SUMENEP – Tim Estoh Ateh melakukan peninjauan langsung ke Madrasah Aliyah (MA) An-Nusyur, Dusun Ceccek, Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, menyusul bencana alam berupa hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan kerusakan pada ruang kelas sekolah, Senin (12/1/2026) dini hari.
Bencana tersebut mengakibatkan sebuah pohon tumbang dan menimpa bangunan madrasah, sehingga satu ruang kelas mengalami kerusakan cukup parah dan tidak dapat digunakan untuk sementara waktu.
Akibatnya, kegiatan belajar mengajar terganggu. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.
Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari gerak cepat Tim Estoh Ateh untuk melihat langsung kondisi di lapangan, sekaligus menyalurkan bantuan awal dan melakukan pendampingan kepada pihak sekolah terdampak.
Tim Estoh Ateh yang turun ke lokasi merupakan relawan kebersamaan yang bergerak bersama masyarakat dan lembaga pendidikan, serta mendapat dukungan dari Legislator PDI Perjuangan Dapil III Kabupaten Sumenep, Abd Rahman.
Menurut Abd Rahman, kehadiran Tim Estoh Ateh di lokasi bencana merupakan bentuk nyata kepedulian sosial dan gotong royong dalam merespons musibah yang menimpa dunia pendidikan.
“Kami mendorong Tim Estoh Ateh untuk hadir langsung melihat kondisi sekolah dan membantu sebisanya. Ini bagian dari tanggung jawab kemanusiaan agar lembaga pendidikan tidak dibiarkan sendiri menghadapi dampak bencana,” kata Abd Rahman.
Sementara itu, Ketua Yayasan An-Nusyur, KH. Ma’mon Amar, S.Ag, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Estoh Ateh dan perhatian yang diberikan kepada lembaga pendidikan yang dipimpinnya.
“Kami berterima kasih kepada Tim Estoh Ateh dan Bapak Abd Rahman atas kepedulian dan kehadirannya. Bantuan serta perhatian ini sangat berarti bagi kami di tengah kondisi pascabencana,” ujar KH. Ma’mon Amar, S.Ag.
Pihak yayasan berharap adanya dukungan lanjutan dari berbagai pihak agar proses perbaikan fasilitas sekolah dapat segera dilakukan dan aktivitas belajar mengajar kembali berjalan normal.
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara relawan, masyarakat, dan wakil rakyat dalam menghadapi dampak bencana alam, khususnya untuk menjaga keberlangsungan pendidikan di Kabupaten Sumenep.
