Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
HukumInvestigasi

Siswi Sakit Diduga Ditegur Tidak Senonoh oleh Oknum Kepala Sekolah, Ucapan “Jual Apem Saja” Tuai Kecaman

×

Siswi Sakit Diduga Ditegur Tidak Senonoh oleh Oknum Kepala Sekolah, Ucapan “Jual Apem Saja” Tuai Kecaman

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Siswi Sakit Diduga Ditegur Tidak Senonoh oleh Oknum Kepala Sekolah, Ucapan “Jual Apem Saja” Tuai Kecaman

Lebak – Dunia pendidikan kembali tercoreng. Seorang siswi di salah satu sekolah SMPN 08 Rangkasbitung di Kabupaten Lebak diduga mendapat teguran tidak pantas dari oknum kepala sekolah saat dirinya dalam kondisi sakit.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Awal terjadinya dugaan buling yang di lakukan kepala sekolah tersebut saat siswa Berinisial S sedang sakit tidak bisa masuk ,ibu kandung S menceritakan awal mula perkataan tidak senonoh dilontarkan bahwa sodara S dagang Apem Saja jangan sekolah

” Jadi saya mendapatkan aduan dari anak saya bahwa dirinya mendapat kata kata yang Tidak pantas di ucapkan seorang kepala sekolah ,bahwa dia mendingan dagang apem saja,saya selaku orang tua. Merasa terhina saat anak saya sedang sakit disuruh dagang apem ,kan itu penghinaan terhadap diri saya dan keluarga ,ungkap ibu S kepada wartawan.

Baca Juga :  Proyek Turap di Cilangkap Diduga Lalai : Papan Pagu Tak Terpasang, Pelaksana Beri Alasan Tak Masuk Akal

Ucapan yang dinilai merendahkan dan tidak senonoh itu sontak menuai kecaman dari berbagai pihak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi ketika siswi bersangkutan tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara optimal karena kondisi kesehatannya. Alih-alih mendapatkan empati dan pembinaan yang mendidik, siswi tersebut justru diduga menerima teguran bernada merendahkan dengan kalimat, “Jual apem saja”, yang disampaikan oleh oknum kepala sekolah.

Baca Juga :  BPC peradin Kota Bandung Resmi Dilantik, Prioritaskan Program Pembentukan Posbankum di Tiap Kelurahan

Ucapan tersebut dinilai tidak pantas, tidak beretika, serta bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan dan perlindungan terhadap anak. Terlebih, siswi tersebut berada dalam kondisi sakit dan secara psikologis rentan.

Ketua Umum Baralak Yudistira menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan verbal yang dapat berdampak serius terhadap mental dan masa depan peserta didik.

“Sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi anak. Kepala sekolah adalah teladan, bukan justru melontarkan kalimat yang merendahkan martabat siswi,” ujar salah satu aktivis Senior .
Ia menegaskan, ucapan bernada penghinaan, apalagi disampaikan oleh pejabat pendidikan, tidak bisa ditoleransi. Hal ini dinilai melanggar etika profesi pendidik
Serta prinsip perlindungan anak sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Pihak keluarga siswi dikabarkan mengalami tekanan psikologis atas kejadian tersebut dan berharap ada kejelasan serta tanggung jawab dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat.

Baca Juga :  Warga Pasar Tohaga Leuwiliang Sampaikan Terima Kasih atas Tindakan Adil Pemkab Bogor

Masyarakat mendesak agar instansi terkait segera turun tangan, melakukan klarifikasi, dan memberikan sanksi tegas apabila dugaan tersebut terbukti benar.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa dunia pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga soal adab, empati, dan penghormatan terhadap hak serta martabat peserta didik.

Sampai berita ini diterbitkan kantor redaksi pihak sekolah belum dapat dikonfirmasi pihak media.

Penulis : Dede Mulyana

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600