Harianesia – JAKARTA. Nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp 23,16 triliun pada Agustus 2026, naik 12,9% dibandingkan Juli 2026 yang sebesar Rp 20,52 triliun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah akun perdagangan aset keuangan digital menembus 23,21 juta akun per Agustus 2026.
Angka itu menegaskan pasar kripto domestik masih tumbuh, tetapi pola pertumbuhannya mulai bergeser. Jumlah akun dan nilai transaksi bukan lagi satu-satunya ukuran yang dipakai pelaku industri untuk membaca arah pasar.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana menyoroti sejumlah tren global yang berpotensi memengaruhi perkembangan pasar kripto Indonesia, di antaranya stablecoin, tokenisasi aset, serta integrasi kripto dengan keuangan tradisional atau traditional finance (TradFi).
Calvin menyampaikan pandangan bahwa perkembangan industri selanjutnya tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan jumlah pengguna, tetapi juga oleh semakin luasnya penggunaan aset digital dalam aktivitas keuangan.
“Fase pertumbuhan berikutnya tidak hanya soal bertambahnya jumlah pengguna, tetapi juga soal memberikan cara yang lebih bermakna dan praktis bagi pengguna untuk berpartisipasi. Bagi Tokocrypto, fokusnya adalah membuat perkembangan global itu relevan dan mudah diakses dalam kerangka regulasi Indonesia,” terang Calvin dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).
— Calvin Kizana, CEO Tokocrypto
Ia berpandangan stablecoin berpotensi menjadi salah satu bentuk aset digital yang lebih dahulu digunakan masyarakat Indonesia. Penggunaannya mencakup perdagangan, penyelesaian transaksi, hingga pemindahan nilai secara lebih efisien.
Tokenisasi aset dan contoh bStocks
Sementara itu, tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA) berpotensi berkembang seiring dengan kesiapan regulasi dan infrastruktur pendukung.
Salah satu contoh yang disoroti adalah bStocks, produk sekuritas tertokenisasi di jaringan BNB Smart Chain yang didukung saham Amerika Serikat (AS) yang disimpan melalui kustodian teregulasi.
Produk tersebut memberikan eksposur terhadap saham AS bagi pengguna yang memenuhi persyaratan melalui teknologi blockchain. Namun, bStocks tidak memberikan kepemilikan langsung atas saham yang mendasarinya. Produk ini juga menawarkan perdagangan selama 24 jam.
Calvin bilang, penerapan produk sejenis di Indonesia tetap bergantung pada ketentuan regulasi domestik dan kesiapan pasar. Menurut dia, karakteristik pasar Indonesia yang ditopang pengguna ritel juga berbeda dengan Singapura yang dinilai lebih banyak didorong oleh partisipasi institusi.
Pergeseran dari sekadar jumlah akun ke tingkat penggunaan aset digital menentukan bagaimana industri kripto Indonesia tumbuh setelah fase euforia ritel.
Memasuki akhir 2026 hingga 2027, Calvin memperkirakan perhatian industri akan semakin bergeser dari pertumbuhan jumlah pemilik kripto menuju tingkat penggunaan aset digital dalam aktivitas keuangan.
Ia juga melihat partisipasi institusional yang lebih besar serta integrasi kripto dengan sistem keuangan tradisional berpotensi menjadi bagian dari perkembangan industri ke depan.
Di sisi lain, regulasi tetap menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan pasar. Calvin menilai aturan yang jelas dapat meningkatkan kepercayaan pengguna sekaligus memberikan kepastian bagi pengembangan inovasi.
Yang perlu dicermati investor
Ia mengingatkan investor agar tetap memahami aset, keamanan, dan kedisiplinan dalam berinvestasi di tengah perkembangan industri kripto.
- Nilai transaksi kripto Agustus 2026 mencapai Rp 23,16 triliun, naik 12,9% dari Juli 2026.
- OJK mencatat 23,21 juta akun perdagangan aset keuangan digital per Agustus 2026.
- Tren yang disoroti meliputi stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata, dan integrasi kripto dengan keuangan tradisional.
Menurut Calvin, pemahaman terhadap aset dan keamanan menjadi bekal penting bagi pengguna yang ingin memanfaatkan inovasi di sektor ini dalam jangka panjang.
“Tetaplah penasaran, terus belajar, dan utamakan keamanan. Tetaplah terbuka terhadap inovasi, tetapi tetap disiplin, karena masa depan kripto harus dibangun di atas inovasi yang memberikan nilai jangka panjang, bukan sekadar euforia pasar jangka pendek,” pungkasnya.
— Calvin Kizana
Pertanyaan Umum
Berapa nilai transaksi aset kripto Indonesia pada Agustus 2026?
Nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp 23,16 triliun pada Agustus 2026, meningkat 12,9% dibandingkan Juli 2026 yang sebesar Rp 20,52 triliun.
Berapa jumlah akun perdagangan aset keuangan digital per Agustus 2026?
OJK mencatat jumlah akun perdagangan aset keuangan digital mencapai 23,21 juta akun per Agustus 2026.
Apa saja tren global yang disoroti Tokocrypto?
CEO Tokocrypto Calvin Kizana menyoroti stablecoin, tokenisasi aset dunia nyata (RWA), serta integrasi kripto dengan keuangan tradisional atau TradFi sebagai tren yang berpotensi memengaruhi pasar Indonesia.
Sumber: Kontan
