Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Ekonomi

TPID Gorontalo Raih Terbaik IV Nasional di TPID Award 2026

×

TPID Gorontalo Raih Terbaik IV Nasional di TPID Award 2026

Sebarkan artikel ini
Sekda Gorontalo Sofian Ibrahim menghadiri penyerahan TPID Award 2026 di Jakarta International Convention Center.
TPID Gorontalo meraih predikat terbaik keempat nasional pada ajang TPID Award 2026 di Jakarta.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Gorontalo menorehkan capaian penting di kancah nasional dengan meraih predikat terbaik keempat pada ajang TPID Award 2026. Keberhasilan ini menempatkan Gorontalo sebagai tim pengendali inflasi terbaik pertama di seluruh kawasan Sulawesi.

Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh pemerintah pusat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah 2026 di Jakarta International Convention Center, Jakarta. Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim hadir mewakili Gubernur Gusnar Ismail untuk menerima penghargaan bergengsi tersebut.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Dalam pemeringkatan nasional, posisi Gorontalo berada tepat di bawah Provinsi Lampung, Jawa Tengah, dan Kalimantan Barat. Raihan ini menjadikan Gorontalo satu-satunya daerah dari Pulau Sulawesi yang sukses menembus jajaran lima besar pemerintah provinsi paling efektif menjaga stabilitas harga.

Penghargaan diserahkan bersama oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Agenda strategis tersebut dirangkaikan dengan pertemuan High Level Meeting yang mempertemukan pimpinan kementerian, lembaga terkait, Bank Indonesia, dan seluruh kepala daerah di Indonesia.

Sofian Ibrahim menyatakan bahwa pengakuan di tingkat nasional ini merupakan buah dari keterpaduan langkah berbagai instansi di daerah. Pemerintah provinsi secara berkesinambungan membangun koordinasi vertikal bersama kabupaten dan kota serta berkolaborasi intensif dengan instansi vertikal.

“Ini bukti kerja keras dan sinergitas pemerintah daerah mulai dari level provinsi, kabupaten/kota, Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, TNI dan Polri serta instansi lainnya.”

— Sofian Ibrahim

Intervensi Pasokan dan Perlindungan Daya Beli

Di bawah komando Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah, penanganan inflasi diprioritaskan melalui stabilisasi harga komoditas pangan pokok dan perlindungan daya beli warga. Kebijakan ini menyasar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang rentan tertekan oleh gejolak harga pangan.

Salah satu langkah konkret yang dijalankan secara konsisten adalah penyaluran Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) kepada masyarakat berpendapatan rendah. Program bantuan pangan ini dirancang guna menjadi bantalan ekonomi rumah tangga sekaligus menjaga pasokan tetap terdistribusi merata.

Pemerintah provinsi juga menggencarkan program operasi pasar murah bersubsidi di berbagai titik strategis di wilayah kabupaten dan kota. Upaya ini difokuskan untuk meredam lonjakan harga pada komoditas pangan utama seperti beras, minyak goreng, dan bumbu dapur.

Penyelenggaraan pasar bersubsidi ini terbukti memotong rantai pasok yang panjang dan mencegah disparitas harga berlebih di tingkat pedagang eceran. Fasilitasi subsidi distribusi oleh pemda memastikan barang kebutuhan pokok dapat diakses warga dengan harga terjangkau.

Tren Penurunan Laju Inflasi Gorontalo

Catatan Badan Pusat Statistik menunjukkan fluktuasi indeks harga konsumen di Gorontalo bergerak dinamis sepanjang pertengahan tahun 2026. Laju inflasi tahunan daerah ini sempat menyentuh angka 4,77 persen pada Juni 2026 akibat dinamika permintaan pasar dan hambatan panen musiman.

Tekanan harga tersebut berhasil diturunkan drastis menjadi 2,95 persen pada Juli 2026 melalui rangkaian intervensi langsung di lapangan. Meskipun kembali bergerak naik ke level 3,36 persen pada Agustus 2026, stabilitas harga secara umum tetap berada dalam batas kendali target sasaran makroekonomi.

Pada Juni 2026, tingkat inflasi Gorontalo sempat berselisih 1,43 persen lebih tinggi dibandingkan angka nasional yang saat itu berada di posisi 3,34 persen. Kondisi tersebut langsung direspons cepat melalui rapat koordinasi mingguan guna mengurai hambatan pasokan pangan lokal.

Hasilnya, selisih angka tersebut menyempit drastis menjadi hanya 0,07 persen pada Juli 2026 saat inflasi nasional berada pada level 2,88 persen. Memasuki Agustus 2026, laju inflasi Gorontalo mencatatkan selisih tipis 0,17 persen di atas rata-rata nasional yang berada di angka 3,19 persen.

Integrasi Sistem Logistik dan Digitalisasi Ekonomi

Prestasi nasional ini mencerminkan keberhasilan Gorontalo dalam mengimplementasikan kerangka pengendalian harga berbasis ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran logistik, dan komunikasi publik. Seluruh pilar dijalankan bersama otoritas moneter daerah guna memantau perkembangan harga harian.

Kolaborasi bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo memungkinkan pemetaan lonjakan harga secara cepat lewat sistem informasi pasar. Keterlibatan aktif unsur TNI dan Polri melalui Satgas Pangan juga menjamin keamanan rantai distribusi dari risiko spekulasi dan penimbunan komoditas pokok.

Keterpaduan agenda TPID dengan program percepatan digitalisasi transaksi daerah memperlancar efisiensi sistem pembayaran dan pemantauan distribusi lintas kabupaten. Sofian Ibrahim berharap kekompakan kerja antarlembaga ini terus dirawat dan ditingkatkan demi menjaga ketahanan ekonomi daerah pada masa-masa mendatang.

Pemerintah daerah bersama dinas teknis juga terus memperkuat kerja sama antardaerah dengan berbagai wilayah sentra produksi di luar Sulawesi. Langkah pengadaan komoditas pangan dari sentra luar pulau disiapkan untuk mengantisipasi potensi kekeringan maupun cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi pasokan hasil panen petani.

Konsolidasi neraca pangan antarwilayah kabupaten dan kota di Gorontalo turut dimutakhirkan secara berkala agar surplus di satu daerah dapat menutupi defisit di daerah tetangga. Mekanisme distribusi silang ini menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pasokan secara merata di seluruh pelosok provinsi.

Pertanyaan Umum

Apa pencapaian TPID Provinsi Gorontalo pada TPID Award 2026?

Provinsi Gorontalo berhasil meraih peringkat keempat terbaik di tingkat nasional. Gorontalo juga menjadi yang terbaik pertama di wilayah regional Sulawesi sekaligus satu-satunya provinsi dari pulau tersebut yang masuk jajaran lima besar nasional.

Langkah apa yang dilakukan pemda untuk menekan laju inflasi di Gorontalo?

Pemerintah Provinsi Gorontalo mengandalkan program Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) serta pelaksanaan operasi pasar murah bersubsidi secara terencana. Program ini dipadukan dengan pemantauan pasar berkala dan penegakan kelancaran distribusi bersama Satgas Pangan.

Bagaimana pergerakan inflasi Gorontalo berdasarkan data BPS tahun 2026?

Laju inflasi Gorontalo tercatat sebesar 4,77 persen pada Juni 2026, lalu turun signifikan menjadi 2,95 persen pada Juli 2026. Angka tersebut kemudian bergerak stabil ke posisi 3,36 persen pada Agustus 2026.

Sumber: Republika

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Baca Juga :  Krisis Ekonomi 2026: Apa yang Terjadi dan Bagaimana Memprediksinya
Banner Iklan Harianesia 120x600