Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Satgas Preemtif Operasi Patuh Candi 2026 Polda Jateng Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas kepada Pelajar Lewat Diskusi dan Kuis Interaktif

×

Satgas Preemtif Operasi Patuh Candi 2026 Polda Jateng Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas kepada Pelajar Lewat Diskusi dan Kuis Interaktif

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Kota Semarang | Membangun budaya tertib berlalu lintas perlu dimulai dari kesadaran setiap individu, termasuk kalangan pelajar yang mulai aktif menggunakan kendaraan bermotor dalam aktivitas sehari-hari. Melalui Operasi Patuh Candi 2026, Polda Jawa Tengah terus mengintensifkan edukasi keselamatan berkendara dengan pendekatan humanis agar kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tumbuh atas kesadaran sendiri, bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi oleh Satgas Preemtif Ditbinmas Polda Jateng di SMK Negeri 8 Kota Semarang, Rabu (4/11/2026) pagi. Dipimpin Iptu Agustian Yudha bersama 13 personel, kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti sekitar 200 siswa kelas XI dan XII, didampingi para guru wali kelas.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

“Dalam kegiatan ini, kami memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai tujuan pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026, masa berlangsungnya operasi, serta berbagai ketentuan berlalu lintas yang harus dipatuhi oleh setiap pengguna jalan. Kami juga mengajak siswa berdiskusi mengenai jenis pelanggaran yang kerap dilakukan kalangan pelajar, berikut risiko keselamatan dan konsekuensi hukum yang dapat timbul akibat pelanggaran tersebut,” ujar Iptu Yudha.

Baca Juga :  Polrestabes Bandung Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Melalui Pemanfaatan Lahan Produktif

Edukasi tidak hanya disampaikan melalui pemaparan materi, tetapi juga dikemas secara interaktif melalui sesi tanya jawab dan kuis pengenalan rambu-rambu lalu lintas. Dengan suasana komunikatif dan menyenangkan, para siswa diajak memahami pentingnya penggunaan helm, kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan, serta kelengkapan kendaraan sebelum berkendara.

“Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat pesan keselamatan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, tertib berlalu lintas bukan hanya untuk menghindari teguran maupun sanksi petugas, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab dalam melindungi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tambahnya.

Salah seorang siswa, Syarif dari kelas XI, mengaku mendapatkan banyak pemahaman baru melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi yang disertai diskusi dan permainan membuat materi lebih mudah diterima serta memberikan pemahaman mengenai alasan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.

“Menurut saya, sosialisasi tadi sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman. Kami diajarkan agar lebih patuh dan mengerti mengapa harus patuh serta apa manfaatnya ketika kita tertib berlalu lintas. Bagian yang paling menarik adalah kuis tebak rambu-rambu karena interaktif,” ungkapnya.

Baca Juga :  Laporan Edy M di Unit II Resmob Polrestabes Semarang Diduga Kuat Jalan di Tempat: Surat Sudah Sampai di Meja Penangan, SP2HP Hanya Satu Kali Diterima Sejak Mei 2025

Apresiasi juga disampaikan Ika Sari Astarina, Tim Kesiswaan SMK Negeri 8 Semarang. Ia menilai kehadiran tim Polda Jateng memberikan manfaat positif bagi para siswa, khususnya dalam menambah pemahaman mengenai kedisiplinan dan kelengkapan berkendara.

“Kami dari pihak sekolah berharap kegiatan edukasi serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kesadaran tertib berlalu lintas semakin tertanam di lingkungan sekolah,” tuturnya.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto mengatakan bahwa edukasi kepada kalangan pelajar merupakan bagian penting dari upaya membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak dini. Menurutnya, keberhasilan mewujudkan ketertiban di jalan raya tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan dan penindakan, tetapi juga membutuhkan kesadaran serta kedisiplinan setiap pengguna jalan.

“Melalui Operasi Patuh Candi 2026, kami tidak hanya mengedepankan penegakan aturan, tetapi juga terus mengintensifkan langkah edukasi dan pencegahan. Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda, memahami bahwa tertib berlalu lintas bukan karena takut ditilang, melainkan karena menyadari bahwa keselamatan merupakan kebutuhan dan tanggung jawab bersama,” jelas Kabid Humas.

Baca Juga :  Wakapolda Jabar Sholat Jumat Bersama Warga di Masjid Al-Azhar Summarecon Bandung, Wujud Kedekatan Bersama Masyarakat

Kombes Pol Yuliyanto juga mengajak para pelajar untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh melalui sosialisasi diharapkan tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi turut disampaikan kepada orang tua, keluarga, serta teman sebaya.

“Kami mengimbau para pelajar untuk selalu mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan saat berkendara. Jadilah pelopor keselamatan dengan memberikan contoh yang baik dan saling mengingatkan. Karena keselamatan di jalan raya merupakan kepentingan kita bersama,” pungkasnya.

Melalui kegiatan edukasi yang menyentuh lingkungan sekolah tersebut, Polda Jateng berharap kesadaran berlalu lintas dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif di kalangan generasi muda. Dengan demikian, semangat Operasi Patuh Candi 2026 tidak hanya dirasakan selama operasi berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku tertib dan budaya keselamatan masyarakat dalam jangka panjang.

Mariyo

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600