Edukasi

Sayembara Rp1,3 Miliar Ala AMPB: Ketika Rakyat Biasa Menantang Balik Tudingan Dana Siluman

Dituding terima Rp800 juta dari bank hingga dibiayai Geng Solo, kelompok warga Pati ini gelar sayembara terbuka. Dua Pajero dan gepokan uang jadi taruhan

PATI_HARIANESIA.COM_ Tudingan itu datang bertubi-tubi dari dunia maya. Disebut terima duit Rp800 juta dari Bank Mandiri. Dituding disokong Geng Solo, dibekingi mantan bupati, disumpal pengusaha lokal, bahkan ditunggangi partai politik.

Malam itu, Selasa, 27 Oktober 2026, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menjawabnya dengan cara yang tak biasa: bukan klarifikasi panjang, melainkan sayembara.

Di sebuah ruangan sederhana di Pati, Jawa Tengah, Novi Andrianta Ferrawanto berdiri di tengah. Di sekelilingnya, anggota AMPB yang lain. Di tangannya, kunci mobil. Di depannya, gepokan uang tunai dan tangkapan layar saldo rekening.

Mereka menantang balik.

Jika ada yang bisa membuktikan AMPB pernah menerima sepeser pun uang dari pihak manapun silakan ambil hadiahnya. Dua unit Mitsubishi Pajero. Uang tunai Rp500 juta. Plus saldo Rp800 juta lebih yang mereka pamerkan.

Total klaim: Rp1,3 miliar.

“Untuk menegaskan kepada masyarakat bahwa AMPB tidak ada tunggangan politik,” kata Novi, suaranya tegas dalam video yang kini viral. “Kita tidak mengenal Geng Solo. Kita tidak mengenal geng penguasa. Yang kami tahu adalah geng rakyat biasa.”

Pernyataan ini secara spesifik ditujukan kepada dua akun yang selama ini paling vokal menuduh: akun Cakra Adinegara dan akun Kendeng.

Bagi AMPB, ini soal harga diri gerakan. Mereka mengklaim diri sebagai gerakan akar rumput murni — kumpulan rakyat desa, rakyat biasa, yang muak melihat ketidakadilan, korupsi, dan pungli di Pati.

Sayembara Rp1,3 miliar ini bukan sekadar gertakan. Ia adalah pertaruhan kredibilitas. Di satu sisi, jika tudingan itu benar, maka runtuhlah klaim kemurnian gerakan rakyat biasa. Di sisi lain, jika tudingan itu hanya fitnah yang dilempar tanpa bukti, maka sayembara ini menjadi cermin betapa murahnya tuduhan politik dilempar di media sosial hari ini.

Sampai berita ini diturunkan, Cakra Adinegara dan Kendeng belum menjawab tantangan itu. Pihak-pihak yang disebut Bank Mandiri, Geng Solo, mantan Bupati Haryanto, hingga pengusaha bernama Candra juga belum memberikan tanggapan resmi.

Yang jelas, bola panas kini ada di tangan para penuduh.

(Dwi Wahyudi)

Exit mobile version