantu tenaga. Kami merasa prihatin melihat kondisi rumah Bu Fatimah yang sudah hampir roboh. Sekarang, alhamdulillah, rumahnya sudah jauh lebih layak untuk ditempati,” ujar Syafrizal.

Syafrizal yang juga menjabat sebagai Ketua Forum RW Mandalawangi menegaskan bahwa gerakan sosial tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan rumah Fatimah. Menurutnya, semangat gotong royong akan terus diupayakan untuk membantu warga kurang mampu yang masih tinggal di rumah tidak layak huni di wilayah Mandalawangi.

Ia juga berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan, khususnya warga lanjut usia dan keluarga kurang mampu yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

“Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan warga yang benar-benar membutuhkan bantuan. Bu Fatimah ini hidup dalam keterbatasan dan sudah puluhan tahun menempati tanah desa. Penghasilannya pun tidak menentu. Karena kondisi rumahnya sudah sangat memprihatinkan, kami bersama masyarakat berinisiatif membantu dengan kemampuan yang kami miliki,” ungkapnya.

Syafrizal menambahkan, masyarakat Mandalawangi akan berupaya melanjutkan gerakan kepedulian tersebut melalui semangat kebersamaan dan swadaya, termasuk menggunakan dana pribadi sesuai kemampuan masing-masing.

Kebahagiaan terpancar dari wajah Fatimah saat rumahnya yang sebelumnya nyaris roboh kini berubah menjadi tempat tinggal yang lebih layak. Saat diwawancarai awak media, Fatimah bahkan tak kuasa menahan air mata karena terharu atas kepedulian yang diberikan oleh warga.

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Ketua RW 03, Syafrizal, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong membantu mewujudkan rumah yang lebih aman dan nyaman untuk ditempati.

Bagi Fatimah, bantuan tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri di tengah keterbatasan hidup yang selama ini dijalaninya.

Di balik keberhasilan pembangunan rumah Fatimah, masyarakat Mandalawangi masih menghadapi persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni sulitnya memperoleh air bersih akibat kemarau berkepanjangan.

Syafrizal menyoroti kondisi tersebut karena ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Kemarau yang berlangsung cukup panjang menyebabkan sumber air semakin terbatas dan menyulitkan warga memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Ia berharap pemerintah desa dan pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk membantu masyarakat mengatasi persoalan tersebut.

“Kami berharap persoalan air bersih juga segera diperhatikan. Kemarau yang berkepanjangan membuat warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kami berharap ada perhatian dan solusi dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah,” tambahnya.

Menurutnya, penanganan persoalan air bersih perlu menjadi perhatian bersama agar masyarakat tidak terus-menerus mengalami kesulitan, terutama saat musim kemarau berkepanjangan.

Masyarakat berharap kepedulian yang telah diwujudkan melalui swadaya tersebut dapat menjadi dorongan bagi pemerintah desa maupun pemerintah daerah untuk menghadirkan solusi nyata bagi warga yang membutuhkan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.

Lepi

Exit mobile version