SRAGEN_HARIANESIA.COM_ Suasana Aula Satya Haprabu Polres Sragen, Rabu (17/6/2026) sore, tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah pejabat Akademi Kepolisian (Akpol) hadir langsung dalam kegiatan supervisi Latihan Kerja (Latja) Bhayangkara Pratama Taruna Akpol Tingkat I Angkatan ke-60 Batalyon Manggala Satya Tahun 2026 yang sedang berlangsung di Polres Sragen.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga 18.30 WIB tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Supervisi Brigjen Pol Dr. Drs. Sofyan Nugroho, didampingi Kombes Pol Guntur Agung Supono, Kompol Ririh Dewi Widowati, serta Ipda Aldila Indra Pradikta.
Kedatangan tim supervisi disambut Wakapolres Sragen Kompol Nunung Farmadi, bersama pejabat utama Polres Sragen, para mentor, pendamping, serta 17 Taruna dan Taruni Akpol Tingkat I yang saat ini tengah menjalani latihan kerja di wilayah Kabupaten Sragen.
Dalam sambutannya, Kompol Nunung Farmadi menyampaikan bahwa selama mengikuti Latja, seluruh taruna dalam kondisi sehat dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas di kewilayahan.
Para taruna juga aktif mengikuti berbagai kegiatan kepolisian yang menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan.
Menurutnya, sebanyak 17 taruna ditempatkan di delapan rumah yang berada di sekitar Mapolres Sragen. Pola penempatan tersebut dilakukan untuk memudahkan proses pendampingan dan pengawasan oleh mentor yang telah ditunjuk.
“Selama pelaksanaan Latja, para taruna mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat tugas-tugas kepolisian di tingkat kewilayahan, mulai dari pelayanan masyarakat, pembinaan, hingga berbagai aktivitas operasional kepolisian lainnya,” ujar Kompol Nunung.
Sementara itu, Brigjen Pol Sofyan Nugroho menjelaskan bahwa supervisi dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program latihan kerja sekaligus memperoleh gambaran mengenai pengalaman yang diperoleh para taruna selama berada di Polres Sragen.
Ia menyebutkan, Latja merupakan bagian penting dalam proses pendidikan di Akademi Kepolisian karena memberikan kesempatan kepada para taruna untuk mengenal dunia tugas kepolisian secara nyata di lapangan.
“Kami ingin melihat bagaimana proses pembinaan berjalan, bagaimana para taruna beradaptasi dengan lingkungan tugas, serta pengalaman apa saja yang mereka peroleh selama mengikuti latihan kerja di kewilayahan,” kata Brigjen Sofyan.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama Latja menjadi pelengkap dari materi yang selama ini diterima di lingkungan pendidikan Akademi Kepolisian. Dengan demikian, para taruna dapat memahami secara langsung dinamika tugas dan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Usai sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog dan wawancara bersama para taruna. Dalam kesempatan tersebut, tim supervisi mendengarkan berbagai pengalaman yang telah diperoleh peserta selama mengikuti latihan kerja di Polres Sragen.
Tidak hanya itu, tim supervisi juga melakukan peninjauan ke lokasi tempat tinggal para taruna. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tempat tinggal sekaligus memastikan kegiatan Latja berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Mewakili Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, Kabag SDM Polres Sragen Kompol Joko Widodo, mengatakan bahwa kegiatan supervisi menjadi bagian dari rangkaian evaluasi dan pendampingan terhadap pelaksanaan Latja Taruna Akpol di Polres Sragen.
“Kegiatan ini menjadi sarana untuk melihat perkembangan para taruna selama menjalani latihan kerja sekaligus sebagai bahan masukan bagi pelaksanaan program pendidikan dan pembinaan ke depan,” terang Kompol Joko Widodo.
Rangkaian supervisi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Hingga berakhirnya kegiatan, seluruh agenda berjalan aman, tertib, dan lancar.
Mariyo
