Bandung – Tidak ada aba-aba keras, Yang terdengar justru kesepahaman.Pada 24 Januari 2026, XTC Indonesia menggelar Seruan Konsolidasi Nasional “Titik Balik: Menyalakan Radar Regenerasi 2045” sebuah forum yang menandai perubahan arah organisasi secara sadar dan terencana.
Acara ini digagas oleh DPP XTC Indonesia Bidang Sosial Politik dan dilaksanakan melalui Zoom Meeting, menjadi penanda bahwa konsolidasi tidak lagi dibatasi jarak, tetapi dipersatukan oleh visi.
Regenerasi sebagai Kerja Sistem
XTC Indonesia menempatkan regenerasi bukan sebagai agenda seremonial, melainkan kerja sistem jangka panjang. Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk menjadi inkubator kader, membentuk anggota yang tidak hanya aktif, tetapi juga berdaya saing dan relevan dengan kebutuhan bangsa.
Indonesia Emas 2045 dipandang bukan sekadar momentum demografis, melainkan tanggung jawab generasi hari ini.
Arah Baru Disuarakan
Gagasan transformasi tersebut diperkuat oleh para pembicara:
Parilla Budi – Ketua Bidang Sosial Politik DPP XTC Indonesia
Alifio Yustisio – Ketua Bidang Luar Negeri DPP XTC Indonesia
Gemadzakim – Ketua PM XTC Kota Bandung
Ketiganya sepakat bahwa organisasi yang ingin bertahan harus berani menata ulang cara mendidik kader, menyesuaikan diri dengan tantangan sosial, politik, dan global.
Konsolidasi Tanpa Hirarki Kaku
Forum ini diikuti jajaran pengurus pusat hingga daerah, termasuk Tatos Ridwan A. Fauzi, Eddy S, Arie Afrizal, Nida Fauzyah Rakhmi, serta elemen regenerasi dari berbagai wilayah.
Diskusi berlangsung cair, tanpa sekat usia maupun jabatan—menunjukkan bahwa arah baru XTC dibangun secara kolektif.
Menata Hari Ini untuk Masa Depan
Bagi XTC Indonesia, konsolidasi ini bukan akhir, melainkan titik awal. Radar regenerasi telah dinyalakan, peta jalan mulai disusun, dan tanggung jawab kini berpindah ke seluruh elemen organisasi.
Dari ruang digital, arah dirumuskan.
Dari basis kader, masa depan disiapkan.
Menuju 2045, XTC Indonesia memilih melangkah dengan kesadaran baru.
Lepi
