Edukasi

Viral Video Saiful Mujani Serukan Makar Jatuhkan Prabowo, SMRC Pasang Badan

Anggota Dewan Etik Persepi, Saiful Mujani. (Foto: Dok. UIN Jakarta)

HARIANESIA.COM_ Jagat media sosial gaduh oleh potongan video ceramah pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani. Dalam video yang diunggah akun Instagram @leveenia, akademisi tersebut dituding melontarkan narasi inkonstitusional karena mengajak publik menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.

Akun tersebut menyayangkan bahasa yang keluar dari mulut seorang profesor. “Kontradiktif banget, ini Professor Saiful Mujani punya lembaga survei, pasti bermain dengan angka, dan harusnya tertib dengan etika demokrasi. Tapi kok narasinya malah ngajak orang-orang untuk berkonsolidasi menjatuhkan Presiden dengan cara yang inkonstitusional dan non-demokratis,” tulis akun tersebut.

Dalam potongan video itu, Saiful memang bicara blak-blakan. Ia menilai prosedur formal seperti pemakzulan (impeachment) tidak akan berjalan efektif menghadapi Prabowo.

“Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful dalam video tersebut.

Ia melanjutkan, menjatuhkan presiden adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan negara. “Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan, itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” sambungnya.

Tudingan makar pun langsung dialamatkan kepada Saiful. Menanggapi hal itu, Peneliti dan Manajer SMRC, Saidiman Ahmad, langsung pasang badan. Ia menyebut video yang viral tersebut hanyalah potongan yang sengaja disebarkan untuk menggiring opini.

“Sebaiknya ditonton keseluruhan ceramah Prof. Saiful Mujani tersebut. Itu sebenarnya pidato politik biasa yang dilakukan oleh seorang akademisi yang kritis pada jalannya pemerintahan,” kata Saidiman kepada awak media, Sabtu (4/4/2026).

Saidiman menegaskan, dalam iklim demokrasi, kritik keras terhadap penguasa adalah hal yang lumrah dan sah di mata hukum. Ia membantah keras jika bosnya disebut sedang merencanakan makar.

“Nggak lah (bukan ajakan makar). Dalam tingkat tertentu, menjatuhkan pemerintah yang melanggar Konstitusi juga bisa dilakukan dalam sistem demokratis,” ujarnya menambahkan.

Pihak SMRC meyakini ada pihak yang sengaja ingin memojokkan Saiful melalui suntingan video tersebut. Menurut Saidiman, video yang beredar di media sosial hanyalah potongan-potongan video yang diunggah oleh orang yang tak bertanggung jawab.

Dwi

Exit mobile version