Edukasi

SOLUSI AKSARA PIROLISIS: Made Hiroki Resmi Mulai Perakitan Mesin Pengolah Sampah, Bali Bersiap Sambut Revolusi Penanganan Limbah


Denpasar_HARIANESIA.COM_ Hari ini menjadi tonggak bersejarah bagi penanganan krisis sampah di Pulau Dewata. Made Hiroki, Direktur PT Aksara Cristy Legal, secara resmi memfisikkan proyek SOLUSI AKSARA PIROLISIS sebuah mesin pengolah sampah berbasis teknologi pirolisis yang digadang-gadang menjadi jawaban atas darurat sampah Bali pasca penutupan TPA Suwung.

Tidak main-main, Made Hiroki telah menunjuk dan memilih langsung tim insinyur terbaik untuk menangani perakitan mesin. Proses seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan setiap komponen mesin dirakit oleh tangan-tangan ahli yang memahami betul tantangan teknis maupun lapangan.

Lokasi Strategis untuk Perakitan dan Produksi

Penempatan lokasi perakitan dan produksi mesin SOLUSI AKSARA PIROLISIS juga telah ditetapkan. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan kemudahan akses logistik, kedekatan dengan titik-titik distribusi, serta ruang yang memadai untuk skala produksi jangka panjang. Ini bukan sekadar bengkel perakitan  ini adalah cikal bakal pusat industri pengolahan sampah modern berbasis lokal Bali.

Sistem yang Pas, Komponen yang Mudah Dirawat

Salah satu filosofi utama yang ditekankan Made Hiroki dalam pengembangan SOLUSI AKSARA PIROLISIS adalah kesederhanaan dalam keandalan. Mesin ini dirancang dengan sistem yang pas untuk kondisi operasional di Bali  tidak terlalu rumit, namun tetap berteknologi tinggi.

“Saya ingin mesin ini bisa dirawat oleh siapa saja yang sudah dilatih. Jangan sampai begitu rusak satu komponen kecil, seluruh operasi berhenti karena harus tunggu suku cadang dari luar negeri. Komponennya harus mudah, perawatannya harus gampang. Itu kunci agar solusi ini benar-benar berkelanjutan,” tegas Made Hiroki.

Pendekatan ini menjawab kelemahan klasik teknologi impor yang selama ini menjadi mimpi buruk pengelola TPA di Indonesia: mesin canggih yang akhirnya menjadi rongsokan karena tidak ada teknisi yang bisa merawatnya.

Tertantang oleh Krisis Sampah Bali

Made Hiroki tidak menyembunyikan bahwa proyek ini lahir dari rasa tertantang yang mendalam terhadap permasalahan sampah yang membelit Bali. Penutupan TPA Suwung pada 1 Maret 2026 telah meninggalkan kekosongan besar dalam sistem pengelolaan sampah kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan). Tumpukan sampah di berbagai TPS, sungai, dan pesisir pantai menjadi pemandangan yang merusak citra Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.

“Bali ini rumah saya. Saya tidak bisa diam melihat pulau ini terancam oleh sampahnya sendiri. Kalau bukan kita yang turun tangan, siapa lagi? SOLUSI AKSARA PIROLISIS bukan sekadar mesin  ini adalah pernyataan bahwa orang Bali bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, dengan teknologi yang kita rakit sendiri,” ungkap Made Hiroki dengan nada penuh keyakinan.

Bukan Sekadar Mesin, Tapi Gerakan

SOLUSI AKSARA PIROLISIS dirancang untuk mengubah sampah plastik dan residu menjadi produk bernilai ekonomi melalui proses pirolisis  pemanasan tanpa oksigen yang menghasilkan bahan bakar alternatif dan produk turunan lainnya. Ini bukan hanya solusi teknis, tetapi juga ekonomi sirkular yang membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Bali.

Dengan dimulainya tahap fisik perakitan hari ini, PT Aksara Cristy Legal resmi memasuki babak baru: dari konsep di atas kertas, menuju mesin nyata yang siap mengubah wajah penanganan sampah di Bali.

Bali sedang menyaksikan lahirnya teknologi karya anak negeri. Dan Made Hiroki memimpin di garis depan.

PT Aksara Cristy Legal Solusi Nyata untuk Bali yang Bersih.

Exit mobile version