DHARMASRAYA_Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, S.H., LL.M., menjadi sorotan publik setelah turun langsung meninjau kawasan Hutan Produksi Terbatas yang terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Annisa mengambil langkah tegas dengan meminta tanaman kelapa sawit ilegal seluas 5,9 hektare dicabut agar kawasan hutan dapat dikembalikan sesuai dengan fungsinya sebagai kawasan konservasi dan resapan air.
Langkah ini menarik perhatian luas karena dinilai menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam perlindungan lingkungan dan penertiban pemanfaatan kawasan hutan yang tidak sesuai aturan.
“Pemulihan hutan tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Harus disertai penegakan aturan dan pemulihan fungsi kawasan. Tidak boleh ada pembiaran terhadap aktivitas ilegal di dalam kawasan hutan,” tegas Annisa di lokasi peninjauan.
Annisa sendiri merupakan Bupati Dharmasraya periode 2025-2030. Ia tercatat sebagai perempuan pertama yang memimpin Kabupaten Dharmasraya, sekaligus disebut sebagai bupati perempuan pertama di Provinsi Sumatera Barat.
Di balik ketegasannya, Annisa dikenal memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia (UI) dan melanjutkan studi Master of Laws (LL.M.) di Columbia University, Amerika Serikat. Ia merupakan putri dari Marlon Martua Situmeang, Bupati pertama Dharmasraya.
Sebelum menjabat sebagai kepala daerah, Annisa berkarier sebagai pengacara dan manajer di firma hukum Melli Darsa & Co yang terafiliasi dengan jaringan global PwC, serta pernah mengabdi sebagai staf khusus di DPR RI. Pengalaman di bidang hukum dan pemerintahan tersebut menjadi modal penting dalam kepemimpinannya, terutama dalam menghadapi persoalan lingkungan yang kompleks.
Pengamat menilai, keputusan pencabutan sawit ilegal di kawasan bekas karhutla menjadi pesan penting bahwa pembangunan dan investasi harus tetap sejalan dengan prinsip kelestarian lingkungan dan keberlanjutan. Langkah berani Bupati Annisa dinilai menjadi contoh kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan jangka panjang masyarakat.
Foto Bupati Annisa yang mengenakan topi dinas dengan selendang batik merah saat turun ke lapangan pun viral di media sosial, dan menuai apresiasi dari warganet.
(M. Chairul)
