SRAGEN – Kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Sragen bakal menyiapkan berbagai terobosan pelayanan bagi masyarakat. Total ada delapan inovasi layanan yang disiapkan untuk memastikan perjalanan pemudik aman, nyaman, dan mendapatkan pelayanan cepat saat mengalami kendala di jalan.
Kasat Lantas Polres Sragen Polda Jawa Tengah AKP Kukuh Tirto Satria Leksono menjelaskan, delapan inovasi tersebut merupakan upaya meningkatkan pelayanan humanis sekaligus menghadirkan kehadiran polisi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
“Satlantas Polres Sragen menyiapkan delapan inovasi pelayanan selama Operasi Ketupat Candi 2026 untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada para pemudik yang melintas di wilayah Sragen,” ujar AKP Kukuh Tirto Satria Leksono.
Inovasi pertama adalah Wahana Ceria Anak Gratis, yakni fasilitas permainan anak yang disediakan secara gratis di kompleks Pos Terpadu selama Operasi Ketupat Candi berlangsung. Fasilitas ini disiapkan untuk memberikan ruang rekreasi bagi anak-anak pemudik yang beristirahat di pos pelayanan.
Kedua, BBM Mobile, layanan pengantaran bahan bakar minyak secara gratis bagi masyarakat yang mengalami kehabisan BBM di perjalanan.
Ketiga, Si Medis, yaitu tim respons cepat medis yang menggunakan sepeda motor sehingga dapat bergerak cepat memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kondisi darurat di jalur mudik.
Keempat, Si Bengkel, layanan hasil kolaborasi kepolisian dengan bengkel setempat yang menyediakan perbaikan kendaraan selama 24 jam selama Operasi Ketupat Candi 2026.
Kelima, Toilet Portable, berupa penambahan fasilitas toilet portabel di Pos Terpadu yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kenyamanan pemudik saat beristirahat.
Keenam, Si Rescue, yakni tim penyelamat yang dilengkapi peralatan derek dan towing untuk mengantisipasi gangguan kendaraan di jalan raya di wilayah hukum Polres Sragen.
Ketujuh, Sibara Art Stage, sebuah panggung seni yang disediakan oleh Polisi Baik Sragen sebagai ruang apresiasi kreativitas seni masyarakat. Panggung ini akan melibatkan seniman difabel dan seniman lokal sehingga menjadi ruang hiburan sekaligus pemberdayaan seni daerah.
Namun dari delapan inovasi tersebut, perhatian publik tertuju pada inovasi kedelapan yang diberi nama MBAK DEWI.
MBAK DEWI merupakan akronim dari Mobile Bakti Digital Electric Vehicle Way Incident, yaitu layanan SPKLU mobile yang disiapkan khusus untuk membantu pemudik pengguna kendaraan listrik yang mengalami kehabisan daya di tengah perjalanan.
AKP Kukuh menjelaskan bahwa layanan ini dirancang mengikuti perkembangan penggunaan kendaraan listrik yang semakin meningkat di jalur mudik.
“Melalui inovasi MBAK DEWI, kami menyiapkan layanan SPKLU mobile bagi pemudik kendaraan listrik yang kehabisan daya di wilayah hukum Polres Sragen,” jelasnya.
Dalam mekanismenya, pemudik yang mengalami kehabisan daya dapat menghubungi Hotline 110. Petugas kemudian akan meminta identitas serta nomor WhatsApp pelapor untuk diteruskan kepada operator layanan MBAK DEWI.
Setelah menerima delegasi laporan dari operator 110, operator MBAK DEWI akan menghubungi pemudik melalui WhatsApp untuk meminta data tambahan berupa nama, foto kendaraan, serta lokasi terkini melalui fitur share location.
Selanjutnya, kendaraan SPKLU Mobile MBAK DEWI yang siaga di Pos Terpadu Alun-Alun Sragen akan langsung menuju lokasi pemudik yang mengalami kehabisan daya.
Di lokasi tersebut, operator MBAK DEWI akan melakukan pengisian daya baterai kendaraan listrik hingga mencapai sekitar 10 persen. Daya tersebut cukup untuk membuat kendaraan kembali dapat berjalan. Setelah itu, pemudik akan dikawal menuju SPKLU terdekat untuk melakukan pengisian daya penuh hingga 100 persen.
“Inovasi ini diharapkan bisa memberikan rasa aman bagi pemudik pengguna kendaraan listrik sehingga mereka tidak khawatir ketika melintas di wilayah Sragen,” tambah AKP Kukuh.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Polres Sragen berupaya menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat dan responsif, tetapi juga ramah dan berkesan bagi masyarakat selama momentum mudik Lebaran 2026.
