Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Warsito Gelar Pernikahan, Rico dan Nia, Bupati Sragen Hadir Bersama Berbagai Kalangan untuk Berikan Doa Restu

×

Warsito Gelar Pernikahan, Rico dan Nia, Bupati Sragen Hadir Bersama Berbagai Kalangan untuk Berikan Doa Restu

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

SRAGEN_HARIANESIA.COM_ Tanggal 18 Oktober menjadi momen istimewa dan penuh kebahagiaan bagi keluarga Warsito. Selain menggelar pernikahan putranya, Rico, dengan Nur, tanggal tersebut juga bertepatan dengan hari ulang tahun Warsito dan putrinya, Alfina Nurul Oktavia.

Kebahagiaan keluarga semakin terasa dengan kehadiran Bupati Sragen serta berbagai kalangan yang datang untuk memberikan ucapan selamat dan doa restu kepada kedua mempelai.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Suasana bahagia menyelimuti kediaman Warsito dan Sri Uminah di Dukuh Celep RT 19/00, Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada Sabtu hingga Minggu, 17–18 Oktober 2026. Hari istimewa itu menjadi saksi bersatunya dua hati dalam ikatan pernikahan, ketika putra tercinta mereka, Rico Yoggi Pratama, resmi dipertemukan dalam sebuah prosesi pernikahan dengan Nur Hapsari Kurniawati, putri pasangan Budi Apriyanto dan Setiyorini dari Dukuh Mangkuyudan RT 1 RW 03, Desa Ngabeyan, Kecamatan Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo.

Bukan sekadar pesta pernikahan, acara tersebut menjelma menjadi pertemuan keluarga, sahabat, tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan, serta berbagai kalangan dari dunia pers dan organisasi. Mereka datang membawa senyum, ucapan selamat, dan doa terbaik bagi perjalanan rumah tangga kedua mempelai.

Bagi Warsito, hari itu bukan hanya tentang melepas seorang putra menuju kehidupan baru. Lebih dari itu, ada kebanggaan, rasa syukur, dan harapan seorang ayah agar anak yang dibesarkannya mampu membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, serta senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Sabtu Malam, Musik Jadul Semesta Menghangatkan Suasana:
Rangkaian perayaan dimulai pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Sejak malam menjelang, suasana Dukuh Celep semakin hidup dengan hadirnya hiburan musik Jadul Semesta. Dukungan tata suara dari Sound System ARS serta dokumentasi dan produksi dari HVS Sragen turut memeriahkan acara.

Alunan musik yang akrab di telinga para penggemarnya seolah membawa suasana kembali ke masa-masa penuh kenangan. Para penikmat musik jadul berdatangan, menikmati setiap lagu, bersenda gurau, dan tak sedikit yang ikut berjoget dengan penuh semangat.

Tawa terdengar di antara kerumunan. Warga yang hadir tampak larut dalam kegembiraan. Malam itu menjadi pembuka yang hangat bagi perayaan keluarga besar Warsito, sekaligus mempererat hubungan persaudaraan di tengah masyarakat.

Musik bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi jembatan kebersamaan. Dari generasi tua hingga muda, semua larut dalam suasana yang sama: ikut merayakan kebahagiaan keluarga yang tengah memiliki hajatan besar.

Minggu Pagi, Kesibukan Persiapan Pengantin Dimulai:
Memasuki Minggu pagi, 18 Oktober 2026, suasana kediaman Warsito semakin sibuk. Para keluarga, kerabat, dan panitia mulai mempersiapkan segala kebutuhan untuk menyambut prosesi utama.

Di ruang rias, kedua mempelai menjalani persiapan penampilan dengan penuh perhatian. Tata rias ditangani oleh Mbak Andriast dari AM Make Up Artist. Setiap detail diperhatikan, mulai dari riasan wajah hingga penataan busana, demi menghadirkan penampilan terbaik bagi pasangan yang menjadi pusat perhatian hari itu.

Setelah persiapan kedua mempelai, giliran para ibu-ibu yang turut bersiap. Suasana pun semakin ramai. Ada yang sibuk merapikan riasan, memperbaiki sanggul, memilih aksesori, hingga memastikan busana terlihat sempurna. Dalam suasana penuh canda, antrean rias itu menjadi bagian kecil yang justru menghadirkan cerita tersendiri dalam sebuah hajatan keluarga.

Sementara itu, para laki-laki tampil gagah mengenakan busana adat Jawa beskap. Penampilan tersebut menambah kesan anggun, berwibawa, sekaligus memperkuat nuansa tradisi Jawa yang menjadi bagian penting dalam perayaan.

Di balik kesibukan itu, tersimpan harapan yang sama. Semua ingin menyaksikan prosesi berjalan lancar, kedua mempelai tampil menawan, dan keluarga dapat menyambut para tamu dengan penuh kehormatan.

Pukul 11.15 WIB, Kedatangan Besan Menjadi Momen yang Dinantikan:
Setelah rangkaian persiapan selesai, sekitar pukul 11.15 WIB, keluarga besan tiba di lokasi acara. Kedatangan keluarga mempelai perempuan menjadi salah satu momen penting yang dinantikan.

Baca Juga :  Penyanyi solo minang YAYA RIVIERA ( Kaba Dalam Nagari) yang Gabung di UBS PT GRAHA CEMERLANG

Keluarga mempelai laki-laki yang diwakili Bibit Sumowondo dan Umi Arti menyambut serta mengantar besan menuju pelaminan. Di sisi lain, Warsito bersama istrinya, Sri Uminah, telah bersiap di pintu pelaminan untuk menyambut keluarga besan dengan penuh kehangatan.

Senyum dan sapaan kekeluargaan mengiringi pertemuan dua keluarga tersebut. Tidak ada sekat di antara mereka. Yang ada hanyalah kebahagiaan karena dua keluarga kini dipersatukan melalui ikatan pernikahan anak-anak mereka.

Ketika seluruh pihak telah siap, suasana menjadi semakin khidmat. Warsito kemudian menggendong kedua mempelai menuju pelaminan, sebuah momen yang menjadi perhatian para tamu dan keluarga yang hadir.

Iringan musik Islami yang dipimpin oleh Kades Sepuh Harno dari Celep, Kedawung, Sragen, mengiringi prosesi tersebut. Nuansa religius dan adat Jawa berpadu dalam suasana haru yang menyentuh hati.

Bagi seorang ayah, menggendong putra dan menantunya menuju pelaminan bukan sekadar bagian dari rangkaian acara. Momen itu seakan menjadi simbol kasih sayang, restu, dan harapan agar pasangan yang baru menikah mampu melangkah bersama menghadapi kehidupan.

Di hadapan keluarga besar dan para tamu, Rico Yoggi Pratama dan Nur Hapsari Kurniawati duduk berdampingan di pelaminan, memulai babak baru dalam perjalanan hidup mereka.

Sungkeman, Tradisi yang Sarat Makna dan Penghormatan:
Setelah kedua mempelai berada di pelaminan, prosesi adat sungkeman dilaksanakan dengan khidmat.

Dalam tradisi Jawa, sungkeman bukan sekadar gerakan menundukkan badan di hadapan orang tua. Di dalamnya terkandung penghormatan, ungkapan terima kasih, permohonan maaf, serta harapan untuk memperoleh doa restu dalam menapaki kehidupan rumah tangga.

Suasana terasa semakin menyentuh ketika keluarga memberikan restu kepada kedua mempelai. Perjalanan panjang orang tua dalam membesarkan anak seolah menemukan salah satu puncaknya pada hari itu.

Bagi Warsito dan Sri Uminah, kebahagiaan tersebut tentu memiliki makna yang mendalam. Putra yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarga kini memulai perjalanan baru bersama perempuan pilihannya.

Harapan mereka sederhana, tetapi penuh arti: semoga rumah tangga Rico dan Nur Hapsari senantiasa dipenuhi cinta, kesabaran, kejujuran, rezeki yang berkah, dan kekuatan untuk menghadapi setiap ujian kehidupan.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas Hadir dan Memberikan Doa Restu:
Salah satu perhatian utama dalam hajatan tersebut adalah kehadiran Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, S.IP., M.A. Kehadirannya menjadi bagian dari suasana kebersamaan yang mewarnai pernikahan Rico Yoggi Pratama dan Nur Hapsari Kurniawati.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sragen turut memberikan doa restu kepada kedua mempelai. Doa dan harapan tersebut menjadi penyemangat bagi pasangan pengantin untuk membangun keluarga yang rukun, harmonis, serta bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan bersama.

Kehadiran kepala daerah dalam momen keluarga tersebut juga memperlihatkan kedekatan sosial yang terjalin di tengah masyarakat. Sebuah pernikahan tidak hanya menjadi kebahagiaan bagi kedua mempelai, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antara keluarga, masyarakat, dan berbagai unsur pemerintahan.

Selain Bupati Sragen, hadir pula Suparno, Ketua DPRD Kabupaten Sragen dari Fraksi PDI Perjuangan, Untung Wibowo Sukowati, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen, Dr. Hargianto, M.Kes.

Sejumlah unsur Pemerintah Kabupaten Sragen dan jajaran organisasi kepala desa PKDI dari Sragen serta Solo Raya juga turut hadir dalam acara tersebut.

Kehadiran para tokoh itu menambah semarak suasana, sekaligus menjadi bentuk perhatian dan dukungan bagi keluarga yang tengah merayakan hari bahagia.

Tokoh Pers Jawa Tengah dan Pengurus SMSI Hadir Mempererat Silaturahmi:
Dunia pers juga memberikan warna tersendiri dalam pernikahan tersebut. Sejumlah tokoh dan pengurus organisasi media hadir untuk memberikan ucapan selamat serta doa kepada keluarga Warsito.

Di antara mereka terdapat Drs. Jayanto Arus Adi, M.M., yang dikenal sebagai tokoh pers dan Ketua SMSI Jawa Tengah. Kehadirannya menjadi salah satu momen silaturahmi bagi keluarga besar media siber di wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga :  Semarak Kemerdekaan! Sat Intelkam Polres Pelabuhan Makassar Bersama Bajaj Maxim Bagikan 250 Bendera Merah Putih

Turut hadir Eko Sugiarto selaku Sekretaris SMSI Jawa Tengah, bersama keluarga dan rekan-rekan koordinator SMSI dari Kebumen, serta pengurus SMSI Jawa Tengah dan Solo Raya.

Vio Sari, salah satu pengurus SMSI Jawa Tengah, juga hadir dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan para pengurus dan insan pers tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan persaudaraan di luar rutinitas pekerjaan dan aktivitas organisasi.

Kekompakan itu terlihat dari suasana pertemuan yang berlangsung hangat. Para tamu saling menyapa, berbincang, dan menyampaikan doa bagi kedua mempelai. Di tengah kesibukan mengelola media dan menjalankan tugas jurnalistik, momen seperti ini menjadi ruang untuk kembali menguatkan hubungan antarsesama.

Dari kalangan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, hadir pula Mas Nur, pemilik media Harian7. Kehadirannya menambah daftar insan pers yang ikut merayakan kebahagiaan keluarga Warsito.

Bagi keluarga besar media, menghadiri pernikahan rekan bukan sekadar memenuhi undangan. Lebih dari itu, kehadiran tersebut menjadi wujud penghormatan, persaudaraan, dan kepedulian yang tumbuh di antara sesama insan pers.

Warsito, Pimpinan Perusahaan Media yang Merayakan Kebahagiaan Keluarga:
Warsito dikenal sebagai pimpinan perusahaan PT Berita Istana Negara dan Koordinator SMSI Solo Raya. Ia juga mengelola jaringan 18 media online serta dikenal sebagai putra daerah asli Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.

Dalam kiprahnya di dunia media, Warsito dikenal memiliki sikap tegas dalam menjalankan tugas dan mengambil keputusan. Namun, di balik aktivitasnya sebagai pimpinan perusahaan dan penggerak organisasi, hari itu ia hadir dalam peran yang jauh lebih personal: seorang ayah yang tengah mengantarkan putranya menuju kehidupan baru.

Pernikahan Rico menjadi momen yang mempertemukan dua sisi kehidupan Warsito. Di satu sisi, ia menjalankan tanggung jawab dalam dunia usaha dan organisasi pers. Di sisi lain, ia tetap seorang kepala keluarga yang ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Kedatangan rekan-rekan dari berbagai kalangan menjadi bukti kuatnya jalinan silaturahmi yang telah dibangun selama ini. Dari tokoh pemerintahan hingga insan pers, dari organisasi kepala desa hingga sahabat dan masyarakat, semuanya hadir dalam satu suasana kebahagiaan.

Di tengah keramaian itu, kebahagiaan Warsito dan Sri Uminah tampak sederhana sekaligus mendalam. Mereka dapat menyambut keluarga dan sahabat, menyaksikan putra mereka bersanding dengan perempuan pilihannya, serta menerima doa dari orang-orang yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

Gogon Laksono, Wawan Pramono, dan Sejumlah Tokoh Lain Turut Hadir
Selain tokoh: pemerintahan dan insan pers, acara tersebut juga dihadiri Gogon Laksono, yang dikenal di lingkungan pergaulannya sebagai sosok yang peduli terhadap masyarakat kecil, gemar membantu fakir miskin, serta memiliki kecintaan terhadap hewan.

Kehadirannya menambah kehangatan pertemuan para tamu yang datang dari berbagai latar belakang.

Turut hadir pula Wawan Pramono, Ketua Tani Merdeka Jawa Tengah, bersama sejumlah rekan. Kehadiran mereka memperlihatkan luasnya jaringan pertemanan dan silaturahmi yang terjalin dengan keluarga Warsito.

Dari kalangan advokat, hadir Adv. Rois Hidayat, S.H., C.Me., CMH., CCM., CLTP. Ia turut memimpin among tamu bersama rekan-rekan advokat yang membantu menyambut para undangan.

Peran among tamu menjadi bagian penting dalam kelancaran acara. Para tamu diarahkan dan disambut dengan ramah agar dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan nyaman.

Beragam kalangan yang hadir menunjukkan bahwa sebuah pernikahan dapat menjadi ruang pertemuan yang menyatukan banyak orang. Perbedaan profesi, jabatan, dan organisasi seolah melebur dalam satu tujuan, yakni menyampaikan ucapan selamat dan mendoakan kebahagiaan kedua mempelai.

Campursari KSB, Morista, dan Rini Menghibur Para Tamu:
Setelah prosesi utama berlangsung khidmat, suasana kembali semarak dengan hiburan Campursari KSB yang menghadirkan penyanyi senior Morista dan Rini.
Alunan campursari menghadirkan nuansa Jawa yang kental. Para tamu menikmati pertunjukan musik sambil bercengkerama dengan kerabat dan sahabat. Suasana yang sebelumnya dipenuhi kekhidmatan prosesi pernikahan beralih menjadi perayaan penuh kegembiraan.

Baca Juga :  Yeremia Gelar Pelatihan Tata Boga Bagi Kelompok Perempuan

Hiburan musik tersebut menjadi pelengkap rangkaian acara yang telah dimulai sejak Sabtu malam melalui Musik Jadul Semesta. Dengan demikian, perayaan berlangsung dalam perpaduan hiburan, tradisi, dan kebersamaan keluarga.

Bagi warga dan tamu yang hadir, musik menjadi bagian dari kenangan yang akan dibawa pulang. Sebuah hajatan tidak hanya dikenang melalui dekorasi atau kemeriahan acaranya, tetapi juga melalui suasana hangat yang tercipta ketika banyak orang berkumpul dan saling berbagi kebahagiaan.

Hidangan Aurel Catering Menyempurnakan Kebersamaan:
Setelah prosesi berjalan dengan lancar, para tamu menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh Aurel Catering milik Agus.
Berbagai sajian tersedia untuk menjamu keluarga, kerabat, dan undangan, mulai dari kue, sop, es campur, hingga nasi beserta hidangan pendampingnya.

Jamuan tersebut menjadi bagian dari tradisi menerima tamu dengan penuh penghormatan. Para undangan dapat menikmati hidangan sembari berbincang dan mempererat hubungan dengan orang-orang yang mereka kenal.

Di sela-sela santap bersama, percakapan mengenai keluarga, pekerjaan, organisasi, dan kehidupan masyarakat mengalir dengan santai. Ada yang bertukar kabar, ada pula yang memanfaatkan kesempatan untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.

Suasana seperti itulah yang membuat sebuah hajatan memiliki nilai lebih dari sekadar perayaan. Kebersamaan yang tercipta menjadi pengikat hubungan sosial dan persaudaraan.

Dekorasi Min Roti Menambah Keindahan Pelaminan:
Keindahan pelaminan dan suasana acara turut didukung dekorasi dari Min Roti, warga Dukuh Celep RT 30/00, Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.

Dekorasi menjadi latar utama tempat kedua mempelai bersanding dan menerima ucapan selamat dari para tamu. Perpaduan penataan pelaminan dengan busana adat Jawa menghadirkan suasana yang anggun dan berkesan.

Bagi keluarga, pelaminan bukan sekadar tempat duduk pengantin. Di sanalah berbagai momen penting berlangsung: pertemuan dua keluarga, prosesi sungkeman, doa restu, hingga ucapan selamat dari para tamu yang hadir.

Keterlibatan warga setempat dalam mendukung acara juga memperlihatkan semangat kebersamaan di lingkungan Desa Celep. Sebuah hajatan keluarga dapat berjalan dengan baik berkat dukungan banyak pihak, mulai dari keluarga besar, tetangga, panitia, penyedia jasa, hingga sahabat yang ikut membantu.

Dua Keluarga, Satu Harapan untuk Masa Depan:
Pernikahan Rico Yoggi Pratama, putra Warsito dan Sri Uminah, dengan Nur Hapsari Kurniawati, putri Budi Apriyanto dan Setiyorini, menjadi awal perjalanan baru bagi kedua keluarga.

Dari Celep, Kedawung, Sragen, hingga Ngabeyan, Kartosuro, Sukoharjo, dua keluarga kini dipertemukan melalui ikatan yang diharapkan terus terjaga dalam kasih sayang dan rasa saling menghormati.

Hari itu mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak hanya terletak pada kemeriahan pesta, banyaknya tamu, atau hadirnya tokoh-tokoh penting. Kebahagiaan yang paling mendasar adalah ketika keluarga dapat berkumpul, orang tua menyaksikan anaknya memulai kehidupan baru, dan doa-doa baik mengalir dari orang-orang yang menyayangi mereka.

Kehadiran Bupati Sragen Sigit Pamungkas yang turut memberikan doa restu, bersama para tokoh pemerintahan, insan pers, pengurus organisasi, advokat, sahabat, serta masyarakat, menjadi bagian dari kenangan istimewa dalam perjalanan keluarga tersebut.

Di balik segala kesibukan, musik, hidangan, dan rangkaian adat, tersimpan harapan sederhana dari seorang ayah bernama Warsito: semoga putranya, Rico Yoggi Pratama, bersama Nur Hapsari Kurniawati mampu membangun rumah tangga yang bahagia, saling menguatkan dalam suka maupun duka, dan senantiasa menjaga kehormatan kedua keluarga.

Selamat menempuh hidup baru, Rico Yoggi Pratama dan Nur Hapsari Kurniawati.

Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dikaruniai kesehatan, keberkahan rezeki, keturunan yang saleh dan salehah, serta kebahagiaan yang terus tumbuh sepanjang perjalanan hidup.

Dari Celep, Sragen, doa dan harapan itu mengalir bersama senyum keluarga, hangatnya persaudaraan, dan kenangan indah pada 18 Oktober 2026.

MATA JATENG — Mengabarkan Fakta, Merawat Persaudaraan.

Mariyo

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600