Edukasi

Uang Rakyat Rp81 Juta Dipertaruhkan, Kualitas Proyek Drainase Dipersoalkan, Pihak Terkait Memilih Diam

DEPOK_HARIANESIA.COM_Proyek pembangunan drainase lingkungan di Jalan Raya Rawa Indah RT 03 RW 13, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, menuai sorotan. Selain dugaan hasil pekerjaan yang dinilai kurang rapi, pihak pelaksana proyek juga belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan awak media.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut berada di bawah dinas PUPR kota depok, Bidang Sumber Daya Air dengan nama kegiatan Pembangunan Sistem Drainase Lingkungan. Proyek tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp81.398.885 yang bersumber dari APBD Kota Depok Tahun 2026.

Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Putra Pede dengan masa pelaksanaan selama 45 hari kalender, terhitung sejak 18 Mei 2026 hingga 1 Juli 2026. Adapun konsultan supervisi tercatat CV Greddy N Friends dan konsultan perencana PT Lawu Alam.

Saat melakukan pemantauan di lokasi, awak media menemukan sejumlah bagian U-Ditch yang telah terpasang terlihat tidak rata dan terdapat celah antar sambungan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan serta kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Untuk memastikan informasi yang diperoleh di lapangan, awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada Jonatan Pardede melalui pesan WhatsApp pada Rabu (3/6/2026). Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan jawaban maupun penjelasan.

Padahal, keterbukaan informasi dari pihak terkait sangat penting untuk menjawab berbagai pertanyaan publik dan menghindari munculnya persepsi negatif terhadap pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran negara.

“Ini uang rakyat, bukan uang pribadi. Jadi wajar kalau publik ingin mengetahui kualitas pekerjaan dan penggunaan anggarannya,” ungkap salah satu warga.

Sikap diam pihak yang berwenang justru berpotensi memperkuat pertanyaan publik mengenai kualitas pekerjaan yang sedang berlangsung. Masyarakat berharap instansi terkait, konsultan pengawas, maupun pelaksana proyek segera memberikan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak terkait demi menjaga prinsip keberimbangan serta akurasi informasi.

Heri

Exit mobile version